Posts

Menjalin Hubungan Asmara Kembali Setelah Bercerai Dari Mantan Pasangan

Menjalin Hubungan Asmara Kembali Setelah Bercerai Dari Mantan Pasangan

Menjalin Hubungan Asmara Kembali Setelah Bercerai Dari Mantan Pasangan

Perceraian memang memberikan luka tersendiri bagi kedua pihak baik laki-laki maupun wanita. Mengulang segalanya dari awal demi menjalin hubungan cinta yang baru merupakan langkah berani bagi keduanya. Akan tetapi, tentu masih tersimpan rasa takut dalam hati mereka untuk kembali memulai hubungan setelah bercerai. Sebagian orang memang membutuhkan waktu yang tepat untuk menjalin hubungan yang baru. Namun, jika anda telah mengumpulkan rasa percaya diri dan siap memulai hubungan baru setelah bercerai. Berikut ini adalah tips yang dapat anda lakukan.

Menjalin Hubungan Asmara Kembali Setelah Bercerai Dari Mantan Pasangan

Sumber : Freepik

Langkah memulai hubungan baru setelah bercerai

Mungkin sebagian dari anda mengira jika adakan yang ingin mencintai anda meskipun mengalami telah kegagalan rumah tangga? Entah berapa pun usia anda saat ini, namun selalu ada kesempatan untuk memulai hubungan baru. Tentu ini menjadi tantangan yang menyenangkan untuk mengawali langkah baru dalam hidup. Jiwa yang kembali mudah dan siap untuk memulai hubungan baru.

1.      Terima diri anda apa adanya

Menerima kondisi anda saat ini dan mencintai diri sendiri untuk meraih kebahagiaan tentu menjadi hal yang penting. Sebaiknya anda tetap bersosialisasi dengan teman lama atau komunitas baru. Beri kesempatan diri anda untuk melalui masa ini. memang ada saatnya anda membutuhkan waktu sendiri untuk menerima kenyataan. Namun, jika pada saatnya anda perlu terbuka dengan orang lain. Terkadang hidup dengan bersosialisasi merupakan cara terbaik untuk menyembuhkan diri dari luka masa lalu.

2.      Mulai dengan pelan-pelan

Apabila anda sudah menemukan seseorang yang disukai, cobalah untuk memulainya dengan perlahan. Misalnya dengan banyak berbincang mengenai berbagai topik atau kesukaan masing-masing. mulailah hubungan dengan percakapan sederhana disebuah coffe shop, tentu akan sangat menyenangkan. Hindari percakapan sensitif seperti membahas mengenai perceraian atau masalah pribadi.

3.      Cukup sebentar saja agar orang yang anda sukai penasaran

Jangan terlalu lama dalam pertemuan awal saat anda memulai hubungan dengan orang baru. Cukup berbincang sekitar 40 menit saja dan jangan lupa merencanakan pertemuan selanjutnya. Setidaknya hal ini akan membuat orang yang anda sukai penasaran. Tentu pertemuan berikutnya, akan ada banyak hal yang bisa anda ceritakan bersama dia. Secara perlahan, anda pun ikut mengenal dia dan mengira-ngira apakah dia orang yang tepat atau tidak.

4.      Jangan cari yang sama dengan mantan pasangan

Setiap orang ingin merasa hubungan yang tak asing baginya. Salah satu caranya adalah dengan menemukan calon yang mirip dengan sang mantan pasangan terdahulu. Terjebak dalam perasaan familiar justru secara tidak langsung membuat anda kembali terjebak dalam nostalgia.

Untuk itu, cobalah keluar dari zona nyaman dan cari orang yang memiliki karakter berbeda dari mantan pasangan terdahulu.

5.      Ingatlah jika selalu ada pilihan

Terkadang anda akan dihadapkan dengan berbagai pilihan hingga akhirnya menemukan sosok yang tepat untuk menjadi pendamping hidup baru. Jika dia saat ini bukanlah orang yang tepat maka anda masih memiliki pilihan lain. mulailah hubungan secara perlahan, memang membutuhkan waktu untuk kembali menemukan cinta sejati. Jika anda ingin memulai hubungan baru, tak ada salahnya jika mencoba nongkrong dengan teman kencan onlin. Akan tetapi ingat point utama adalah jangan melakukan segala hal dengan tergesa-gesa.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Perceraian Menimbulkan Berbagai Masalah, Simak Cara Tepat Mengatasinya

Perceraian Menimbulkan Berbagai Masalah, Simak Cara Tepat Mengatasinya

Perceraian Menimbulkan Berbagai Masalah, Simak Cara Tepat Mengatasinya

Setiap pasangan tentu tidak ingin pernikahannya berakhir pada perceraian, bagi mereka ini adalah hal buruk dalam pernikahannya. Tak jarang perceraian selalu menimbulkan berbagai polemik bukan hanya dari kedua pasangan saja namun juga anak, sahabat, serta keluarga besar. Tak jarang banyak pasangan yang merasa kewalahan dengan berbagai masalah untuk muncul saat hubungan pernikahan sedang di ujung tanduk.Perceraian Menimbulkan Berbagai Masalah, Simak Cara Tepat Mengatasinya

Berikut ini ada beberapa solusi yang dapat anda lakukan dalam menghadapi masalah perceraian antara lain:

1.      Melakukan konseling pernikahan

Cara ini bisa dibilang cara yang paling efektif dalam menghadapi masalah perceraian dalam pernikahan anda. Akan tetapi, ternyata masih banyak pasangan yang menunggu sampai mereka benar-benar kewalahan dan putus asa terhadap pernikahannya, sebelum mempertimbangkan untuk melakukan konsultasi dengan seorang konselor pernikahan yang berkompeten.

Padahal datang ke konselor bukan berarti anda ingin pernikahan ini berakhir, justru ini tanda jika anda dan pasangan sama-sama menginginkan yang terbaik demi pernikahannya. Dengan melakukan konsultasi anda akan memperoleh tips dan solusi untuk berbagai masalah yang datang silih berganti. Sehingga tak heran melakukan konsultasi pernikahan dapat membuat hubungan pasangan suami istri menjadi lebih sehat dan langgeng.

2.      Menghadapi masalah perceraian dengan membicarakan mengenai kebutuhan masing-masing

Jika anda dan pasangan mengalami masalah dalam hal komunikasi, maka ada baiknya anda meminta bantuan penasehat pernikahan. Namun, jika masing-masing dari anda berdua dapat berbicara dan mendengarkan dengan cukup baik. Maka jangan ragu untuk membicarakan mengenai kebutuhan satu sama lain. Terkadang, pasangan ujungnya saling membenci karena mereka merasa kebutuhan tidak terpenuhi atau diabaikan.

Meskipun anda dan pasangan kini tinggal bersama dalam jangka waktu yang lama, bukan berarti anda berdua dapat membaca pikiran masing-masing. Cobalah untuk menurunkan ego anda berdua, saling berbagi akan membantu anda menemukan jalan keluar agar mengantisipasi terjadinya perceraian. Usahakan selama berbicara baik anda dan pasangan berada dalam kondisi tenang dan pikiran yang jernih.

3.      Habiskan lebih banyak waktu untuk bersama pasangan

Ada banyak kasus pernikahan yang bercerai yang disebabkan oleh kedua pasangan tak merasakan kebahagian. Hal ini karena mereka tak merasa seperti sedang berhubungan satu sama lain. Kondisi dapat terjadi saat mereka dalam tekanan keuangan, jadwal yang sibuk, serta kebutuhan anak yang lebih diprioritaskan dibanding harus menghabiskan waktu bersama.

Untuk itu, agar pernikahan anda menjadi lebih sehat lagi sehingga dapat bertahan dalam 5, 10, hingga 20 tahun ke depan. Cobalah untuk menciptakan waktu yang berkualitas bersama pasangan, anda bisa menyempatkan akhir pekan untuk berkencan atau berlibur. Sangat penting bagi kedua pasangan mengahabiskan waktu berdua agar mereka dapat memahami satu sama lain.

4.      Terima jika pasangan anda adalah manusia biasa, sama seperti anda

Anda tentu tahu jika pasangan anda adalah manusia biasa, sama seperti diri anda sendiri. akan tetapi masalahnya adalah saat anda berpikir unttuk semua hal yang membuat anda stres karena pasangan tak dapat memenuhi segala hal yang anda harapkan.

Ingatlah tak ada manusia yang tak luput dari salah. Namun, jika anda mampu menerima kelebihan dan kekurangan pasangan, maka anda akan semakin sadar tak ada hal yang perlu disesali atau dimarahi saat pasangan mengecewakan anda. Kesabaran, memaafkan, memahami dorongan dan cinta adalah kunci untuk hubungan pernikahan yang bertahan lama.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Menjaga Hubungan Baik Dengan Mantan Suami Atau Istri

Menjaga Hubungan Baik Dengan Mantan Suami Atau Istri

Menjaga Hubungan Baik Dengan Mantan Suami Atau Istri

Menjalin hubungan yang baik dengan mantan suami/istri tentu tak semudah kedengarannya. Ada banyak pasangan yang berpisah secara tidak baik sehingga rasanya mustahil untuk memperbaiki hubungan keduanya. Meski demikian, baik anda maupun mantan pasangan ada baiknya menjalin hubungan baik kembali setelah resmi berpisah. Apalagi jika anda berdua telah dikaruniai anak, meskipun kondisi anda dan dia telah berpisah namun peran orangtua bagi anak tak boleh diabaikan.Menjaga Hubungan Baik Dengan Mantan Suami Atau Istri

Akan tetapi bagaimana cara menjalin hubungan baik dengan mantan suami/istri? simak penjelasannya berikut ini:

1.      Jangan menjelekan mantan pasangan anda di depan anak

Anda mungkin masih menyimpan kemarahan, kekecewaan, bahkan kebencian pada mantan pasangan anda. Akan tetapi, jangan pernah anda tunjukan perasaan anda di depan anak. apalagi sampai menceritakan sifat buruk dan merendahkan mantan pasangan anda kepada mereka.

Membicarakan hal buruk mengenai pasangan artinya anda pun berpikir buruk mengenai anak. bagaimana pun anak termasuk bagian dari sang mantan suami/istri, apa pun yang terjadi semua tidak akan berubah. jangan sampai kondisi emosi anda mengambil alih dengan menceritan kesalahan atau menyudutkan mantan pasangan kepada anak-anak. hal ini berakibat pada tumbuhnya rasa benci anak terhadap salah satu orangtuanya. Mereka bisa berpihak pada anda namun bisa juga justru sebaliknya.

2.      Fokuslah pada masa depan anak

Dibandingkan terus menyimpan energi negatif kepada sang mantan pasangan, ada baiknya anda mengalihkannya pada energi positif. Contohnya anda menyiapkan masa depan anak anda. Meskipun anda dan dia tak lagi bersama, akan tetapi membesarkan anak tetap menjadi tanggung jawab berdua.

Diskusikan mengenai rencana apa yang telah anda berdua siapkan di masa depan misalnya tabungan pendidikan, asuransi kesehatan dan lain sebagainya. Perhitungkan baik berapa biaya yang harus digunakan setiap bulan untuk mencukupi kebutuhan tersebut. jika perlu, anda bisa saling bekerja sama untuk perencanaan keuangan, agar pembiayaan anak menjadi lebih terstruktur dan terencana. Entah akan hidup bersama siapa, masa depan anak tentu menjadi hal yang penting untuk dibicarakan dan perlu persiapan yang matang.

3.      Maafkan diri anda sendiri dan mantan suami/istri

Rasa bersalah, marah, dan benci tak seharusnya anda simpan, cobalah sekuat tenaga untuk berdamai dengan diri anda sekaligus dengan sang mantan pasangan. meskipun memaafkan tan semudah diucapkan, akan tentu hal ini akan membuat hubungan anda menjadi lebih baik meskipun telah berpisah.

Ingat tak ada manusia yang tak berbuat salah. Jadikan kesalahan anda dan pasangan sebagai bahan pembelajaran hidup, dengan memaafkan baik anda maupun mantan pasangan dapat bangkit dari keterpurukan.

4.      Atur waktu bersama anak

Banyak kasus perceraian yang membuat hak asuh anak menjadi mala petaka. Untuk menghindari hal tersebut ada baiknya anda berdiskusi dengan pikiran yang jernih. Bila perlu ajak pihak ketiga entah seorang konselor pernikahan ataupun pengacara untuk membahas hak asuh anak. Entah anda atau mantan pasangan yang memiliki hak asuh anak, masing-masing tentu memiliki hak untuk bertemu dan menikmati waktu bersama dengan anaknya. Jika anda berdua menginginkan anak merasa memiliki orangtua yang utuh. Maka jalinlah hubungan baik dengan mantan pasangan. jangan sampai anda harus memihak pada orangtua yang akan tiggal bersamanya saja. untuk itu tak ada salahnya untuk menjalin komunikasi baik via telepon maupun chatting.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

6 Cara Sederhana Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengatasi Trauma Pernikahan

6 Cara Sederhana Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengatasi Trauma Pernikahan

6 Cara Sederhana Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengatasi Trauma Pernikahan

Apa yang anda pikirkan saat mendengar kata ‘pernikahan’? Apakah bahagia karena akhirnya akan bersama dengan orang yang dicintai, atau justru takut dan ingin menghindarinya? Meskipun sebagian orang menyambut bahagia jika pasangan mengajaknya untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. namun ternyata tak sedikit orang yang merasa takut untuk berkomitmen.6 Cara Sederhana Yang Dapat Dilakukan Untuk Mengatasi Trauma Pernikahan

Hal ini disebabkan oleh perasaan trauma. Trauma merupakan respon psikologi yang dialami seseorang terhadap sebuah peristiwa traumatis yang menyulitkan, yang tak dapat diatasi sehingga membuatnya merasa tak berdaya. Ada berbagai macam bentuk trauma salah satunya adalah trauma menikah. Terdapat kecemasan yang berlebihan saat seseorang dihadapkan dengan pernikahan. penyebab dari trauma ini antara lain perceraian, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pengalaman tidak langsung yang dialami oleh orang terdekat saat mengalami kegagalan pernikahan.

Akan tetapi, trauma dapat ditangani dengan usaha yang keras dari kedua pasangan. berikut ini adalah cara yang dilakukan untuk mengatasi rasa trauma antara lain:

1.      Cari tahu apa penyebabnya

Tentu ada penyebab yang membuat anda merasa trauma, yaitu pengalaman traumatis baik secara langsung maupun tidak. Pengalaman secara langsung seperti saat anda mengalami perceraian atau kekerasan dalam rumah tangga pada pernikahan sebelumnya. Sementara pengalaman tidak langsung yaitu saat anda melihat orangtua sedang bertengkar hebat, hingga terjadi tindakan kekerasan atau perceraian yang dilakukan oleh orang terdekat.

Untuk itu coba kenali lebih dalam apa yang penyebab dari rasa trauma anda. Anda dapat mengingat hal tersebut secara perlahan.

2.      Terima kondisi anda dan yakin jika trauma ini dapat sembuh

Tenangkan diri anda, jangan terlalu menyalahkan diri sendiri. setiap orang tentu tak lepas dari kesalahan, namun hal itu bukan masalahnya sekarang. Ada baiknya anda mulai menerima kondisi sekarang ini, dan sadari jika anda mengalami trauma.

Setelah itu anda perlu yakin apabila rasa trauma tersebut dapat disembuhkan. Menerima kondisi dimana anda tak menginginkannya tentu memang sulit, namun bukan berarti mustahiil untuk dilakukan. Anda bisa memulainya pelan-pelan.

3.      Ingat tak ada hubungan yang sempurna

Tak ada hubungan yang sempurna, meskipun hubungan anda terlihat sempurna di mata orang lain, namun tentu ada duri di dalamnya bukan? Jadi tidak masalah jika anda memiliki pengalaman kurang menyenangkan, ingat bukan hanya anda saja. orang lain juga pernah mengalaminya.

Jangan biarkan diri anda terjebak dalam ingatan trauma. Terimalah kenyataan yang terjadi dan lepaskan perlahan. Yakinlah jika anda dapat sembuh dengan ini.

4.      Lihatlah sisi baik yang dapat anda ambil

Pernah mendengar pepatah “pengalaman adalah guru terbaik.” Mungkin rasa trauma membuat anda tak berdaya dan terjebak dalam perasaan takut. Namun cobalah untuk melihat sisi baik yang dapat anda pelajari. Dengan menemukan sisi baik dari pengalaman buruk akan membuat anda lebih mudah menerima dan bersyukur atas kondisi anda saat ini.

5.      Kelilingi diri anda dengan orang-orang baik

Ingat anda tidak sendirian! Masih ada banyak orang yang di luar sana yang dapat mengerti anda. Untuk itu kelilingi diri anda dengan orang-orang baik dan peduli. Ada bisa bergabung dengan komunitas atau kelompok yang memiliki rasa trauma. Anda akan mendapatkan banyak dukungan dari mereka. Semakin banyak dukungan maka semakin besar kemungkinan anda untuk sembuh dari trauma.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Saat Pernikahan Berakhir Pada Bercerai, Cara Mengurangi Trauma Pada Anak

Saat Pernikahan Berakhir Pada Bercerai, Cara Mengurangi Trauma Pada Anak

Saat Pernikahan Berakhir Pada Bercerai, Cara Mengurangi Trauma Pada Anak

Saat mendengar kedua orangtua harus berpisah tentu anak-anak akan merasa terluka secara psikologis, tak jarang terkadang anaklah yang harus menjadi korban. Meskipun kedua pasangan sepakat dengan keputusan untuk berpisah hal itu belum tentu disetujui oleh anak. tak jarang terkadang perubahan sikap mereka tunjukan sebagai bentuk penolakan.Saat Pernikahan Berakhir Pada Bercerai, Cara Mengurangi Trauma Pada Anak

Namun nasi telah menjadi bubur, keputusan telah bulat. Mungkin bagi anda bertahan dengan pasangan lebih menyakitkan dibanding berpisah dengannya. Namun yang menjadi pertanyaan bagaimana anda dan mantan pasangan menggurangi rasa trauma pada anak?

Agar anak tidak menjadi korban perceraian orangtua

Anak seringkali menjadi korban dari hubungan orangtuanya yang tak harmonis. Hal ini tidak dapat dihindari ataupun diingkari. Trauma atau perasaan bersalah pada anak terkadang menjadi sebuah konsekuensi yang dirasakan oleh kedua belah pihak atas keputusannya untuk berpisah.

Meskipun demikian, ternyata ada yang dapat anda lakukan untuk mengurangi dampak buruk pada sang anak. berikut ini merupakan cara mengurangi trauma psikologis pada anak akibat dari perceraian.

1.      Yakinkan anak anda jika dia akan selalu dicintai

Saat salah satu orangtua tak memenuhi jadwal kunjungan ke anak, seringkali anak merasa bersedih dan menyalahkan dirinya sendiri. Terkadang terlintas dalam pikiran mereka, andai mereka menjadi anak yang lebih baik tentu perceraian ini tak mungkin terjadi.

Menurut Edward Teyber, seorang profesor psikologi dari California State University sekaligus penulis buku Helping Children Cope With Divorce. Hal ini akan membuat rasa kepercayaan diri anak menurun. Dalam kondisi ini tentu anda perlu meyakinkan anak jika mereka tetap dicintai sama seperti saat anda dan mantan pasangan masih bersama.

Katakan hal-hal baik pada anak, yakinkan meskipun salah satu orangtuanya tidak berkunjung namun rasa cintanya terhadap anak sangatlah besar.

2.      Jangan tutupi situasi

Terkadang banyak orangtua bersikap tidak konsisten, hal inilah yang membuat anak merasa curiga padahal apa yang terjadi sebenarnya dapat diketahui oleh anak. misalkan mantan pasangan tidak dapat mengunjungi anak karena sakit flu. Namun di hari tersebut anda tetap berangkat kerja.

Menurut M. Gary Neuman seorang terapis keluarga, dalam kondisi ini sebaiknya anda menghindari sikap menutupi atau membela mantan pasangan anda dari anak. biarkan anak meluapkan rasa kecewanya kepada mantan pasangan anda.

3.      Buat rencana cadangan

Terkadang orangtua yang tinggal bersama anak perlu menyiapkan rencana cadangan jika apabila mantan pasangannya sering mengingkari janji untuk menemui si anak. anda bisa menyiapkan rencana yang seperti menonton film di bioskop, berjalan-jalan ke mall, berolahraga bersama, atau kegiatan lain yang disukai anak.

Namun sebelumnya putuskan berapa lama anak akan menunggu mantan pasangan anda. Jika ia melampui batas waktu yang disepakati, maka ada baiknya anda melaksanakan rencana tersebut. jika anda merasa kecewa maka biarkan dia berkeluh kesah, tanpa perlu menghakimi pihak salah satu pihak.

4.      Dorong anak untuk bercerita

Saat mantan pasangan anda jarang mengunjungi anak terkadang hal itu membuat mereka merasa kecewa. Pada saat inilah cobalah ajak anda untuk bercerita secara langsung. dengan berbicara hal ini akan menguragi rasa frustasi mereka. Apabila anak anda belum siap untuk menceritaan secara langsung tentang kekecewaan mereka, maka tawarkan padanya untuk menulis dalam surat atau pesan singkat.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Saat Seorang Ibu Kehilangan Hak Asuh Anaknya Selepas Bercerai

Saat Seorang Ibu Kehilangan Hak Asuh Anaknya Selepas Bercerai

Saat Seorang Ibu Kehilangan Hak Asuh Anaknya Selepas Bercerai

Bagi setiap ibu yang kehilangan hak asuk setelah bercerai dari sang suami bagaikan mimpi buruk. Memang salah satu risiko yang didapatkan dari perceraian adalah kehilangan hak asuh anak. tentu saja bagi orangtua hal ini sungguh berat, baik itu pihak ayah maupun ibu. Terpisah dengan anak kandung tentu membuat hari-hari mereka merasa kesulitan.Saat Seorang Ibu Kehilangan Hak Asuh Anaknya Selepas Bercerai

Perasaan ibu yang terpisah dengan anaknya sendiri

Menghadapi kenyataan seperti ini tentu bukan hal yang mudah, mengandung selama 9 bulan 10 hari, berjuang melahirkan serta mengasuh sang anak tentu bukan hal yang mudah. Meskipun demikian ternyata berpisah dengan anak lebih berat dibandingkan perjuangan semua hal tersebut. Tak jarang kehilangan hak asuh anak membuat seorang ibu depresi bahkan berniat mengakhiri hidup.

Rasa rindu terhadap anak yang besar bagaikan sebuah hukuman dari kesalahan yang dilakukan saat masih bersama mantan suami. Hari-hari terasa kosong, dan menangis menjadi kegiatan setiap hari. Bahkan banyak wanita yang kehilangan hak asuh anak yang mempertanyakan kelayakannya menjadi sosok ibu. Mereka juga sering menyalahkan diri sendiri. beberapa dari mereka memilih untuk mengisolasikan diri dan menjauh dari orang-orang terdekat baik itu teman atau keluarga. Bahkan yang lebih parah anggapan negatif masyarakat mengenai ibu yang kehilangan hak asuh anak menambah beban derita mereka.

Ibu yang dengan ikhlas memberikan hak asuhnya

Meskipun berat, tak sedikit ibu yang dengna ikhlas melepas hak asuh anak pada mantan suaminya. Hal ini bukan karena mereka tak cinta lagi, namun kehilangan sumber penghasilan selepas bercerai sering menjadi alasan utamanya. Mereka percaya jika kebutuhan pokok anak akan jauh tercukupi saat bersama sang ayah. Karena kondisi finansial yang lebih stabil dibanding dirinya, sebenarnya bisa saja seorang ibu mencukupi kebutuhan dirinya dan sang anak.

Namun mereka perlu bekerja lebih keras mencari pekerjaan baru jika kondisi sebelumnya adalah ibu rumah tangga. Bahkan beberapa dari mereka rela pergi ke luar kota untuk  mencukupi kebutuhan keluarga, namun ternyata kerabat atau orang yang dapat dipercaya mengasuh anaknya selama pergi bekerja.

Atas dasar itulah, mereka dengan ikhlas merelakan anak tercinta bersama sang ayah. Rasa cinta yang besar terhadap anak tercinta menjadi alasan terbesarnya. Bagaimana pun setiap ibu tentu ingin melakukan terbaik bagi anaknya, dan merelakan mereka adalah salah satunya.

Ibu yang ‘terpaksa’ mengikhlaskan hak asuh anak

Namun masih banyak ibu yang terpaksa mengikhlaskan hak asuh anak ke mantan pasangannya. Seperti yang perlu diketahui jika Hukum di Indonesia umumnya menjatuhkan hak asuh anak di bawah 12 tahun kepada ibu. Akan tetapi terdapat beberapa alasan yang membuat seorang ibu kehilangan hak asuhnya seperti penghasilan serta tempat tinggal yang belum pasti. Bahkan beberapa dari mereka sempat mengalami intimidasi agar merelakan hak asuh anak pada sang ayah. Banyak ibu yang berjuang untuk memperoleh hak asuh anak. bahkan beberapa dari mereka sampai mengalami Serious Mental Illnes (SMI) akibat dari kehilangan hak asuh.

SMI atau Serious Mental Illner merupakan gangguan menal yang dapat membuat seseorang mengalami penurunan atau bahkan kehilangan kemampuan untuk beraktivitas sehari-hari. Pada kondisi ini, seorang ibu membutuhkan dukungan dari orang terdekat bahkan akan lebih baik jika melakukan konsultasi psikologi dengan tenaga profesional.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Kembali Setelah Bercerai

Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Kembali Setelah Bercerai

Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Kembali Setelah Bercerai

Setiap orang tentu tidak ingin hubungan pernikahannya berakhir pada perceraian, namun terkadang perceraian adalah jalan satu-satunya yang ditempuh jikalau pernikahan sudah tak sehat lagi dan merugikan salah satu atau kedua pihak.Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Kembali Setelah Bercerai

Move on dari perceraian tentu bukan hal yang mudah, terkadang butuh waktu lama untuk membebaskan diri dari trauma perceraian dan memulai hubungan baru. Bahkan ada beberapa orang yang kehilangan rasa percaya diri setelah bercerai dengan mantan pasangannya. Namun anda tak perlu khawatir berikut ini merupakan beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan rasa percaya diri anda antara lain:

1.      Jangan menyalahkan diri atas perpisahan yang terjadi

Meskipun gagal mempertahankan rumah tangga, namun jangan pernah merasa terbebani atas perpisahan yang telah terjadi. Apapun yang telah anda perbuat demi mempertahankan pernikahan adalah usaha terbaik anda agar tetap bersama pasangan. meskipun berakhir dengan perpisahan, baik anda dan mantan pasangan telah memiliki berbagai cara untuk tetap menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak.

Jika anda bercerai namun belum dikaruniai anak, maka hal yang harus anda ketahui adalah percerian tersebut memberikan pelajaran hidup untuk lebih mempersiapkan diri menjalin hubungan yang lebih serius lagi. Jadikan pengalaman ini sebagai transisi untuk melewati kehidupan selanjutnya.

2.      Menjaga diri tetap sehat baik fisik maupun mental

Menjaga kesehatan diri pasca perceraian tentu sangat penting. Terkadang banyak orang yang justru tidak merawat diri setelah bercerai dari pasangannya, mereka cenderung tidak memperhatikan pola makan dan mengurung diri dalam rumah. Salah satu cara untuk menumbuhkan rasa percaya diri adalah dengan tetap menjaga kesehatan tubuh. Cobalah lakukan olahraga secara rutin, atur pola makan anda dan jam tidur. Jika anda saat ini status anda adalah single parent maka tak ada salahnya mengajak anak-anak berolahraga bersama.

Selain menjaga stamina tubuh, berolahraga dengan anak akan mempererat kedekatan orangtua dan anaknya.

3.      Melakukan kegiatan yang disukai dengan orang terdekat

Perceraian memang membawa kesedihan dalam hati anda, namun jangan sampai anda larut. Tak ada salahnya melakukan berbagai aktivitas dengan orang terdekat anda. Anda bisa mengajak sahabat untuk berjalan-jalan selain mengalihkan anda dari kesedihan, hal ini akan menghibur anda dari rasa sakit.

Umumnya bagi kalangan laki-laki memilih menikmati keindahan alam dengan naik gunung, memancing, off road, diving atau kegiatan alam lainnya selepas bercerai. Sedangkan perempuan cenderung menghabiskan waktu di salon, pusat perbelanjaan bersama teman-temannya.

Bagi anda orangtua tunggal tak ada salahnya untuk mengajak si kecil berlibur atau sekadar jalan-jalan.

4.      Lepaskan dan ikhlaskan keadaan

Melepaskan dan mengikhlaskan memang tak mudah entah bagi wanita ataupun pria bahkan orangtua tunggal. Peran yang harus dilakukan akan sangat berbeda tanpa adanya sosok patner hidup. Perlahan anda harus mengikhlaskan apa yang bukan milik anda lagi.

Segera habiskan rasa sakit hati anda agar lebih mudah bagi anda untuk melangkah ke depan. Bukan demia orang lain, hal ini harus anda lakukan untuk diri sendiri. jangan lagi anda menyesali hal yang telah lalu, cobalah bangkit dan melangkah ke depan. Namun yang perlu anda ingat janganlah terburu-buru. Menerima perceraian tentu butuh waktu, usaha, dan keikhlasan yang besar.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Cara Yang Tepat Untuk Menyampaikan Keinginan Bercerai Dengan Pasangan

Cara Yang Tepat Untuk Menyampaikan Keinginan Bercerai Dengan Pasangan

Cara Yang Tepat Untuk Menyampaikan Keinginan Bercerai Dengan PasanganCara Yang Tepat Untuk Menyampaikan Keinginan Bercerai Dengan Pasangan

Adanya keinginan untuk bercerai tentu disebabkan oleh banyak hal. Setelah melakukan banyak pertimbangan mungkin ini saatnya bagi anda untuk berpisah. Tapi ada salah satu masalah yang mendasar yang menjadi hambatan bagi sebagian orang, yaitu bagaimana cara menyampaikan keinginan untuk bercerai kepada pasangan? rasa panik, cemas dan gugup pasti akan anda rasakan.

Tips yang dilakukan untuk menyampaikan keinginan anda bercerai

Untuk itu cobalah menerapkan beberapa tips di bawah ini:

1.      Mulailah dengan pembahasan yang jelas

Jangan memberitahu pasangan jika anda masih menimbang-nimbang untuk bercerai dengannya, atau mungkin saja anda sudah mengutarakannya namun pasangan tidak menghiraukan. Anda perlu cara untuk memberitahu keinganan ini secara matang.

Contohnya, anda dapat memulai pembicaraan seperti “selama ini aku tidak merasa bahagia, semua hal telah aku lakukan tetapi tidak pernah berhasil justru masalah baru muncul pada hubungan ini.” dengan mengatakan hal tersebut akan membuat pasangan mulai menanggapi dan menyadari jika ada sesuatu yang harus diselesaikan. Perlu diingat hindari memberikan harapan palsu dan kalimat yang ambigu pada pasangan, karena hal ini akan hanya memicu konflik.

2.      Saat berbicara tegaskan keinginan untuk bercerai secara langsung

Setelah anda memantapkan diri untuk bercerai, maka untuk menegaskan pembicaraan gunakanlah kata “saya” atau “aku”. Mengapa harus kata tersebut? kata “saya” atau “aku” diperlukan untuk mengungkapkan pernyataan yang jelas tidak bertele-tele dan mungkin membuat pasangan tidak terkejut.

Hal ini lebih baik dibandingkan anda berbicara panjang lebar tanpa arah. Niat untuk bercerai anda dapat memicu reaksi yang sulit dibayangkan dari pasangan. untuk itu anda harus tegas dengan apa yang diinginkan dan rasakan.

3.      Carilah waktu yang tepat

Mengungkapkan keinginan untuk bercerai tentu harus dilakukan di waktu yang tepat. Usahakan anda dalam kondisi suasana hati yang stabil dan pasangan memiliki waktu untuk berdua dengan anda. Jika anda telah memiliki anak maka jauhkan mereka dari topik pembicaraan ini. anda juga harus mempertimbangkan reaksi yang mungkin muncul dari pasangan. jangan memulai pembicaraan dengan mengungkit kesalahan atau hal yang tidak anda sukai dari pasangan.

4.      Cari suasana aman, jika perlu minta bantuan orang lain

Jika anda merasa khawatir dengan keselamatan diri sendiri, setelah menyatakan keinginan berpisah. Ada baiknya anda mengajak pihak ketiga yang bersifat netral bisa jadi anggotak kelurga, konselor pernikahan ataupun kuasa hukum. Kondisi ini akan membantu anda saat reaksi pasangan di luar kendali anda.

Setelah anda menyampaikan keinginan untuk bercerai

Pasangan mungkin saja akan terkejut bahkan marah mendengar keinginan anda untuk bercerai. Anda pun harus tetap bersiap diri jikalau pasangan mungkin saja akan menawarkan untuk mengubah dan memperbaiki kondisi pernikahan. sebenarnya ini semua kembali lagi pada anda, mungkin anda juga harus mengulang dan menyakinkan diri jika anda tidak akan berubah pikiran.

Atau bisa saja anda akan dituduh terlalu egois dan jahat. Ingatlah, anda harus tetap sabar dan menolak berbagai bujuk rayu pasangan agar anda mengurungkan niat bercerai. Setelah suasana antara anda berdua, barulah anda dapat mempersiapkan beberapa berkas perceraian untuk selanjutnya memulai kehidupan yang lebih baik.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Dampak Negatif Bagi Kesehatan Tubuh Setelah Seseorang Mengalami Perceraian

Dampak Negatif Bagi Kesehatan Tubuh Setelah Seseorang Mengalami Perceraian

Dampak Negatif Bagi Kesehatan Tubuh Setelah Seseorang Mengalami PerceraianDampak Negatif Bagi Kesehatan Tubuh Setelah Seseorang Mengalami Perceraian

Perceraian bukan hanya memberikan dampak buruk pada keharmonisan keluarga, terkadang perceraian yang dialami seseorang akan berdampak pada kesehatan tubuh seseorang baik secara fisik maupun mental. Untuk lebih jelasnya simak pembahasan berikut ini :

1.      Perubahan berat badan yang drastic

Pada awal perceraian terkadang banyak orang yang mengalami stress hingga depresi. Tanpa disadari kondisi tersebut yang mempengaruhi berat badan seseorang baik bertambah maupun berkurang. Setiap orang memiliki respon stress yang berbeda, mereka dapat memakan secara berlebihan dari biasanya hanya untuk melampiaskan emosi.

Stress juga dapat membuat seseorang kehilangan selera nafsu makan, tak heran jika perceraian membuat orang menjadi putus asa sehingga tak bergairah, terpuruk dalam kesedihan, dan bad mood.

2.      Gelisah

Stress yang dialami membuat seseorang mudah merasa gelisah. Bukan karena harus melakukan segala hal sendirian, namun karena anda kehilangan patner hidup dan harus menghadapi masa depan baru yang tidak dapat anda prediksi.

Apalagi ditambah ketidakpastian yang anda rasakan membuat anda merasa tidak aman. Beberapa orang mungkin akan menghadapi situasi yang baru mulai dari pindah rumah, harus bekerja atau mencari kantor baru, bertahan hidup denan kondisi finansial yang lebih sulit dibandingkan sebelumnya. Perubahan besar dalam hidup anda inilah yang akan mempengaruhi kondisi psikologis menjadi lebih cemas dan mudah gelisah.

3.      Depresi

Banyak orang yang menganggap perceraian adalah tanda jika mereka gagal menjalani hidup. Setelah resmi bercerai tak jarang orang-orang akan dipenuhi dengan emosi negatif yang berlangsung dalam jangka waktu beberapa minggu, bulan, hingga tahunan. Maka tak jarang beberapa orang sangat rentan mengalami depresi setelah resmi bercerai dari pasangannya.

4.      Insomnia

Ada beberapa kasus yang dialami seseorang setelah bercerai, mereka mengaku mengalami gangguan pola tidur. Salah satunya adalah insomnia, perceraian dapat memberikan efek samping seperti sulit tidur. Hal tersebut dapat diperparah karena stress yang semakin meningkan dan menjadi depresi. Bukan hanya sulit tidur terkadang perceraian membuat seseorang sering mengalami mimpi buruk dalam beberapa waktu.

5.      Penyakit kardiovaskular

Dilangsir dari journal of marriage anda family yang melaporkan jika pria dan wanita paruh baya yang mengalami perceraian memiliki resiko tinggi terhadap penyakit kordiovaskular dibandingkan dengan orang masih menikah di usia yang sama. Dalam kasus tersebut wanita cenderung lebih besar kemungkinannya mengalami penyakit kardiovaskular dibandingkan laki-laki, sebab ditemukan tingkat peradangan yang lebih banyak pada wanita daripada pria. Peradangan yang terjadu sangat berkaitan dengan kondisi stress yang dialami.

Bahkan penelitian lain juga meyakini hal  yang sama, diambil dari jurnal Curculation: Cardiovascular Quality and Outcomes, yang menemukan jika wanita yang mengalami perceraian lebih rentan mengalami serangan jantung mencapai 24%. Sementara wanita yang mengalami perceraian lebih dari 1 kali dapat meningkatkan risiko perceraian mencapai 77%.

6.      Sindrom metabolik

Dirilis dalam situs prevention, menjalani proses perceraian ternyata meningkatkan risiko sindrom metabolik. Hal ini dikarenakan stress yang dialami seseorang, kadar hormone stress yang diproduksi berlebihan dalam tubuh dapat meningkatkan tekanan darah, kadar gula darah, kolestrol, dan meningkatkan cabang lemak dalam perut yang berbahaya.

Kondisi seperti ini yang mengakibatkan seseorang mengalami komplikasi seperti serangan jantung, diabetes, dan stroke.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Cara Mengasuh Anak Setelah Pasangan Resmi Bercerai

Cara Mengasuh Anak Setelah Pasangan Resmi Bercerai

Cara Mengasuh Anak Setelah Pasangan Resmi Bercerai

Cara Mengasuh Anak Setelah Pasangan Resmi Bercerai

Pada dasarnya setiap pasangan pasti tidak menginginkan perceraian terjadi dalam pernikahan mereka. Namun apabila baik suami maupun istri merasa tidak ada kecocokan, bahkan merasa jika pernikahan yang dipertahankan malah menyakiti keduanya. Mungkin perceraian yang menjadi solsusi yang tepat bagi mereka.

Perceraian mungkin akan menjadi luka bagi keduanya, namun bukan hanya mereka saja. perceraian yang terjadi sering memberi luka bagi anak. Bahkan banyak kasus perceraian, terjadi perubahan perilaku pada anak seperti mereka tidak lagi menghormati kedua orang tuanya, mengalami trauma, terjebak dalam kenakalan remaja, hingga mengalami depresi dan gangguan mental lainnya. Setiap orang tua pasti tidak ingin melukai anaknya. Meskipun status pernikahan telah hilang namun bukan berarti status mereka sebagai orang tua bernasib serupa.

Menjaga anak setelah percerian bukanlah yang mudah untuk dilakukan, kedua pihak harus berkerja sama agar anak tak kehilangan sosok kedua orang tuanya. Memang harus ada pembagian yang adil antara ayah dan ibu. Misalnya saja sebulan anak tinggal di rumah ayah dan sebulan kemudian tinggal di tempat ibu. Dengan pembagian seperti itu dapat mencegah pemikiran buruk anak terhadap salah satu orang tua. Selain itu penanaman komunikasi pada anak adalah bentuk kecil yang bisa membuktikan jika kedua orang tua masih sama-sama sayang dan tetap mengurus mereka.

Tips mengasuh anak setelah perceraian bersama mantan pasangan

1.      Jangan putus asa, terimalah

Saat resmi bercerai banyak orang tua yang khawatir jika hidup anak mereka akan hancur. Anak-anak mungkin akan bersedih melihat kedua orang tuanya bercerai. Tapi jangan sampai hal tersebut membuat mereka semakin marah ketika kedua orang tua tak mampu memenuhi kebutuhannya. Agar anak tetap tumbuh dengan baik maka cukupi semua kebutuhan mereka baik dasar, stabilitas, kehadiaran orang tua, serta cinta. Jika perlu berikan kalimat-kalimat baik atau pujian mengenai mantan pasangan anda misalnya “kamu sangat beruntung memiliki Ayah yang sangat sayang denganmu”. Dengan begitu dapat menimimalisir kebencian anak terhadap kedua orang tuanya.

2.      Terus berkomunikasi

Jika anda telah resmi berpisah dengan pasangan, maka hal yang dilakukan untuk mengurus anak bersama adalah menjaga komunikasi. Bila perlu buatlah jadwal anak agar dapat bertemu dengan kedua orang tuanya. Bicarakan persoalan anak dengan cara baik-baik, tanpa ada emosi yang berlebihan. Pastikan anak dapat bertemu dengan Ayah atau Ibu.

Jika perlu libatkan anak dalam membuat jadwal tersebut, dengan begitu anak akan lebih setuju dan berkenan untuk melakukannya.

3.      Atasi kesepian

Meskipun jadwal telah dibuat dan dilakukan oleh anak, namun terkadang ada kalanya anak merasa kesepian akan salah satu orang tua. Mungkin saat bersama Ayah anak rindu dengan ibunya di rumah. Jangan biarkan anak larut akan kesedihannya, cobalah melakukan banyak kegiatan seperti bermain, berolahraga, atau melakukan hal yang disukai anak. Dengan dapat mengajarkan anda jika ada beberapa  hal yang tidak dapat anda lakukan untuk menggantikan posisi mantan pasangan.

4.      Kendalikan amarah

Jangan menghubungi mantan pasangan dengan perasaan penuh amarah baik melalui pesan singkat maupun telepon. karena itu akan membuat anda bertambah marah. Buatlah daftar topik yang akan dibicarakan berdua. Jika ada kesempatan untuk bertemu maka lakukan saja. jangan memperkeruh keadaan dengan kemarahan yang anda pendam.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!