Posts

Tips Untuk Meyakinkan Diri Agar Lebih Siap Menikah

Tips Untuk Meyakinkan Diri Agar Lebih Siap Menikah

Tips Untuk Meyakinkan Diri Agar Lebih Siap MenikahTips Untuk Meyakinkan Diri Agar Lebih Siap Menikah

Setiap orang tentu menginginkan dirinya menikah, termasuk diri anda. Hampir semua orang baik wanita maupun pria ingin melangsungkan pernikahan bersama orang yang dicintai dalam hidupnya. Apalagi jika anda menikah pada saat yang tepat dengan persiapan yang tepat pula.

Komitmen yang anda buat bersama pasangan untuk melanjutkan hubungan yang lebih serius lagi tentu sebuah kabar gembira. Tetapi tak sedikit pula orang yang menyimpan keraguan dalam hatinya, bahkan mungkin saja anda merasa tidak yakin atau tidak siap untuk menikah dengan pasangan. ada persaan takut ketika ingin melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. Untuk itu tak heran jika anda ingi merasa mundur dan berpikir untuk menunda pernikahan.

Memang perasaan ragu terkadang menjadi sebuah pilihan yang sulit dalam hidup anda, namun yang perlu diingat jangan sampai perasaan ragu tersebut menjadi penghalang anda untuk menikah. Cobalah untuk meyakinkan diri anda dengan beberapa tips di bawah ini sebelum memutuskan untuk menikah dengan pasangan antara lain:

1.      Ingat menikah bukan karena paksaan

Cobalah pikirkan kembali apakah keinginan anda untuk menikah memang datang tulus dalam hati dan sudah siap untuk melakukannya? Atau ada alasan tersembunyi yang menjadi alasan anda untuk segera menikah, misalnya merasa iri ketika melihat teman-teman anda yang sudah menikah, desakan dari pasangan atau orangtua, merasa malu terhadap lingkungan sekitar karena belum menikah. Berbagai alasan tersebut merupakan alasan yang buruk dan bukan dari ketulusan hati anda. Jika anda menikah karena paksaan lebih baik jangan dilanjutkan.

Cobalah pikirkan kembali, ingat menikahlah karena anda sendiri yang menginginkannya, bukan karena paksaan atau tekanan dari pihak luar. Sebab diri anda sendirilah yang akan menjalani kehidupan pernikahan ini, bukan orang lain yang ada di sekitar anda.

2.      Ingatlah kembali apa yang membuat anda jatuh cinta dan memilih dia sebagai pasangan?

Banyak orang yang terkadang terjebak dalam hubungan yang salah atau memilih pasangan yang salah. Namun mereka sama sekali tak menyadari itu. Sampai pada akhirnya mereka menikah dan kesadaran itu muncul, sehingga mereka merasa kurang bahagia atas pernikahannya. Untuk itu, cobalah pikirkan kembali apa yang menjadi alasan anda memilih dia sebagai pasangan? apa yang membuat anda jatuh cinta kepadanya? Apakah karena dia sesuai dengan tipe anda, dia sering membuat anda mersa bahagia. Atau karena anda takut merasa sendirian, dan tidak mau hidup tanpa dia? Renungkan hal tersebut baik-baik.

3.      Cek kondisi keuangan apakah sudah siap atau tidak

Keuangan terkadang menjadi sumber mengapa seseorang merasa ragu untuk menikah. Anda merasa takut bila kondisi keuangan yang dimiliki tidak dapat menyokong berbagai kebutuhan pernikahan dan rumah tangga kelak. untuk itu cek kembali apakah kondisi keuangan anda telah stabil? Jangan terburu-buru untuk menikah jika anda sendiri merasa ragu dengan keuangan, karena uang menjadi sumber terbesar dari konflik rumah tangga.

4.      Siap untuk saling mengutarakan keinginan masing-masing

Saat anda berumah tangga tentu akan ada komunikasi yang harus dibangun dengan baik agar dapat terhindar dari salah paham. Untuk itu, cobalah luangkan waktu sejenak sebelum menikah agar anda dan pasangan dapat mengutarakan keinginan masing-masing. Jika perlu buatlah komitmen bersama mengenai apa saja yang akan dilakukan setelah menikah nanti.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Meyakinkan Pasangan Untuk Menikah Dengan Cara Yang Halus

Meyakinkan Pasangan Untuk Menikah Dengan Cara Yang Halus

Meyakinkan Pasangan Untuk Menikah Dengan Cara Yang HalusMeyakinkan Pasangan Untuk Menikah Dengan Cara Yang Halus

Setiap pasangan tentu menginginkan hubungan mereka akan berakhir pada kursi pelaminan. Pernikahan adalah wujud keseriusan kedua pasangan untuk hidup berdua mengarungi suka dan duka. Meskipun hal ini impian setiap pasangan, akan tetapi terkadang muncul keraguan dalam hati apakah mantap untuk menikah atau tidak.

Hal ini sebenarnya wajar saja terjadi, mengingat pernikahan bukanlah hal sepele. Setiap pasangan perlu adanya kesiapan baik secara materil, psikologis hingga emosional. Menyatukan dua orang dengan karakter yang unik tentu bukan hal yang mudah. Kedua pasangan harus mampu saling memahami, membangun komunikasi yang jujur dan terbuka, hingga banyaknya masalah yang diselesaikan bersama. Tentu hal inilah yang menjadi kekhawatiran orang-orang untuk melangsungkan pernikahan. Bukan hanya itu, terkadang trauma masa kecil mengenai perceraian orangtua bisa menjadi salah satu penyebab mengapa seseorang merasa tidak yakin untuk menikah.

Tentu akan menjadi permasalahn baru bagi anda, yang ingin mengajak pasangan menuju jenjang pernikahan. Untuk berikut ini ada beberapa tips yang bisa anda lakukan untuk meyakinkan pasangan, antara lain:

1.      Katakan jika anda sangat mencintainya

Meskipun ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuktikan rasa cinta terhadap seseorang. Namun tetap saja sesekali baik anda maupun pasangan membutuhkan pengakuan secara langsung mengenai perasaan yang sebenarnya. Untuk itu jangan ragu saat anda menyatakan rasa cinta anda. Katakan padanya jika anda tulus mencintainya dan ingin hidup bersamanya dalam ikatan pernikahan.

2.      Yakinkan jika kehidupan pernikahan akan jauh lebih berarti

Hal lain yang bis anda lakukan untuk meyakinkan pasangan adalah meyakinkan dia jika kehidupan setelah menikah lebih bermakna dan menjadi impian setiap orang. Buatlah ia tidak ragu untuk menjadi bagian dari hidup anda, dan buatlah ia mampu menerima lamaran dari anda. Jika perlu anda bisa menyampaikan jika pernikahan adalah tujuan dari sebuah hubungan.

3.      Buktikan jika anda telah siap secara emosional, mental dan finansial

Terkadang yang menjadi pertimbangan bagi kebanyakan orang saat hendak menikah adalah menat dan finansial. Finansial bukan berarti anda harus kaya raya, namun anda telah memiliki keuangan yang stabil dan dapat mencukupi segala kebutuhan yang diperlukan bersama. Selain finansial diperlukan pula mental yang kuat untuk membangun bahtera rumah tangga yang rentan akan masalah.

4.      Kedua keluarga telah merestui

Restu keluarga tentu adalah hal yang penting sebelum melangsungkan pernikahan. cobalah meyakinkan pasangan melalui restu keluarga, katakan padanya baik keluarga anda maupun keluarga pasangan telah setuju apabila anda berdua menikah. Jika perlu anda bisa meminta bantuan kedua orangtua pasangan untuk meyakinkannya jika anda serius ingin mengajak dia menikah.

5.      Hargai pasangan jika dia belum siap

Apabila anda telah mengusahakan berbagai cara, namun masih ada keraguan pada pasangan. maka cobalah hargai perasaannya mungkin saja keraguan tersebut berasal dari ketidaksiapan pasangan. berilah waktu pasangan untuk merenungi niatan anda. Jangan sampai hubungan anda rusak atau pasangan semakin menjauh karena anda terlalu memaksakan. Bersabarlah dan tunggu ia sampai ia merasa benar-benar siap dalam hati jangan sampai pasangan merasa terpaksa untuk menikah, dengan anda menghargainya maka akan lebih mudah untuk pasangan meyakinkan diri.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Yang Harus Anda Siapkan Sebelum Melamar Seorang Wanita

Yang Harus Anda Siapkan Sebelum Melamar Seorang Wanita

Yang Harus Anda Siapkan Sebelum Melamar Seorang WanitaYang Harus Anda Siapkan Sebelum Melamar Seorang Wanita

Selain proses pernikahan, ternyata ada proses lain yang tidak kalah menegangkannya dengan hal tersebut. Bagi kaum pria proses melamar tentu adalah momen yang tidak kalah pentingnya, dimana anda harus meminta izin orangtua pasangan untuk menjadikan pasangan anda sebagai pendamping hidup.

Tentu banyak orang yang merasa jantungnya berdebar cepat saat harus bertemu dengan orangtua pasangan. namun tetaplah tenang, ada beberapa tahap dan pertanyaan yang sering muncul selama proses lamaran yang diajukan oleh calon mertua anda.

Untuk itu anda bisa mengikuti beberapa tips di bawah ini untuk mempersiapkan diri anda sebelum melamar wanita yang dicintai antara lain:

1.      Kenali bagaimana calon mertua anda terlebih dahulu

Yang harus anda lakukan pertama kali adalah kenali terlebih dahulu siapa calon mertua anda, tentu ini penting, anda harus tahu bagaimana karakter seseorang yang akan menjadi orangtua kedua anda kelak. misalnya calon mertua anda adalah sosok yang religius, tegas dan sedikit galak, humble atau ramah. Setelah itu anda harus tahu bagaimana background pekerjaannya, karena hal ini akan membantu anda untuk memperkirakan pertanyaan apa saja yang muncul nanti.

Jika calon mertua anda memiliki background pendidikan yang baik, maka bisa saja akan  muncul banyak pertanyaan mengenai pendidikan anda. Jika beliau adalah sosok yang sangat religius maka bisa jadi agama adalah point utama baginya. Akan tetapi jika beliau adalah seorang wirausaha kreatif, ada baiknya anda mengetahui berbagai inovasi dan target-target kedepan yang dimiliki. Tujuannya selain untuk memudahkan anda mendapatkan restu, dengan obrolan yang nyambung maka anda dapat membangun keakraban dengan calon mertua.

2.      First impression adalah kuncinya

Kesan pertama tentu adalah kunci apakah hubungan anda akan berlanjut atau tidak. Untuk itu jika kesan pertama yang anda berikan tidak baik, maka perjuangan anda untuk melamar akan lebih sulit. Saat pertama kali bertemu dengan calon mertua gunakanlah pakaian yang rapi dan terkesan tidak merendahkan diri anda dan tuan rumah. Jika perlu siapkan baju terbaik yang anda miliki.

Setelah pakaian anda rapi, yang tidak kalah penting adalah attitude atau tingkah laku yang sopan. Bicaralah dengan pandangan yang teduh, cara duduk yang baik dan sikap menghormati. Ingat perlakukan orangtua anda.

Ketika anda berpakaian rapi dan menomersatukan tingkah laku, maka calon mertua anda bisa mempertimbangkan jika anda layak menjadi calon menantunya dan pantas mendampingi anak mereka.

3.      Kenali lagi diri anda lebih dalam

Cobalah untuk mengenali diri anda sendiri sebelum memutuskan untuk melamar sang kekasih. Kenali diri anda mulai dari siapa diri anda saat ini, bagaimana keadaan keluarga anda sekarang, bagaimana dengan rencana terdekat dan rencana jangka panjangnya?

Pada saat ini mungkin ada baiknya anda meluangkan sedikit waktu untuk merenungi masa depan. Ingatlah sebenarnya apa yang dibutuhkan orangtua adalah, pandangan anak mereka akan dibawa kemana. Calon mertua anda hanya ingin merasa lebih yakin jika ia mengamanahkan anaknya ke orang yang tepat. Jika perlu anda bisa membuktikannya secara pelan-pelan.

Jadi kembali lagi melamar seseorang harus anda lihat dari bagaimana kesiapan anda untuk bertanggung jawab dan menjaga kepercayaan calon mertua. Jangan takut untuk menunda jika memang anda belum mempersiapkan apa pun.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Menghadapi Desakan Orangtua Agar Anda Cepat Menikah

Menghadapi Desakan Orangtua Agar Anda Cepat Menikah

Menghadapi Desakan Orangtua Agar Anda Cepat MenikahMenghadapi Desakan Orangtua Agar Anda Cepat Menikah

Semua orang pasti menginginkan pernikahan, dan tentunya dapat mendapatkan sosok pendamping hidup yang tepat. Namun terkadang kita harus menghadapi kendala baik itu dari diri sendiri maupun dari luar. Misalnya kita belum menemukan pasangan yang cocok untuk diajak berumah tangga, belum siap mental untuk menikah, dan merasa belum cukup secara meteri untuk menghidupi keluarga di kemudian hari.

Perjodohan salah satu cara orangtua agar anaknya menikah

Memang keinginan menikah tentu lahir dalam lubuk hati kita, akan tetapi pada kenyataanya ada orang lain yang mengharapkan kita untuk segera menikah. Orang lain yang dimaksudkan adalah kedua orangtua kita sendiri. Baik Ayah maupun Ibu tentu sangat menginginkan anaknya menikah, merasakan resepsi pernikahan, bertemu dengan besa, hingga meminang cucu dikemudian hari. Maka tak jarang banyak orangtua yang mendesak anaknya untuk segera menikah demi kebahagian yang disebutkan.

Tentu anda akan sangat merasa gelisah setiap kali orangtua menanyakan kapan menikah, atau meminta anda untuk segera menikah. Apalagi jika saat ini anda sedang berstatus sendiri dan sedang menikmati hidup yang dijalani. Kedua orangtua memaksa anda untuk segera mencari pasangan dan segera mengikatnya (melamar atau bertunangan). Apabila anda dianggap sebagai seseorang yang sulit untuk mendapatkan pasangan, maka akan ada yang dilakukan orangtua untuk mencari pendamping hidup anda. Salah satnya adalah dengan perjodohan agar anda segera menikah.

Perjodohan bisa saja menguntungkan anda, namun juga merugikan. Akan menjadi kerugian seseorang yang tidak memiliki chemistry dengan pasangannya, akan tetapi ia mendapatkan ancaman dari orangtua untuk segera menikah. Pernikahan yang dilakukan tanpa didasari cinta, tentu anda bisa membayangkan apakah anda akan bahagia bersama dia? Apakah pasangan anda tidak akan kecewa dengan anda jika ia tahu anda tak pernah mencintainya?

Mengambil keputusan untuk menikah perlu…

Mengambil keputusan untuk menikah tentu sebuah pilihan yang sulit, karena menikah sangat berkaitan dengan masa depan anda. Karena itulah ada baiknya anda merencanakan sematang mungkin sehingga tidak akan ada penyesalan yang dirasakan setelah menikah nanti. Saat anda mengambil keputusan ini, tentu harus ada komitmen yang besar dan dilandasi oleh pemikiran yang matang. Misalnya memiliki kesiapan mental dan kecocokan dengan pasangan, sekaligus anda merasa yakin dengan orang yang telah anda pilih sebagai pendamping hidup.

selain membutuhkan komitmet kedua pasangan, perlu adanya kesepakatan bersama antara anda dan pasangan mengenai pernikahan yang diinginkan. Diskuis ini bukan hanya berkaitan tentang tanggal, tempat, atau konsep pesta saja. perlu adanya diskusi mengenai setelah anda menikah seperti anak, tujuan bersama, hubungan seks, tugas dan tanggung jawab masing-masing hingga keuangan. Tentunya menikah juga harus didasari oleh perasaan senang, ketulusan, kesungguhan hati masing-masing atas pengambilan keputusan ini. bukan karena paksaan pihak lain, tuntutan atau mengejar target usia yang pas.

jika orangtua terus mendesak anda

jika orangtua anda terus mendesak untuk segera menikah maka carilah waktu yang tepat bagi anda dan orangtua berbicara. Berilah penjelasan pasanya mengenai pertimbangan waktu yang anda miliki. Tujuannya agar orangtua semakin memahami anda, serta gunakan kesempatan ini untuk lebih terbuka akan saran ataupun nasehat mereka.

Komunikasi yang dilakukan secara dua arah tentu akan membentu rasa pengertian antara anak dan orangtua. Cobalah untuk meminta mereka untuk mengurangi desakannya agar anda segera menikah.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Tips Jitu Agar Anda Lebih Akrab Dengan Calon Mertua Dan Saudara Ipar

Tips Jitu Agar Anda Lebih Akrab Dengan Calon Mertua Dan Saudara Ipar

Tips Jitu Agar Anda Lebih Akrab Dengan Calon Mertua Dan Saudara IparTips Jitu Agar Anda Lebih Akrab Dengan Calon Mertua Dan Saudara Ipar

Memiliki pasangan tentu ada kebahagian bagi anda, apalagi jika pasangan menunjukan komitmennya kepada anda untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. Namun jangan terlalu percaya diri terlebih dahulu hubungan yang harmonis dengan pasangan belum tentu akan mudah akrab dengan keluarganya. padahal salah satu tanda hubungan anda bisa berlanjut ke pernikahan adalah bagaimana anda menjalin keakraban dengan keluarga pasangan. maka dari itu, banyak cara yang dilakukan oleh orang-orang untuk merebut hati calon mertua dan saudara iparnya. Misalnya membawa makanan yang mereka sukai, atau meluangkan sedikit waktu berjalan-jalan dengan mereka.

Sebenarnya ada banyak cara yang bisa anda lakukan selain kedua hal tersebut. untuk itu mulailah pendekatan di awal pertemuan sehingga lama kelamaan keakraban bisa terjalin. Berikut ini ada beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk memikat hati calon mertua dan saudar ipar antara lain:

1.      Bersikap ramah karena dapat menghangatkan suasana pertemuan

Usahakan anda tetap bersikap ramah terhadap siapapun karena ini adalah cara terbaik untuk menghangatkan suasana saat anda bertemu dengan mereka. Entah baru sekali bertemu atau sudah beberapa kali sebelumnya, keramahan selalu anda tunjukan. Anggaplah mereka sebagai keluarga kandung anda sendiri. Kelanjutan hubungan anda bisa ditentukan melalui tahap ini.

2.      Menjaga sikap itu sangat perlu, namun jangan sok kenal sok dekat jika anda masih dalam perasaan canggung dengan mereka

Salah satu masalah yang sering muncul adalah, saat anda telah beberapa kali bertemu anda akan menjadi pribadi yang sok kenal dan sok dekat dengan mereka. Padahal masih jelas terasa kecanggungan yang dirasakan antara anda dan keluarga pasangan. untuk itu anda tetap harus menjaga sikap. Kalau tidak mereka justru akan merasa bosan dan malas dengan anda, selain itu mereka justru akan menjaga jarak. Bersikap diem sesekali tidak masalah, dibandingkan dinilai sebagai pengganggu suasana.

3.      Cobalah untuk mencari tahu apa yang mereka sukai, bisa makanan atau hobi

Saat ini banyak pasangan muda yang mendekati calon mertua dan saudara iparnya melalui hal-hal yang disukai baik itu makanan maupun hobi. Hal ini memang terbukti ampuh, karena anda dapat nyambung dengan pembicaraan mereka. Misalnya anda membawakan brownis coklan yang manis. Pasti obrolan yang akan dibicarakan mengenai bahan brownis, nama penjual brownis yang terkenal enak, dan berbagai varian brownis yang direkomendasikan. Ingatlah istilah dari perut lanjut ke hati.

4.      Ingatlah posisimu baik-baik, meskipun nanti anda telah akrab namun tetap tanamkan nilai-nilai kesopanan

Hal ini sangat penting anda tahu, niat agar semakin kenal namun apa pun yang anda lakukan sangat berpengaruh besar terhadap keharmonisan hubugan anda. Misalnya anda sudah terlalu akrab dengan calon adik ipar, namun jangan bersikap semena-mena. Hindari menyruh atau memerintahnya melakukan sesuatu yang anda inginkan. Lebih baik anda bersikap layaknya temannya.

5.      Penilaian mereka tentang diri anda dapat dilihat dari bagaimana anda bersama pasangan

Setiap manusia tentu tidak luput dari kekurngan, tentu ada hal negatif yang dimiliki oleh pasangan. walaupun anda mencintai pasangan begitu besar, namun pasti ada hal yang membuat anda merasa tidak nyaman saat dengannya. Hal inilah yang harus anda rahasiakan saat bersama calon mertua dan saudara ipar. Jangan sampai anda menjelek-jelekan pasangan di depan mereka.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Apa Yang Harus Dilakukan Jika Pasangan Ingin Cepat Menikah, Sedangkan Anda Belum Siap?

Apa Yang Harus Dilakukan Jika Pasangan Ingin Cepat Menikah, Sedangkan Anda Belum Siap?

Apa Yang Harus Dilakukan Jika Pasangan Ingin Cepat Menikah, Sedangkan Anda Belum Siap?Apa Yang Harus Dilakukan Jika Pasangan Ingin Cepat Menikah, Sedangkan Anda Belum Siap?

Semua orang pasti menginginkan pernikahan, namun tak semua orang memiliki target pernikahan yang sama. Mungkin hal ini sedang anda rasakan dengan pasangan. pasangan menyatakan jika ia ingin segera menikah sedangkan anda merasa belum siap untuk menikah. Apakah yang anda rasakan itu wajar? Mungkin dalam hati anda tidak terburu-buru menikah karena masih ada beberapa target yang harus dicapai terlebih dahulu, atau mungkin anda belum ada pandangan bagaimana pernikahan anda kelak. lalu jika sudah demikian bagaimana cara menghadapi situasi seperti ini?

Tanda pasangan yang ingin cepat-cepat menikah

Ada banyak ha yang membuat seseorang buru-buru menikah, mulai dari keinginan diri sendiri, desakan orangtua dan keluarga besar, iri melihat temannya yang telah menikah, atau karena usia seseorang yang terbilang sudah tidak muda lagi. Ada beberapa tanda yang bisa anda cermati jika pasangan buru-buru ingin menikah antara lain:

1.      Selalu menyelipkan “pernikahan” dalam setiap topik pembicaraan

Jika sering kali berbicara dengan pasangan dan kemudian ia membahas mengenai pernikahan (seperti pernikahan yang ia impikan, jumlah anak yang dimiliki dan lain sebagainya ) maka itu bisa jadi tanda jika ia ingin mengajak anda ke jenjang yang lebih serius. Termasuk setiap kali anda ngobrol kemudian tercetus kata “pernikahan”, “menikah”, serta “hidup bersama”. Atau tanda kecil lainnya saat, pasangan anda akan men-tag akun anda dalam postingan di media sosial yang berisi tentang pernikahan.

2.      Selalu membayangkan pernikahan ideal bersama anda kelak

Pasangan yang terobsesi dengan semua hal yang berkaitan dengan pernikahan tentu bisa jadi tanda jika dia ingin cepat menikah. Misalnya saat anda dan pasangan datang ke acara perkawinan teman, semisal ia terdengar ucapan “Dekorasi pestanya bagus ya, nanti aku mau kita kayak gini, kalo menurutmu gimana?” saar mengatakan hal tersebut mungkin saja ia mempunyai bayangan ideal mengenai pesta perkawinan mulai dari baju pengantin, lokasi pesta, tamu undangan, hingga sampai menanyakan anda mengenai bulan madu setelah pernikahan.

3.      Sering kali menanyakan kapan anda siap untuk menikah

Jika seandainya kode yang disampaikan tidak dapat anda pahami, maka kemungkinan ia akan langsung menyakan kepastian akan waktu anda untuk siap menikah. Bisa jadi anda akan terkejut dan sulit mengelak. Namun semakin anda menghindari pertanyaan tersebut pasangan akan selalu menanyakan dan lama kelamaan hubungan anda semakin rusak.

Lalu bagaimana cara menghadapinya?

Tak ada yang salah jika pasangan ingin segera menikah dengan anda, namun jika anda benar-benar belum siap dan yakin untuk menikah maca cobalah ajak pasangan berdiskusi melalui beberapa cara di bawah ini:

  • Berikan jawaban yang tegas pasanya namun tidak menyingging. Jangan langsung meluapkan amarah, dengarkan dulu penjelasannya mengapa ia ingin segera menikah. katakan pada dia alasan sebenarnya mengapa anda belum siap menikah.
  • Minta waktu dan pengertian. Menikah tentu bukan hal yang mudah, untuk itu butuh waktu untuk mempersiapkannya mulai dari fisik, mental, emosional, hingga materi. Ajaklah pasangan untuk berkompromi tentang tenggang waktu yang sekiranya membuat anda berdua siap menikah
  • Tinggalkan dia jika tidak mau menunggu. Jika memang dia terus menuntut anda untuk segera menikah, maka lepaskan saja. mungkin memang tidak ada kecocokan antara anda dan pasangan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Alasan Mengapa Seseorang Menjadi Takut Menikah

Alasan Mengapa Seseorang Menjadi Takut Menikah

Alasan Mengapa Seseorang Menjadi Takut MenikahAlasan Mengapa Seseorang Menjadi Takut Menikah

Setiap orang tentu menginginkan untuk menikah termasuk anda bukan? Mungkin saat ini anda sedang menjalin hubungan asmara dengan orang yang dicintai. Bahkan tak sedikit pasangan yang selalu membayangkan jika hubungannya akan berakhir di pelaminan. Terkadang topik seperti jumlah anak yang ingin dimiliki, konsep pesta resepsi, tempat untuk bulan madu, dan bagaimana mereka menghabiskan masa tuanya kelak adalah angan-angan yang sering dibicarakan berdua.

Namun dibalik gejolak pasangan yang ingin menikah, ternyata ada beberapa orang yang justru merasa takut untuk melangsungkan pernikahan. Bahkan terbesit dalam hati mereka untuk tidak akan menikah, kira-kira apa yang menjadi alasan mereka berpikir demikian? Simak penjelasannya di bawah ini.

Beberapa alasan yang membuat seseorang takut menikah

Sebenarnya ada banyak alasan yang membuat seseorang ragu hingga takut untuk menikah. Beberapa diantaranya disebabkan oleh trauma masa lalu yang tidak menyenangkan, selain itu faktor finansial pun juga bisa menjadi alasan, untuk penjelasan lebih lanjut ada di bawah ini:

1.      Memiliki trauma

Salah satu alasan terbesar mengapa seseorang merasa takut akan pernikahan adalah trauma masa lalu. Trauma tersebut dapat dipicu oleh banyak hal, seperti kegagalan orangtuanya dalam membina rumah tangga, sehingga pada akhirnya mereka berpisah dan memberikan luka dalam diri si anak.

Adanya pengalaman pagit yang dialami membuat seseorang terus dihantui oleh ketakutan jika ia mengalami hal yang serupa. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk tidak menikah agar ia dapat terhindar dari perpisahan yang mungkin saja terjadi. Pada dasarnya setiap orang memiliki reaksi yang berbeda dengan pengalaman pahit yang dialami. Ada beberapa orang yang mampu bangkit dan berdamai dengan keadaan tersebut. namun tak sedikit pula yang justru merasa terpuruk dan larut dalam bayang-bayang masa lalu.

Sampai sekarang tidak ada batasan waktu yang konkrit kapan seseorang dapat melepaskan diri dari masa lalunya. Sebabs hal itu tergantu bagaimana ia menyikapi rasa trauma.

2.      Merasa tidak membutuhkan pasangan

Terlalu merasa nyaman dengan diri sendiri tak selalu berdampak baik. Bagi beberapa orang yang seudah nyaman dengan dirinya dan pencapaian yang didapatkan, cenderung membuatnya tidak membutuhkan pasangan sebagai pelengkap hidup.

Saat seseorang merasa terbiasa hidup sendiri, kehadiran pasangan justru menjadi penghalang dan mengacaukan segala aktivitas yang biasanya dilakukan. Ditambah dengan bayang-bayang urusan rumah tangga yang dapat memengaruhi “ritme hidup” mereka kelak. dengan kata lan mereka cenderung lebih takut jika rutinitas yang biasanya dilakukan akan tidak berjalan sesuai rencana dibandingkan harus menikah.

Sebenarnya adanya perubahan dalam ritme hidup tak selamanya menjadi masalah, hal itu justru menjadi tanda jika hidup anda mengalami perkembangan.

3.      Faktor finansial

Setelah menikah tentu seseorang tak lagi bertanggung jawab atas dirinya saja, namun juga pasangan dan anak-anaknya. Kebutuhan keluarga yang lebih besar dibandingkan melajang menjadi salah satu faktor mengapa seseorang merasa enggan menikah.

Kekhawatiran jika ia tak sanggup mencukup segala kebutuhan rumah tangga lama kelamaan akan menjadi ketakutan. Apalagi, faktor keuangan terkadang membuat seseorang merasa tidak percaya diri untuk mendekati lawan jenisnya. Masalah finansial merupakan hal yang sensitif dan kompleks. Namun bukan berarti anda tidak dapat menyelesaikannya, untuk itu cobalah lebih terbuka dengan pasangan sejak awal memutuskan bersama. Ceritakan padanya bagaimana kondisi anda saat ini termasuk kondisi finansial.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Apakah Diagnosis Penyakit Kronis Dapat Mempengaruhi Kehidupan Seksual Suami Istri?

Apakah Diagnosis Penyakit Kronis Dapat Mempengaruhi Kehidupan Seksual Suami Istri?

Apakah Diagnosis Penyakit Kronis Dapat Mempengaruhi Kehidupan Seksual Suami Istri?Apakah Diagnosis Penyakit Kronis Dapat Mempengaruhi Kehidupan Seksual Suami Istri?

Gairah serta hasrat seksual seseorang untuk berhubungan seks dapat dipengaruhi oleh beberapa hal. Akan tetapi jika salah satu faktor terbesar merupakan penyakit kronis tentu akan berpengaruh pada hubungan suami istri. jika dalam hubungan pernikahan yang dijalani salah satu pihak mengidap penyakit kronis, efek yang dirasakan tentu bukan hanya bagi diri sendiri saja, melainkan pasangan pun juga ikut merasakan.

Lalu seberapa besar pengaruh penyakit kronis terhadap kehidupan seksual suami istri?

Dampak penyakit kronis terhadap kehidupan seksual pasangan

Penyakit kronis yang diidap seseorang tentu akan mengganggu kesehatan fisik dan kehidupan pribadinya. Bahkan terkadang penyakit kronis yang diderita dapat menghambat seseorang dalam berhubungan intim bersama pasangan. penyakit kronis memang dapat menurunkan tingkat kebugaran tubuh penderitanya sehingga tenaga mereka untuk beraktivitas menjadi menurun dibandingkan saat masih dalam kondisi sehat.

Sebagai contoh salah satu penyakit kronis yang sering diderita oleh banyak orang adalah diabetes. Secara tidak langsung saat sedang berhubungan seks aliran darah segar akan terpotong ke organ intim seseorang, sehingga membuat pria yang menderita diabetes terserang impotensi. Sedangkan dampak buruk yang dialami wanita adalah rentan memiliki vagina yang kering dan berjamur. Rata-rata penyakit kronis juga mengacaukan sistem produksi hormon dalam tubuh, yang membuat otak tidak mampu merespon serta menunjukan reaksi yang cepat akan rangsangan seksual pasangan.

Akan ttapi salah satu penyebab terbesar yang membuat aktivitas seksual berpengaruh ialah sisi emosional penderita. Gejolak emosi yang dirasakan selama seseorang merasakan sakit karena penyakit kronis, menjalani proses pengobatan, hingga membayangkan masa depan yang seperti apa dalam hidupnya. Apakah memungkinkan dia untuk sembuh atau penyakit tersebut justru sedikit demi sedikit menggerogori tubuh dan pikirannya. Sehingga tak heran seseorang akan mengalami stres dan frustasi yang berkepanjangan.

Penyakit kronis dapat memicu perpisahan bagi pasangan

Memang tak bisa dipungkiri, stres yang dirasakan dalam jangka waktu yang cukup lama akibat dari penyakit kronis akan mempengaruhi seseorang berinteraksi dengan orang lain termasuk pasangannya sendiri. Dampak psikologis yang dialami oleh penderita dapat menghilangkan rasa percaya diri, sampai mereka malah menghindari orang lain untuk berinteraksi, termasuk menghindari berhubungan intim.

Lama kelamaan, berkurangnya minat seseorang untuk berhubungan seks tentu dapat merenggangkan keharmonisan pernikahan. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2015 lalu dalam Journal Social Health and Behavior, dampak penyakit kronis yang mempengaruhi sedikit banyaknya hubungan kedua pasangan.

Dalam penelitian tersebut, penyakit kronis ternyata menjadi salah satu pemicu perceraian pasangan yang telah cukup lama menikah (mulai dari 1992 hingga 2010). Meskipun demikian, terdapat beberapa alasan yang mendasari perceraian tersebut antara lain:

  • Penyakit kronis dapat menurunkan gairah seksual, dan membuat hubungan seks itu sendiri terasa menyakitkan. Rasa sakit tergantung dari mana munculnya dan seberapa besar kesakitan yang dirasakan
  • Seseorang yang tidak mengidap penyakit kronis mungkin merasakan beban fisik dan psikologis saat perannya dalam pernikahan “terpaksa” ditukar. Misalnya seorang istri yang bertugas mencari nafkah karena suami sedang sakit parah
  • Biaya perawatan dan pengobatan untuk penyakitnya yang cukup tinggi sehingga membuat kedua pasangan mengalami stres.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Manfaat Yang Didapatkan Saat Merencanakan Jumlah Anak Sebelum Menikah

Manfaat Yang Didapatkan Saat Merencanakan Jumlah Anak Sebelum Menikah

Manfaat Yang Didapatkan Saat Merencanakan Jumlah Anak Sebelum MenikahManfaat Yang Didapatkan Saat Merencanakan Jumlah Anak Sebelum Menikah

Sebelum melangsungkan pernikahan tentu ada banyak hal yang harus dibicarakan oleh kedua calon pengantin. Salah satu pembahasan yang harus dibicarakan menjelang pernikahan adalah jumlah anak yang diharapkan, waktu untuk hamil, serta jarak kehamilan.

Bahkan seorang spesialis obstetri dan ginekologi bernama Dr. Sandy Prasetyo dari RSIA Brawijaya mengungkapkan merencanakan jumlah anak serta kapan kedua pasangan memiliki anak akan berdampak positif bagi keduanya selama membina kehidupan rumah tangga.

Manfaat dari merencanakan jumlah anak sebelum menikah

Mungkin sebagian orang setuju dengan hal ini, namun tak sedikit pula yang mengabaikan perencanaan jumlah anak menjelang pernikahan. Berikut ini setidaknya terdapat 4 manfaat yang didepatkan pasangan yang merencanakan jumlah anak sebelum pernikahan antara lain:

  1. Menghindari jarak kehamilan yang terlalu muda, terlalu tua, atau pun jarak antara kehamilan yang terlalu dekat. Dari ketiga risiko kondisi kehamilan ini dapat mempengaruhi risiko gangguan kesehatan organ reproduksi wanita. Tentu hal ini akan merugikannya, risiko yang dapat dialami seperti pre-eklampsia, persalinan prematur, risiko tinggi terhadap melahirkan melalui operasi bedah caesar, serta risiko komplikasi lainnya.
  2. Mencegah terjadinya masalah fisik dan psikologis diakibatkan oleh kehamilan yang tidak direncanakan kedua pasangan
  3. Kedua pasangan memiliki persiapan yang matang terkait dengan perencanaan kehamilan.
  4. Dapat meningkatkan kualitas diri dan mewujudkan harapan kedua pasangan untuk menjadi keluarga yang harmonis.
  5. Dapat mempertimbangkan kapan istri berhenti melahirkan sehingga dapat membesarkan anak secara optimal

Adanya persetujuan antara kedua belah pihak sangatlah dibutuhkan. Walaupun banyak pepatah yang mengatakan “banyak anak banyak rejeki”, namun untuk kondisi zaman sekarang tentu tidaklah efektif diterapkan. Selain itu saat ini pemerintah pun merencanakan program Keluarga Berencana (KB). Program ini bukan hanya pemberian pil atau alat KB guna pencegahan kehamilan saja, namun terdapat beberapa sosialisasi yang diberikan untuk masyarakat. Program ini menghimbau agar setiap pasangan memiliki 2 anak, dengan jarak kelahiran yang ideal 3 sampai 5 tahun.

Perencanaan lain yang tidak kalah pentingnya

Selain perencanaan jumlah anak ternyata terdapat perencaan lain yang harus anda dan pasangan bahas menjelang pernikahan. Pembahasan seperti ini tentu akan mendukung hubungan anda mencapai keluarga yang harmonis, namun pada kenyataannya masih banyak pasangan yang mengabaikan. Untuk lebih jelas berikut ini adalah ulasannnya:

1.      Perencanaan usia nikah

Jodoh memang tidak ada yang tahu, namun jika anda telah menemukan pasangan yang cocok mendampingi hidup anda maka tak ada salahnya untuk merencanaka pernikahan. Akan tetapi ada baikny anda merencanakan usia nikah. Menurut BKKBN terdapat usia ideal bagi seseorang yang ingin menikah, yaitu 25 tahun untuk pria dan 21 tahun untuk wanita.

2.      Perencanaan dan kesepakatan apa yang dilakukan setelah menikah

Banyak pasangan yang justru memiliki keinginan yang berbeda setelah resmi menikah. Tak jarang perbedaan yang dialami menjadi sumber masalah besar dalam pernikahan. Untuk itu cobalah untuk berdiskusi dengan pasangan mengenai apa yang ingin dicapai setelah menikah, akan tinggal dimana, keuangan, anak, hingga pembagian tugas rumah.

3.      Merencanakan masa depan anak

Saat anda resmi menjadi pasangan suami istri tentu anda dan pasangan harus siap menjadi orangtua kapan saja. merawat anak tentu bukanlah hal yang mudah, anda haru memperhatikan kecukupan gizi anak, mempersiapkan keuangan untuk pendidikan anda, serta memberikan kasih sayang dan perhatian yang cukup pula.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Dilanda Keraguan Terhadap Pasangan Saat Akan Menikah? Apakah Wajar?

Dilanda Keraguan Terhadap Pasangan Saat Akan Menikah? Apakah Wajar?

Dilanda Keraguan Terhadap Pasangan Saat Akan Menikah? Apakah Wajar?Dilanda Keraguan Terhadap Pasangan Saat Akan Menikah? Apakah Wajar?

Menjelang pernikahan biasanya sebagian orang akan merasa khawatir dan cemas, sebenarnya itu adalah hal biasa. Namun yang menjadi permasalahan adalah dibalik kecemasan ini, terbesit keraguan akan pasangan. jika anda dalam kondisi seperti itu, maka ada baiknya anda melakukan beberapa tindakan untuk mengatasinya.

Wajarkah jika muncul keraguan dengan pasangan menjelang pernikahan?

Sebenarnya perasaan ragu akan pasangan menjelang pernikahan adalah hal yang lumrah. Ternyata perasaan itu akan berdampak besar terhadap pernikahan anda jika anda membiarkannya.

Rasa ragu yang dibiarkan dapat meningkatkan kemungkinan perceraian dalam pernikahan anda. Hal ini biasanya dikarenakan pasangan hidup dalam bayang-bayang keraguan sehingga pernikahan yang dijalani tidak memberikan kebahagiaan. Mungkin sebagian orang merasa takut untuk berkata jujur kepada pasangannya, maka tak heran mereka lebih cenderung membiarkan rasa ragu menyelubungi hati dan pikiranya.

Walaupun begitu, keraguan menjelang pernikahan bukan sebuah petanda jika pernikahan harus dibatalkan. Ada baiknya anda mencari tahu apa yang menjadi faktor keraguan tersebut.

Mengatasi keraguan yang muncul saat hendak menikah

Anda tentu tidak ingin jika hal ini akan menjadi sebuah masalah yang besar, maka dari itu anda harus segera bertindak untuk mengatasi hal tersebut. berikut penjelasannya

1.      Jangan mengangkal

Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah jangan menyangkal. Penyangkalan yang anda lakukan akan membuat anda merasa tidak bahagia dan menikmati pernikahan anda sendiri. ketika anda menyangka anda akan mulai menyembungikan hal itu dari pasangan, perasaan ragu tidak akan hilang begitu saja setelah anda memendamnya. Untuk itu perlu bagi anda untuk mengakui jika anda memang ragu terhadap pernikahan ini.

2.      Bicarakan dengan pasangan

Hubungan yang harmonis dapat bertahan saat kedua pasangan saling berkomunikasi dan terbuka. Jika anda terbuka dengan pasangan maka ia akan tahu apa yang sedang anda alami. Untuk itu cobalah bicarakan pada pasangan mengenai keraguan anda. Mungkin akan terasa sulit, karena mungkin saja reaksi yang diberikan pasangan tidak sesuai dengan apa yang anda harapkan. Tetapi ini akan jauh lebih baik dibandingkan anda memendamnya sendiri.

Risiko yang mungkin saja anda terima adalah pasangan yang tersinggung dan marah. Namun dengan diskusi yang baik maka anda berdua akan menemukan jalan keluarnya.

3.      Menjalani konseling pra nikah

Cobalah untuk meminta bantuan ahli untuk menangani masalah ini. seorang konselor pernikahan akan membantu anda untuk mengetahui apa yang menjadi penyebab keraguan anda dan cara yang tepat untuk mengatasinya.

Konselor pernikahan yang berkompeten akan membantu anda untuk mengatasi kecemasan selama proses konseling berlangsung. Selain itu proses konselong akan menjauhkan diri anda dari pemikiran negatif terhadap masa depan bersama pasangan.

4.      Pegi berlibur sejenak

Berhubung tanggal pernikahan masih lama, cobalah untuk menenangkan diri sejenak dengan berlibur. Hal ini akan membantu anda untuk menemukan akar permasalahan serta mengetahui apa yang dirindukan dari pasangan anda. Berlibur juga cara terbaik untuk menikmati kesendirian sebelum menikah. Selain itu keraguan yang anda rasakan pun dapat hilang.

5.      Menunda pernikahan

Menunda tidak sama dengan membatalkan. Jika rasa ragu semakin menghantui anda, dan pasangan tidak menunjukan dukungannya. Maka ada baiknya anda mempertimbangkan kembali, ceritakanlah masalah ini dengan orangtua, keluarga, ataupun teman. Tundalah pernikahan sampai anda tahu alasan mengapa harus menikahi dia.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!