Posts

Apakah Benar Jika Anak Korban Dari Keluarga Broken Home Takut Untuk Menikah?

Apakah Benar Jika Anak Korban Dari Keluarga Broken Home Takut Untuk Menikah?

Apakah Benar Jika Anak Korban Dari Keluarga Broken Home Takut Untuk Menikah?

Banyak isu yang membahas mengenai anak dari keluarga broken home, salah satunya adalah mereka merasa takut untuk menjalin hubungan yang serius seperti pernikahan. mereka yang menjadi korban broken home menyaksikan secara langsung orangtua mereka berpisah. Atau orangtua yang terus bertahan namun hubungan mereka tak lagi sehat. Kondisi pernikahan yang sering diwarnai dengan pertengkaran bahkan kekerasan fisik dan verbal terkadang menjadi hal yang menakutkan. Jika anda bukan anak keluarga broken home mungkin akan kesulitan memahami perasaan mereka.Apakah Benar Jika Anak Korban Dari Keluarga Broken Home Takut Untuk Menikah?

Berbagai percekcokan, penghianatan, saling diam, membentak, pisah ranjang  hingga percerian menimbulkan rasa traumatik pada mereka. Sehingga hal tersebut membuat mereka membentuk benteng pertahanan di hatinya yang sulit untuk dibuka. Hal ini bukan karena mereka tak ingin merasakan jatuh cinta atau percaya dengan orang lain. Atau bukan tanda jika mereka takut pacaran, takut berkomitmen, atau bahkan takut menikah. Sebenarny ada sesuatu yang telah menyabotase hati mereka sehingga adalah sebuah kesalahan jika mereka melakukan hal yeng serupa seperti kedua orangtuanya termasuk memberi kepercayaan, jatuh cinta atau menikah.

Anak broken home memandang sebuah penikahan

Bila ditanya bagaimana kesiapan seorang anak broken home mengenai pernikahan, banyak diantaranya berdiam diri. pernikahan merupakan sebuah momen yang sakral dan tidak boleh dilakukan sembarangan, mereka harus melakukan pertimbangan bahkan rasa ragu terkadang turut ambil bagian. Bahkan ada beberapa yang memilih menghindar, tidak ingin menikah atau menundanya.

Sebenarnya anak broken home cenderung takut pada hal-hal yang tidak diinginkan dalam pernikahan, sekalipun hal itu tidak terjadi. Sehingga, meskipun sekarang mereka berstatus lajang, ataupun telah memiliki kekasih namun pikiran tersebut tetap menghantui mereka.

Perasaan gelisah terhadap nasib yang serupa seperti orangtuanya sering kali muncul. Mereka merasa cemas bila mengalami situasi yang tidak menyenangkan seperti terluka, gagal membina rumah tangga, kehilangan orang yang disayangi, ditelantarkan, diperlakukan berbeda, diselingkuhi, dan lain sebagainya. Mereka merasa takut jika apa yang dicemaskan menjadi kenyataan.

Anak broken home juga dapat menjalani hubungan dengan baik

Akan tetapi tak selamanya anak keluarga broken home bersikap seperti demikian. Jika mereka mampu mengelola dan memahami apa yang terjadi pada orangtuanya sebagai bekal untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Hal ini justru akan berdampak baik terhadap hubungan.

Mereka dapat belajar bagaimana seorang istri/suami bertindak, bagaimana menjadi orangtua yang baik untuk anaknya, bagaimana menghadapi sebuah konflik atau pertengkaran dengan pasangan, bagaimana perasaan anak-anak saat orangtuanya bertengkar, dan lain sebagainya.

Sehingga mereka dapat menjadi pasangan yang setia, penyayang, mampu berkomunikasi dengan baik, jujur, berusaha keras untuk mempertahankan hubungan, dan memiliki respect yang baik. Namun hal ini tentu tidak bisa diperoleh secara instan. Peran pasangan sebagai sosok yang mendukung sangatlah penting.

Pernikahan merupakan keputusan yang penting bagi setiap orang

Bukan hanya bagi anak borken home saja, namun setiap orang tentu akan mempertimbangkan baik-baik hubungan mereka sebelum melanjutkan ke jenjang pernikahan. meyakinkan pasangan yang pernah mengalami trauma akibat dari hancurnya pernikahan orangtua tentu bukan hal yang mudah. Perlu adanya kesabaran dan dukungan agar mereka lebih berani menjalin hubungan yang serius. Namun percayalah, setiap niat baiktentu akanmendapatkan jalan, biarkan pasangan yang menilai keseriusan anda, jika anda benar-benar mencintainya cobalah untuk lebih memahami perasaannya. Jangan terlalu cepat menyerah atau mengeluh. Semakin besar usaha anda maka semakin besar pula keberanian pasangan untuk menikah.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Tanda Jika Anda Belum Siap Menjalani Hubungan Asmara Dengan Seorang Single Parent

Tanda Jika Anda Belum Siap Menjalani Hubungan Asmara Dengan Seorang Single Parent

Tanda Jika Anda Belum Siap Menjalani Hubungan Asmara Dengan Seorang Single Parent

Saat menjalin hubungan asmara dengan seorang single paren, tandanya anda harus siap dengan apa yang melekat pada mereka. Mulai dari anak, isu pernikahan sampai mantan pasangannya. Meskipun cinta tak mengenal latar belakang pasangannya, namun terkadang ada beberapa orang yang terlihat belum siap untuk menjalani hubungan asmara dengan seorang single parent. Agar anda semakin yakin lagi berikut ini adalah beberapa tanda yang ditunjukkan.Tanda Jika Anda Belum Siap Menjalani Hubungan Asmara Dengan Seorang Single Parent

Apakah anda siap menjalin hubungan dengan seorang single parent?

Bagi mereka yang menjalani hubungan asmara dengan seorang janda atau duda tentu menjadi tantangan tersendiri. Tantangan ini tidak sama dengan saat anda memiliki hubungan asmara dengan orang yang belum memiliki anak. jika anda belum siap sebaiknya pikirkan terlebih dahulu sebelum hubungan berlanjut ke jenjang yang lebih serius. Untuk itu ada beberapa tanda jika anda belum siap menjalani hubungan asmara dengan seorang single parent antara lain:

1.      Merasa cemburu dengan anak-anak

Cemburu adalah hal yang wajar dalam hubungan asmara ketika pasangan terlihat lebih dekat dengan orang lain selain diri sendiri. Namun pada kasus seperti ini, mungkin pasangan anda akan lebih banyak waktu yang dihabiskan bersama anak-anaknya. Terkadang hal ini memicu kecemburuan pada diri anda.

Apabila kecemburuan anda membuat anda bersikap tidak menyenangkan kepada anak dari pasangan anda, dan mencoba merebut perhatiannya maka hal ini adalah tanda jika anda belum siap menjalani hubungan dengan seorang single parent.

Menurut seorang profesor antropologi bernama Peter Gray dari University of Nevada mengungkapkan pendapat anak tentang pasangan baru orangtuanya merupakah hal yang sangat penting. Untuk itu rasa cemburu terhadap anak pasangan anda justru akan merusak hubungan. Ada baikny anda mendekatkan diri dengan mereka dan berusaha untuk menyayanginya pula.

2.      Menyampaikan kritikan mengenai pola asuh yang diterapkan pasangan

Jika anda telah mengenal dekat anak pasangan anda, dan melihat pola asuh yang diterapkan pada mereka. Mungkin saja muncul keinginan untuk mengkritik cara pasangan mendidiknya. Akan tetapi cobalah untuk menahannya, ingat pasangan anda telah mengasuh anda sejak mereka lahir. Mengkritik pola asuh yang ia terapkan justru akan menyinggung perasaannya.

Cobalah untuk masuk dengan perlahan, jangan ucapkan rasa tidak setuju anda pada tahap awal pendekatan.

3.      Merasa berhak untuk mengatur jadwal dan waktu pasangan

Saat anda memiliki hubungan dengan seorang singleparent sebaiknya anda harus lebih menghargai waktu selama proses hubungan anda. Contohnya lebih bersabar dengan waktu pasangan akan memperkenalkan anda dengan anak-anaknya. Umumnya masalah yang sering diperdebatkan dalam hubungan asmara yang seperti ini adalah menunjukan rasa sayangnya di depan anak pasangan anda.

Apakah pantas jika anda memegang tangan, menyentuh bagian tubuh atau mencium pasangan di depan anak-anaknya dan bagaimana reaksi mereka nantinya. Jika anda tidak mempedulikan hal itu, tandaknya anda tidak dapat menghargai pasangan, dan anda belum siap menjalani hubungan dengan seorang single parent.

4.      Mencari spontanitas

Dikutip dari American Psychological Association, ada beberapa faktor stres yang sering menyerang seorang single parent yaitu:

  • Adanya masalah dalam keluarga besar
  • Waktu kunjungan anak
  • Efek dari masalah yang terus berlanjut antara orangtua

Sehingga sulit bagi mereka menemukan waktu yang tepat untuk menjalani hubungan asmara dengan orang lain, untuk mempertahankan hubungan asmara anda terkadang anda berinisiatif untuk melakukan hal yang spontan. Sehingga meminta pasangan untuk meluangkan waktu agar rencana anda terealisasikan. Akan tetapi ia tidak dapat menyanggupinya.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Menikah Karena Dijodohkan Oleh Orangtua Apakah Anda Akan Bahagia

Menikah Karena Dijodohkan Oleh Orangtua? Apakah Anda Akan Bahagia?

Menikah Karena Dijodohkan Oleh Orangtua? Apakah Anda Akan Bahagia?

Masih ingat dengan cerita Siti Nurbaya? Cerita rakyat berasal dari kota padang yang mengisahkan seorang wanita yang terpaksa dinikahkan oleh orangtuanya karena tidak mampu membayar hutang pada Datuk Maringgih. Meskipun populer beberapa tahun silam, saat ini ternyata masih banyak orang yang menikah karena dipaksa atau dijodohkan oleh kedua orangtuanya.Menikah Karena Dijodohkan Oleh Orangtua Apakah Anda Akan Bahagia

Apakah pernikahan yang dijodohkan selalu bahagia?

Saat anda memutuskan untuk menikah dengan seseorang tentu anda berharap jika pernikahan yang dijalani akan berakhir bahagia. Baik kalangan pria maupun wanita, pasti menginginkan pasangan hodup yang tulus, jujur dan setia menemani suka maupun duka. Membahas mengenai pernikahan, sebenarnya bukan hanya menyatukan kedua pasangan saja, namun kedua keluarga pun turut disatukan. Sehingga diharapkan dari kedua pihak akan dapat saling terikat dan mendukung satu sama lainnya. Pernikahan memang perlu banyak persiapan, bukan hanya dari segi materil namun emosional, fisik, dan psikologis pun turut dipersiapkan.

Untuk itu ada baiknya tidak ada paksaan atau melakukannya dengan tegesa-gesa. Jika pun pepatah mengatakan siapa cepat ia yang dapat, maka hal ini tentu tidak berlaku dalam pernikahan. seperti yang dibilang menikah memerlukan banyak persiapan secara lahir dan batin. Jika dirasa anda belum siap untuk menikah, maka tak ada salahnya untuk menundanya dan hal ini tidak akan mengurangi perasaan bahagia menikmati hidup. Namun, jika kondisinya orangtua mulai gelisah dan memaksa anda untuk segera menikah karena usia yang telah matang. Bahkan mereka merencanakan  perjodohan untuk anda, akan tetapi apakah semua itu menjamin anda bahagia?

Dari beberapa pasangan yang menikah dengan cara dijodohkan oleh kedua orangtuanya, merasa hal ini bukan sebuah masalah. Apalagi rasa cinta dapat dibangun bersama dalam sebuah pernikahan serta kedekatan keduanya dapat terjadi seusai resmi menjadi suami istri. Bagi mereka, pernikahan dengan cara ini justru akan mendatangkan kebahagiaan.

Namun, ada beberapa pasangan lain yang mengatakan perjodohan yang dilalui justru menjadi hal yang menyakitkan. Dalam berberapa kasus bahkan mereka terpaksa berpura-pura bahagia atas pernikahannya demi menyenangkan hati kedua orangtua dan mertua mereka. Menikah karena dijodohkan terkadang menjadi luka bagi suami atau istri karena harus berpura-pura menyayangi pasangan dan harus melakukan kewajiban masing-masing dengan setengah hati.

Apa yang harus dilakukan? Menolak atau jalani?

Memaksakan diri untuk menikah karena usia yang telah matang dengan cara perjodohan, dimana anda belum mengenal baik calon pasangan anda sebelumnya. Tentu ini bukan hal yang mudah untuk anda terima begitu saja. apalagi, diawal perjodohan anda tak bisa merasakan kenyamanan, perasaan tenang dan bahagia.

Menikah karena kondisi seperti ini tentu dampak pada diri anda, di satu sisi nama keluarga akan terjaga baik. Namun di sisi lain perjodohan terkadang menjadi luka, saat pasangan yang dijodohkan dengan anda tidak sesuai dengan yang diharapkan. Meskipun demikian tak selamanya perjodohan berakhir pada kesengsaraan. Selama kedua pasangan saling membangun cinta dan saling menerima satu sama lain dengan ikhlas. Pernikahan tersebut bisa dapat mendatangkan kebahagiaan yang luar biasa. Namun jika dari awal anda dan calon pasangan merasa tidak ada kecocokan dan merasa ragu jika perjodohan tersebut. maka tak ada salahnya untuk menolak perjodohan dan menunda pernikahan. Melangsungkan pernikahan memerlukan hati yang besar dan persiapan lahir batin. Maka dari itu yakinkan diri anda sebelum mantap menikahi dia.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Selaput Dara Yang Tidak Robek Saat Pertama Kali Berhubungan Seks Tanda Jika Tidak Perawan?

Selaput Dara Yang Tidak Robek Saat Pertama Kali Berhubungan Seks Tanda Jika Tidak Perawan?Selaput Dara Yang Tidak Robek Saat Pertama Kali Berhubungan Seks Tanda Jika Tidak Perawan?

Keutuhan selaput dara seorang wanita identik dengan tanda keperawanan.  Selain itu, masyarakat bahwa keperawan seorang wanita sebagai kehormatan dan nama baik keluarga. Selaput dara atau hymen adalah simbol kesucian dan moralitas seseorang wanita yang setiap terhadap agama, budaya serta keluarganya.

Membahas mengenai keperawanan, tentu berbagai mitos dan kepercayaan masyarakat begitu simpangsiur terdengar. Tak heran jika selaput dara dan keperawanan masih dianggap sebagai hal yang tabu untuk dibicarakan di kalangan sebagian masyarakat khususnya wanita.

Apa itu keperawanan?

Perawan sering diartikan sebagai wanita yang belum pernah melakukan seks, sedangkan seks memiliki berbagai cakupan yang bervariasi. Banyak orang yang menganggap seks merupakan aktivitas penetrasi penis ke dalam vagina. Definisi tersebut sangatlah sempit karena mengesampingkan tipe seks lainnya. Beberapa orang yang belum pernah melakukan penetrasi vagina bukan menganggap dirinya sebagai perawan karena sudah pernah melakukan tipe seks lain seperti anal atau oral.

Sebagian orang percaya jika keperawanan bersumber dari persetujuan (keinginan dan menyetujui untuk melakukan hubungan seksual dari setiap pihak yang terlibat). Jadi, banyak yang menganggap jika hubungan seks yang berlandaskan paksaan tidak dianggap jika seseorang bukan perawan lagi.

Apa itu selaput dara?

Selaput dara merupakan jaringan kulit tipis yang melapisi bukaan vagina. Anggapan banyak orang yang mengira jika selaput dara tersebut menutupi keseluruhan vagina. Padahal hymen memiliki berbagai jenis tingkat elastisitas dan ketebalan yang berbeda, serta memiliki bukaan (setiap wanita memiliki bentuk bukaan yang berbeda) untuk memungkinkan darah menstruasi dan cairan tubuh lainnya dapat mengalir keluar.

Pada dasarnya selaput dara memiliki selebar ukuran jari, namun bukaan tersebut tak selamanya berbentuk lubang donat. Untuk beberapa wanita, beberapa selaput dara mereka berbentuk injakan tangga, namun ada pula yang berbentuk seperti lubang-lubang kecil pada seluruh bagian hymen. Dalam kasus yang cukup langka, bukaan bisa terlihat sangat kecil sehingga jari, tampon atau penis mungkin tidak bisa menembus lapisan tersebut dengan mudah bahkan sampai tidak bisa sama sekali. Bahkan ada beberapa wanita yang lahir tanpa selaput dara dalam vaginanya.

Jika seorang anak perempuan menginjak masa pubertas dan tubuh mulai memproduksi hormon estrogen, hal ini dapat menyebabkan hymen berubah tekstur dan menyediakan halangan ‘semu’ yang bermanfaat untuk menikmati hubungan seks tanpa merasa sakit.

Saat ini belum diketahui secara pasti fungsi dari selaput dara. Namun dalam satu teori mengatakan jika hymen ada untuk melindungi bukaan dan daerah sekitanya selama permulaan masa pertumbuhan wanita

Apakah selaput dara robek, tanda tidak perawan?

Mayoritas masyarakat menjadikan keutuhan selaput dara sebagai tolak ukur keperawanan seorang wanita. Padahal keperawanan tidak dapat diukur atau dibuktikan dari pemeriksaan fisik vagina. Selaput dara yang robek saat melakukan hubungan seks pertama kali dapat menyebabkan pendarahan sementara dan sedikit rasa tidak nyaman. Padahal selaput dara bisa saja robet karena kondisi lainnya seperti masturbasi (sengaja memasukkan jari atau mainan seks ke dalam vagina), memasukan tampon, penyisipan speculum saat melakukan pemeriksaan dokter ginekolog, atau melakukan olahraga fisik lainnya (misalnya berkuda, bersepeda, atau senam).

Bahkan beberapa wanita tidak sadar jika selaput dara mereka telah robek, terutama jika hal tersebut tidak terjadi ketika berhubungan seks. Karena robeknya hymen dapat terjadi tanpa ada pendarahan atau rasa sakit.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Kesalah Pengantin Baru Saat Berhubungan Seks Di Malam Pertama

Kesalahan Pengantin Baru Saat Berhubungan Seks Di Malam Pertama

Kesalahan Pengantin Baru Saat Berhubungan Seks Di Malam PertamaKesalah Pengantin Baru Saat Berhubungan Seks Di Malam Pertama

Malam pertama merupakan salah satu momen yang ditunggu-tunggu oleh kedua mempelai pengantin. Pada saat ini, pengantin baru bisa menghabiskan waktu bedua di kamar dan sudah diperbolehkan untuk melakukan berbagai aktivitas berdua termasuk dalam berhubungan intim. Akan tetapi ternyata banyak beredar mitor masyarakat yang menyebabkan perasaan kedua pengantin baru berkecamuk karena tidak sesuai dengan ekspetasi mereka, salah satunya adalah rasa nyeri yang dirasakan oleh wanita saat sedang berhubungan intim pertama kali.

Rasa nyeri yang muncul saat anda berhubungan intim pada malam pertama dapat dilihat dari dua sisi, yaitu sisi psikologis serta sisi medis. Misalnya adanya infeksi pada bagian intin atau penyakit lainnya yang membuat hubungan seks anda menjadi tidak nyaman. Namun ada beberapa faktor lain yang menyebabkan malam pertama terasa menyakitkan sehingga tak jarang beberapa wanita mengaku sedikit trauma. Untuk lebih jelasnya anda dapat menyimak pembahasan di bawah ini.

1.      Perasaan gugup dan stres

Seks adalah interaksi paling intim yang terjadi antara dua manusia, seks mengkombinasikan kenikmatan fisik serta hubungan emosional kedua pasangan. akan tetapi bagi pengantin baru, seks merupakan hal yang baru. Adalah hal yang wajar jika kedua mempelai merasa gugup ataupun khawatir saat sedang melakukannya.

Pada dasarnya hubungan intim membutuhkan pikiran yang rileks saat melakukannya. Jika pikiran seseorang telah stres karena reaksi pasangan ataupun ketakutan tidak dapat memuaskan gairah seksual yang dirinya atau pasangan miliki, maka hubungan seks menjadi tidak nyaman.

2.      Memaksakan diri untuk melakukan hubungan seks di malam pertama

Ungkapan ‘malam pertama’ sangat erat dengan hubungan seksual yang dilakukan pada malam pertama setelah resmi menjadi pasangan suami istri. maka tak sedikit pengantin baru yang berpikir hubungan seksual perlu dilakukan pada malam setelah mereka menikah. Padahal, bisa saja anda dan pasangan, sama-sama kelelahan setelah menyelenggarakan perta resepsi sehingga tidak mampu melakukan aktivitas seks. Jika harus memiliki, mungkin ada baiknya anda memilih beristirahat atau tidur.

Saat kondisi fisik dan psikos anda lelah maka hubungan seks menjadi tidak maksimal. Jika memang tubuh anda belum siap, sebaiknya jangan paksakan tak ada salahnya bila anda menunda ‘malam pertama.’ Apabila anda dan pasangan memaksakan diri hubungan seks akan berujung pada rasa sakit.

3.      Tidak tahu harus memulai hubungan seks

Banyak pasangan pengantin baru yang tak memiliki bekal pengetahuan yang cukup mengenai seks. Terkadang mereka enggan mencari tahu sendiri bagaimana cara untuk memulai hubungan intim. Sehingga saat malam pertama mereka hanya saling berdiam diri dan merasa kikuk karena tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Untuk itu sambil menyiapkan pernikahan tak ada salahnya anda mencari informasi mengenai foreplay, intercourse dan after play baik melalui media atau bertanya langsung kepada ahli. Sehingga hubungan seks anda terasa lebih rileks, menyenangkan, dan meminimalisir rasa sakit.

4.      Malu untuk berinisiatif

Saat sudah resmi menjadi pasangan suami istri, seharusnya tidak ada hal yang diragukan untuk dibicarakan bersama, salah satunya adalah hubungan intim yang dapat meningkatkan keharmonisan. Namun, jika anda dan pasangan belum terbiasa membicarakan hubungan seks atau masih bingung menghadapi pasangan saat di ranjang, maka keinginan untuk berinisiatif hanya bisa dipendam. Padahal inisiatif mengenai seperti apa sentuhan tubuh yang anda sukai akan mempermudah hubungan seks.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Kapan Saatnya Pasangan Pengantin Baru Untuk Melakukan Hubungan Seks Pertama Kali?

Kapan Saatnya Pasangan Pengantin Baru Untuk Melakukan Hubungan Seks Pertama Kali?

Kapan Saatnya Pasangan Pengantin Baru Untuk Melakukan Hubungan Seks Pertama Kali?Kapan Saatnya Pasangan Pengantin Baru Untuk Melakukan Hubungan Seks Pertama Kali?

Malam pertama merupakan waktu pertama kalinya pasangan suami istri berbuhungan seks. Namun tak sedikit pasangan suami istri yang terkadang melewatkannya, masih banyak diantara mereka yang kebingungan waktu yang ideal bagi mereka untuk melakukan hubungan seks. Meskipun beberapa pasangan memilih untuk menunda malam pertamanya, namun ada pasangan yang langsung melakukan hubungan seks usai pesta pernikahan.

Apakah malam pertama adalah waktu ideal untuk bercinta?

Terkadang menyelenggarakan pesta pernikahan terkadang membuat kedua pasangan merasa lelah dan tidak bergairah untuk melakukan aktivitas di atas ranjang, apalagi jika pesta tersebut dilakukan di malam hari. Meskipun melakukan hubungan seks, pada akhirnya kedua pasangan tidak dapat menikmatinya. Sehingga seks terasa tidak nyaman dan menyakitkan.

Menurut pakar kesehatan seksual Dr. Andri Wanananda M.S dalam situs health detik mengungkapkan saat pasangan suami istri ingin melakukan hubungan seks di malam pertamanya, maka yang harus diperhatikan adalah kedua pasangan dalam keadaan bugar, baik secara fisik ataupun psikis. Jika dirasa masih letik untuk melakukan hubungan seks di malam pertama, maka sebaiknya tidak usah dipaksakan.

Fakta dan mitos mengenai malam pertama

Bila memaksakan malam pertama maka pasangan pengantin baru tidak dapat mencapai hubungan seks yang ideal dan sehat. Aspek kesehatan yang dimaksudkan adalah tidak ada rasa nyeri, kedua pasangan dapat mencapai kenikmatan seksual atau orgasme, serta hubungan seks harus diakhiri dengan wellness atau kasih sayang.

Akan tetapi menurut Dr. Andri sebagai pasangan suami istri yang baru resmi menikahperlu memahami 3 fungsi dalam berhubungan seksual. 3 fungsi tersebut adalah fungsi reproduksi (menghasilkan keturunan), fungsi rekreasi (mencapai kenikmatan seksual atau orgasme) yang terakhir kasih sayang.

Berbagai fantasi liar yang terkadang mengiringi malam pertama sering dialami pasangan pengantin baru. Mulai dari membuat moment romantis, seperti memenuhi kamar dengan lilin-lilin atau taburan bunga. Bukan hanya itu saja, terdapat mitos yang dipercayai oleh masyarakat mengenai darah yang keluar dari vagina wanita saat pertama kali berhubungan seks.

Dilangsir dari laman She Knows, mitos lain yang berkembang mengenai malam pertama adalah mengalami orgasme yang berlangsung beberapa kali baik wanita maupun pria. Atau mitos yang mengatakan ukuran penis mempengaruhi orgasme wanita. Berbagai mitos tersebut muncul akibat dari adegan seks yang ditunjukan dalam beberapa film porno.

Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Brand lingerie Bluebella, Inggris telah mematahkan mitos berbagai mitos tersebut. survei tersebut diikuti 1000 orang dewasa. Hasil yang didapatkan lebih dari 52 persen pasangan pengantin baru menghabiskan malam pertamanya tanpa melakukan hubungan seks. para partisipan mengaku pengalaman malam pertama dilewatkan dengan alasan terlalu lelah seusasi pesta pernikahan. apa yang menjadi fantasi pasangan mengenai malam pertama dibentuk dari cerita novel dan pengaruh film.

Malam pertama terkadang menjadi malam yang dinantikan kedua pasangan karena pertama kalinya mereka melakukan aktivitas seksual berdua. Namun malam pertama bukan berarti waktu yang ideal bagi pasangan untuk melakukan hubungan intim tersebut. waktu yang ideal sebenarnya saat kedua pasangan berada dalam kondisi sehat dan tidak keleleahan. Tak ada salahnya sambil menyiapkan pesta pernikahan anda dan pasangan berdiskusi kapan saatnya berhubungan seks, diskuis tersebut akan mempermudah anda merakan kenikmatan seksual.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Tanda Jika Anda Belum Siap Melanjutkan Hubungan Yang Serius Dengan Pasangan

Tanda Jika Anda Belum Siap Melanjutkan Hubungan Yang Serius Dengan Pasangan

Tanda Jika Anda Belum Siap Melanjutkan Hubungan Yang Serius Dengan PasanganTanda Jika Anda Belum Siap Melanjutkan Hubungan Yang Serius Dengan Pasangan

Tak sedikit orang yang ingin langsung melanjutkan hubungan asmaranya ke jenjang yang lebih serius, padahal sebenarnya ia belum sepenuhnya siap. Sebenarnya hal itu wajar dialami khususnya bagi mereka yang usia hubungannya terbilang baru. Yang jelas, jangan sampai anda dan pasangan memutuskan untuk berkomitmen ke hubungan yang lebih serius karena paksaan, baik dari dalam diri maupun pihak luar. Akan tetapi, baik anda maupun pasangan sama-sama sudah yakin tak ada masalah jika ingin langsung melanjutkan hubungan ke pernikahan. namun ada baiknya anda menyimak beberapa tanda di bawah ini yang menunjukan jika anda belum siap untuk menikah meskipun anda berdua sama-sama yakin, antara lain:

1.      Anda belum tahu apa yang sebenarnya diinginkan

Walaupun saat ini anda telah memiliki pasangan bukan berarti anda benar-benar menginginkan hubungan asmara tersebut. mungkin saja keinginan anda untuk memiliki pasangan hanya karena takut merasa kesepian, ingin balas dendam, atau tekanan sosial. Ingatlah, jangan sampai nekat untuk hidup dengan seseorang jika anda belum tahu apa yang sebenarnya diinginkan. Pastikan juga jika pasangan memiliki keyakinan yang sama. jujurlah dengan diri sendiri, serta beritahu pasangan mengenai harapan dan ekspektasi anda terhadap hubungan ini sejelas mungkin.

2.      Anda belum pernah bertengkar dengan pasangan sebelumnya

Pasangan yang kompatibel bukanlah mereka yang tidak pernah bertengkar. Umumnya semua pasangan pasti pernal melalui hal itu, mereka harus mendiskusikan perbedaan serta kebutuhan masing-masing sehingga hubungan menjadi sehat. Pasangan yang tidak pernah bertengkar justru menunjukan mereka tidak pernah menyampaikan penolakan. Mereka cenderung diam dan menghindari masalah, pasangan seperti ini justru tidak siap untuk melanjutkan hubungannya ke jenjang yang lebih serius.

3.      Anda berdua belum menemukan gaya komunikasi yang tepat

Saat dibuai asmara, segala masalah yang terjadi dapat mudah dilupakan. Sehingga anda berdua tidak sempat membentuk fondasi komunikasi yang baik bagi kedua pihak. Hubungan yang sehat didasari oleh komunikasinya, hal ini dapat dilihat dari apakah anda berani terbuka dengan pasangan saat sedang membahas sesuatu. Jika anda masih takut membicarakannya tentu itu tandanya anda belum siap untuk melanjutkan hubungan yang lebih serius.

4.      Salah satu pihak belum siap menjalani hubungan yang serius

Ini adalah salah satu hal yang paling sulit, untuk itu perlu adanya kejujuran masing-masing. Jika anda ingin lebih serius sedangkan pasangan masih ungin bermain-main. Tentu anda berdua tidak pernah bisa serius di kemudian hari. Untuk itu pastikan baik anda maupun pasangan memiliki tujuan yang jelas dalam hubungan asmara ini.

5.      Anda dan pasangan belum berkenalan dengan teman satu sama lain

Pertemanan merupakan salah satu aspek terpenting dalam hidup seseorang. Umumnya teman juga membantu anda menilai apakah pasangan anda cocok dengan menjadi pendamping anda atau tidak. Itulah sebabnya sebelum menjalin hubungan yang lebih serius ada baiknya kedua pasangan saling memperkenalkan teman masing-masing. Bertemu dengan teman masing-masing akan membantu anda berdua apakah layak hubungan berlanjut ke hubungan yang lebih serius.

6.      Anda merasa tertekan jika hubungan berlanjut ke jenjang yang lebih serius

Mungkin anda belum ingin menikmati kesendirian atau belum terlalu mencintai pasangan saat ini. atau mungkin anda masih memerlukan waktu, sebenarnya bukan masalah. Pastikan anda memutuskan untuk lebih serius bukan karena merasa tertekan baik dari keluarga, lingkungan sosial ataupun pasangan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Apa Yang Harus Dilakukan Saat Cinta Anda Tak Direstui Orangtua?

Apa Yang Harus Dilakukan Saat Cinta Anda Tak Direstui Orangtua?

Apa Yang Harus Dilakukan Saat Cinta Anda Tak Direstui Orangtua?Apa Yang Harus Dilakukan Saat Cinta Anda Tak Direstui Orangtua?

Menjalin hubungan asmara ke jenjang yang lebih serius tentu tidak hanya bermodalkan cinta saja. ada restu orangtua yang harus dilewati pasangan. namun sayangnya, ada beberapa pasangan yang harus berjuang untuk mencapai impian bersama karena hubungan yang tak direstui orangtua. Memang tak mudah untuk mendapatkan restu orangtua, jika dalam situasi ini kira-kira apa yang harus anda lakukan?

Saat hubungan anda tidak direstui orangtua

Membangun pernikahan bukan hanya tentang anda dan pasangan saja, namun ada peran orangtua yang perlu anda pertimbangkan pendapatnya. Terkadang orang yang anda terbaik justru sebaliknya bagi orangtua. Saat cinta anda tidak mendapatkan restu dari orangtua, janganlah terpuruk. Cobalah bersikap lebih tenang dan melakukan beberapa hal berikut ini agar anda dapat mengambil keputusan yang bijak:

1.      Tanyakan pada orangtua apa alasan yang jelas

Tentu orangtua memiliki alasan khusu mengapa mereka tak menyetujui hubungan anda dan pasangan. dibandingkan anda meluapkan emosi dan perdebatan panas dengan mereka, lebih baik tanyakan alasan yang mereka miliki. Tanyakan pada mereka apa yang membuatnya tidak menyukai pasangan apakah karena perbedaan suku, ras, pekerjaan yang kurang mapan, latar belakang keluarganya, sikap dan lain sebainya.

Orangtua sering kali memiliki naluri sendiri saat melihat kekasih sang anak, mereka memiliki penilaian apakah ia pantas atau tidak untuk mendampingi anda. Untuk itu, sebaiknya anda tanyakan secara baik-baik pada pasangan. setelah anda mengetahui alasan yang jelas, maka anda bisa mencari solusi yang tepat.

2.      Bicarakan dengan kepala dingin

Setelah anda tahu alasan orangtua, cobalah bicarakan hal tersebut dengan kepala dingin. Ajaklah orangtua untuk berbicara dari hati ke hati, anda bisa mengungkapkan bagaimana perasaan anda pada pasangan secara pasangan. ceritakan nilai-nilai plus yang dimiliki pasangan menurut anda. Intinya cobalah mendiskusikan masalah ini, karena tidak selamanya pilihan orangtua itu benar dan begitu pula dengan pilihan anda.

3.      Jangan bersikap memihak

Saat hubungan anda tak mendapatkan restu, sebaiknya anda tidak memihak. Meskipun rasanya ingin membela pasangan, namun sebenarnya ini bukan tentang soal mana yang benar dan salah. Akan lebih baik anda berfokus dengan menemukan solusi yang tepat dan menguntungkan kedua belah pihak secara bersama-sama.

4.      Jangan mencoba untuk merahasiakan hubungan anda

Saat hubungan tidak mendapatkan restu, terkadang sebagian orang justru memilih untuk menjalin hubungan backstreet (pacaran diam-diam). Jangan sampai anda mengatakan jika telah putus dengan pasangan, karena merasa takut bila orangtua meminta anda menjauh darinya. Justru ada baiknya anda melibatkan pasangan dalam berbagai acara keluarga. Selain untuk mendekatkan pasangan dengan orangtua, hal ini akan membuat orangtua menilai langsung sikap dan perilaku pasangan anda.

5.      Jangan menutup mata

Saat orangtua melihat dia bukanlah pasangan yang baik bagi anda dengan berbagai kenyataan yang ditunjukan, maka janganlah menutup mata. Jangan sampai anda dibutakan oleh cinta sehingga mengabaikan berbagai kenyataan yang jelas-jelas menunjukan jika pasangan bukan orang yang tepat bagi anda.

Justru ada baiknya anda mendengarkan nasehat orangtua. Anda harus percaya jika mereka menginginkan yang tebaik untuk anda, termasuk dalam hal pasangan hidup. Siapa yang tahu jika hubungan yang tak direstui adalah tanda jika anda dan pasangan belum layak melangkah ke jenjang pernikahan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

3 Cara Mencegah Pertengkaran Dengan Pasangan Menjelang Hari Pernikahan

3 Cara Mencegah Pertengkaran Dengan Pasangan Menjelang Hari Pernikahan

3 Cara Mencegah Pertengkaran Dengan Pasangan Menjelang Hari Pernikahan3 Cara Mencegah Pertengkaran Dengan Pasangan Menjelang Hari Pernikahan

sumber gambar: Freepik

Terkadang banyak pasangan yang justru bertengkar menjelang hari pernikahannya, hal ini biasanya disebabkan oleh perbedaan pendapan dengan pasangan ataupun kedua keluarga. Apalagi, saat sedang kerepotan mengurus hal-hal kecil seperti pesta resepsi dan akad nikah rasanya membuat anda dan pasangan menjadi lebih sensitif dan mudah memperdebatkan apa saja. Eitss…. tenang jangan buru-buru cemas atau merasa takut akan pernikahan, pertengakaran saat menanti hari pernikahan ternyata dapat dicegah, simak pembahasannya di bawah ini.

Mencegar pertengkahan menjelang pernikahan

Menghadapi konflik menjelang pernikahan tampaknya hampir semua pasangan mengalaminya. Terkadang hal ini membuat anda berpikir apakah anda benar-benar siap menikah atau justru anda yang kurang cocok dengan pasangan.

Namun, tenang dulu pertengkaran mendekati hari pernikahan adalah hal yang wajar, bahkan berdampak baik bagi pasangan. dikutip dari Psychology Today, konflik dapat membantu anda mengenal kepribadian pasangan saat menghadapi masalah, begitu pun sebaliknya. Selain itu, anda berdua akan semakin memahami presepsi masing-masing, jika konflik tersebut berhasil ditangani dengna baik, maka kedekatan dan keintiman anda dan pasangan akan meningkat.

Namun ada baiknya jika konflik tersebut dapat anda cegah sebelumnya. Simak beberapa tipsnya berikut ini:

1.      Selalu terbuka terhadap pasangan

Kunci agar anda tidak bertengkar menjelang pernikahan adalah selalu terbuka dengan masalah apapun. Apalagi jika ini terkait keuangan, uang terkadang menjadi salah satu pemicu konflik bagi pasangan. bahkan isu ini bisa semakin berkembang saat anda sudah resmi menikah. Pertengkaran mengenai keuangan umumnya terjadi saat pasangan atau anda kurang terbuka dengan mengenai budget atau angka pasti dari anggaran pernikahan. agar anda dapat terhindar dari konflik pastikan anda dan pasangan sama-sama terbuka dan berdiskusi menengenai hal apapun terutama keuangan.

Bicarakan secara terang-terangan mengenai berapa banyak yang dihabiskan untuk membayar pakaian dan make up pernikahan, dekorasi, katering, cetak undangan, dan lain sebagainya. Dengan demikian maka tak ada pihak yang merasa terbebani oleh pernikahan tersebut.

2.      Pilihlah solusi yang sama-sama menguntungkan

Terkadang merencanaka hal-hal kecil mengenai pernikahan menjadi sebuah perdebatan bagi anda dan pasangan misalnya, konsep resepsi, hidangan untuk tamu, jumlah tamu yang diundang dan lain-lain menjadi sebuah perdebatan bagi calon pengantin. Ditambah lagi jika keluarga memiliki permintaan khusus terkait pernikahan tentu membuat anda dan pasangan semakin pusing.

Cobalah untuk menyatukan pikiran diri anda sendiri, pasangan hingga kedua keluarga. Dengarkan setiap pendapat dan perspektif semua orang, dan kemudian ambillah jalan tengah agar tak merugikan siapa pun. Hindari sikap mau menang sendiri atau merasa pendapat andalah yang paling benar. Cobalah menempatkan diri sendiri sebagai pasangan anda atau orang-orang di sekitas anda, dengan begitu anda akan mempu menerima perbedaan pendapat.

3.      Diskusi dengan tenang

Jika anda mengalami kesulitan dalam mengontrol emosi dan ada potensi konflik dalam hubungan anda, maka cobalah menenangkan diri terlebih dahulu. Hindari pembicaraan menggunakan nada tinggi karena hal ini akan memancing emosi pasangan dan masalah tak akan selesai.

Jika anda merasa perlu menjauh sebentar dari pasangan maka katakan padanya bahwa anda butuh waktu untuk sendiri, namun ingat jangan terlalu lama anda menjauh. Karena hal ini akan memicu kesalahpahaman dan pertengkaran akan semakin besar.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Tanda Perasaan Insecure Dalam Hubungan Asmara Anda

Tanda Perasaan Insecure Dalam Hubungan Asmara Anda

Tanda Perasaan Insecure Dalam Hubungan Asmara AndaTanda Perasaan Insecure Dalam Hubungan Asmara Anda

Menjalin hubungan cinta dengan seseorang tandanya anda akan bersikap terbuka dan berbagi hal-hal intim dengan pasangan. akan tetapi tak jarang muncul rasa insecure saat anda menjalani hubungan dengan pasangan. mengapa demikian? Simak pembahasan lebih lengkap di bawah ini.

Penyebab perasaan insecure dalam hubungan asmara

Dikutip dari situs Good Therapy, rasa tidak aman atau insecure yang muncul dalam hubungan bisa dikarenakan oleh rasa tidak percara diri yang mungkin diakibatkan dari pengalaman tertentu seseorang. Jika rasa ketidakpercayaan diri tersebut berhasil anda atasi, maka rasa insecure mungkin saja tidak terlalu berdampak pada hubungan anda.

Pengalaman yang tidak menyenangkan dapat menimbulkan rasa insecure

Sebetulnya tidak ada penyebab spesifik kenapa seseorang merasakan insecure. Namun, umumnya perasaan ini muncul diakibatkan oleh pengalaman traumatis, misalnya perceraian orangtua maupun dialami sendiri, atau kehilangan seseorang dengan cara yang menyakitkan.

Pengalaman lain yang dapat mengakibatkan perasaan insecure adalah merasa sakit hati karena diperlakukan semena-mena oleh orang lain. Misalnya saja, perasaan ini akan muncul ketika hubungan anda kandas karena pasangan telah berselingkuh.

Tanda hubungan yang didominasi oleh perasaan insecure

Memiliki perasaan insecure tentu akan membuat anda sulit mempercayai pasangan. hal ini tentu akan berdampak buruk bagi kelangsungan hubungan asmara anda, agar perasaan insecure tidak memberikan pengaruh buruk yang besar terhadap hubungan anda. Ada baiknya anda mengenali ciri-cirinya simak penjelasanya antara lain:

1.      Sulit untuk menangkan diri

Jika anda termasuk orang yang sering panik saat pasangan sulit dihubungi, meskipun saat itu anda tahu bahwa pasangan sedang bekerja atau melakukan aktivitas lain. Seseorang yang memiliki perasaan insecure cenderung merasa tidak tenang saat pasangan tidak berada di sampingnya meskipun hanya sebentar. Sehingga hal ini berakibat anda akan berpikir terlalu jauh bahkan berprasangka buruk terhadap pasangan. pikiran inilah yang membuat anda merasa akan kehilangan pasangan.

Jika anda atau pasangan sering mengalami hal ini, maka ingatlah hubungan yang tidak sehat berawal dari perasaan tidak aman, sehingga sulit bagi seseorang untuk mempercayai pasangannya, begitupun sebaliknya.

2.      Terus menuntut kasih sayang dari pasangan

Selain pikiran buruk anda yang berlebihan, perasaan insecure dalam hubungan akan membuat anda selalu menuntut pasangan untuk membuktikan perasaan cintanya. Semua orang tentu merasa senang saat dirinya dicintai oleh orang lain, namun jika perlakuan romantis terus diminta secara berlebihan tentu ini bukanlah hal yang wajar bagi pasangan.

Biasanya orang yang merasa insecure akan membandingkan perasaan yang diterima dengan perasaan yang ditunjukan pasangan terhadap orang lain. Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Waterloo mengungkapkan jika kebanyakan orang yang tidak percaya diri umumnya akan mendahului kebutuhan dirinya sendiri dan takut penolakan dari pasangannya.

3.      Menghindari konflik

Dalam sebuah hubungan perdebatan adalah hal yang wajar dan tanda jika hubungan asmara yang dijalani sehat. Terkadang perbedaan pendapat memang menimbulkan konflik, namun jika anda dan pasangan berusaha menutupinya tentu hal ini akan berakibat buruk terhadap hubungan. Menghindar dari konflik menjadi tanda adanya perasaan insecure dalam hubungan anda. Anda dan pasangan tidak dapat mengatakan hal yang sebenarnya dirasakan, sehingga komunikasi yang terbangun menjadi buruk.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!