Posts

Pasangan Anda Sering Membandingkan Anda Dengan Orang Lain? Simak Tips Menghadapinya

Pasangan Anda Sering Membandingkan Anda Dengan Orang Lain? Simak Tips Menghadapinya

Pasangan Anda Sering Membandingkan Anda Dengan Orang Lain? Simak Tips Menghadapinya

Apakah anda pernah dibanding-bandingkan dengan orang lain, apalagi jika hal itu dilakukan oleh orang terdekat seperti pasangan sendiri misalnya. Tentu anda merasa kesal bukan, bahkan terkadang hal ini memicu konflik baru dalam hubungan anda. Terkadang anda mungkin kebingungan bagaimana menghadapi pasangan yang sering membandingkan anda dengan orang lain. Untuk itu anda dapat menyimak beberapa tips berikut ini.Pasangan Anda Sering Membandingkan Anda Dengan Orang Lain? Simak Tips Menghadapinya

Menghadapi pasangan yang suka membandingkan diri anda dengan orang lain

Sikap pasangan yang suka membandingkan diri anda dengan orang lain baik itu, temannya, anggota keluarganya, atau bahkan mantan pasangannya tentu menimbulkan luka di hati anda. Bahkan sikap pasangan inilah yang membuat hubungan anda dan dia semakin renggang, karena anda berdua sering bertengkar atau rasa percaya diri anda yang menurun saat berhadapan dengan pasangan.

Tentu ini akan menjadi rintangan tersendiri, mungkin pernah terbesit dalam pikiran anda untuk berpisah saja. Namun cobalah pikirkan lagi sebelum memutuskan untuk berpisah, ada baiknya anda mencoba beberapa tips berikut ini untuk menyikapi pasangan yang sering membandingkan anda dengan orang lain:

  1. Komunikasikan dengan pasangan. beritahu ia jika anda tidak bisa disamakan dengan orang lain. Karena baik anda maupun mereka merupakan dua individu yang memiliki karakter yang unik dan berbeda. Cobalah katakan padanya tentang apa yang anda rasakan selama ini secara jujur.
  2. Terus berusaha untuk memperbaiki satu sama lain. Hubungan yang berkualitas ditandai dengan kedua pasangan yang mampu berkembang dan belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ingatlah setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Pasangan yang suka membanding-bandingkan bukan berarti hubungan anda tidak sehat

Walaupun kebiasaan pasangan ini menyakiti diri anda, apalagi jika pasangan tidak menyampaikannya dengan baik. Pada dasarnya ada beberapa faktor yang membuat pasangan bersikap demikian. Baik itu rasa ketidakpuasannya terhadap diri anda atau memang pasangan ingin anda menjadi lebih baik lagi.

Akan tetapi, sikap membandingkan anda dengan orang lain muncul karena rasa tidak puas, sehingga menuntut anda untuk memenuhi standar yang ia buat, meskipun itu tidak realistis. Banyak yang menganggap pasangan seperti adalah salah satu bentuk dorongan, tetapi ada pula yang menganggap jika hal ini sebuah penghinaan atau sikap merendahkan orang lain. Namun kedua hal ini sebenarnya tergantung dari bagaimana anda menyikapinya.

Namun, yang menjadi pertanyaan sikap pasangan yang seperti ini apakah tandanya hubungan anda tidak sehat?

Misalnya pasangan anda sangat baik, penuh perhatian dan selalu menjadi pendengar yang baik setiap kali anda berkeluh kesah. Namun sikapnya yang membandingkan diri anda dengan orang lain terkadang menyakiti hati anda. Jika situasinya seperti ini maka tidak dapat dikatakan jika hubungan anda tidak sehat.

Pola asuh saat masih kecil yang terbawa hingga pasangan dewasa bisa menjadi salah satu penyebab mengapa pasangan bersikap demikian. Bahkan terkadang pasangan justru merasa tidak sadar jika telah membandingkan diri anda dengan orang lain. Intinya pilihan kembali pada diri anda dan pasangan. apakah ingin berpisah karena kebiasaan buruk ini atau memilih untuk melupakan kesalahannya dan sama-sama memperbaiki diri bersama.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Tips Kompromi Dengan Pasangan Saat Sedang Menghadapi Pertengkaran

Tips Kompromi Dengan Pasangan Saat Sedang Menghadapi Pertengkaran

Tips Kompromi Dengan Pasangan Saat Sedang Menghadapi Pertengkaran

Setiap hubungan asmara tentu tak selamanya berjalan mulus, ada kalanya anda dan dia akan berdebat dan berselisih paham karena hal tertentu. Pertengkaran mungkin tak dapat anda hindari, apalagi baik anda maupun pasangan tentu memiliki latar belakang, prinsip, karakter, perilaku dan pola asuh yang berbeda.Tips Kompromi Dengan Pasangan Saat Sedang Menghadapi Pertengkaran

Meskipun memiliki perbedaan bukan berarti setiap masalah yang anda dan pasangan hadapi, baik besar maupun kecil sebaiknya dihindari. Membiarkan masalah begitu saja karena tak ada pihak yang mau mengalah tentu bukan solusi yang tepat bagi anda berdua. Untuk itu berikut ini adalah strategi berkompromi yang sehat dengan pasangan.

1.      Cari tahu apa yang sebenarnya anda butuhkan dan inginkan

Dalam sebuah hubungan tentunya anda perlu memisahkan mana kebutuhan dan keinginan pribadi, serta kebutuhan dan keinginan bersama pasangan. kebutuhan merupakan hal-hal yang harus ada dan tidak dapat dikompromikan. Misalnya ada kalanya anda membutuhkan waktu sendiri tanpa harus diganggu siapa saja sekalipun itu pasangan anda. Atau, untuk menjalani hubungan asmara ini anda membutuhkan keterbukaan dan kejujuran pasangan selama bersama. Apabila kebutuhan anda tak terpenuhi dengan baik maka anda akan merasa frustasi dan terganggu.

Sementara, keinginan hanyalah sebatas hal-hal yang tidak harus terpenuhi sehingga anda masih bisa menoleransikan hal itu. Anda ingin meluangkan waktu untuk berlibur bersama pasangan, tapi anda atau pasangan berada di situasi darurat sehingga rencana berlibur pun batal. Atau anda ingin memberikan hadiah pada pasangan di saat perayaan hari jadi, akan tetapi karena ada kebutuhan lain yang harus terpenuhi. Maka pemberian hadiah anda tunda. Bahkan dalam kehidupan rumah tangga pun ada beberapa keinginan yang dapat ditoleransi seperti pembagian tugas rumah.

2.      Pahami pula keinginan dan kebutuhan pasangan

Kunci dari hubungan asmara yang sehat adalah komunikasi dua arah dari kedua pihak. Setelah anda tahu kebutuhan dan keinginan yang dimiliki, maka pasangan pun juga perlu melakukan hal yang sama. ajaklah pasangan anda untuk ikut menentukan kebutuhan dan keinginan berdua. Cobalah luangkan sedikit waktu anda berdua untuk menjelaskan beberapa hal penting daam hubungan dan pisahkan mana yang tergolong pribadi.

Kebuthan merupakan hal pokok yang telah disepakati bersama. Dengan memisahkan kebutuhan dan keinginan, anda berdua pun akan lebih mengerti tentang batasan dalam hubungan sehingga dapat meminimalisir adu cekcok.

Agar diskusi tak menjadi alot dan menguras emosional anda berdua, maka pastikan pikiran anda berdua tetap stabil, tenang dan dalam mood yang baik.

3.      Selalu bersikap tenang dan fokus

Mempertahankan ego masing-masing dan hanya ingin menang sendiri tentu anda dan pasangan tidak akan menemukan titik terang. Hal ini justru akan menimbulkan petaka dalam hubungan asmara anda. Untuk itu, cobalah menyendiri terlebih dahulu, tenangkan pikiran dan emosi anda sebelum bertemu lagi dengan pasangan. lakukan aktivitas yang membuat anda merasa lebih baik misalnya meditasi, menulis jurnal, mendengarkan musik, berolahraga, berendam dengan air panas. Usahakan untuk meluangkan waktu tersebut meski hanya sebentar, karena hal ini dapat membuat pikiran anda lebih jernih.

Selain itu, usahakan kondisi fisik dan emosional anda stabil. Sengan demikian diskusi pun akan menjadi lebih luwes tanpa diwarnai pertengkaran.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Mengembalikan Rasa Percaya Dirinya, Agar Tak  Merusak Keintimanan

Mengembalikan Rasa Percaya Dirinya, Agar Tak  Merusak Keintimanan

Mengembalikan Rasa Percaya Dirinya, Agar Tak  Merusak Keintimanan

Pada kondisi tertentu seseorang mungkin pernah kehilangan rasa percaya diri. misalnya saat pekerjaan ditolak, gagal mendapatkan promosi jabatan di kantor, dimarahi oleh atasan. Semua hal tersebut terkadang membuatnya merasa rendah diri dihadapan orang lain, termasuk pasangan sendiri.  Terlebih dalam hubungan asmara tentu kehilangan rasa percaya dapat berdampak buruk terhadap keintiman anda dan pasangan.Mengembalikan Rasa Percaya Dirinya, Agar Tak  Merusak Keintimanan

Bahkan hilangnya rasa percaya diri salah satu pihak dapat memicu sebuah konflik dalam hubungan asmara. Saat pasangan merasa kehilangan rasa percaya dirinya, ada baiknya anda melakukan sesuatu untuk mengembalikan rasa percaya diri pasangan. sehingga hubungan anda pun akan kembali harmonis seperti sebelumnnya.

Kehilangan rasa percaya diri dapat merusak keintiman anda dan pasangan

Cobalah perhatikan tingkah pasangan akhir-akhir ini, apakah dia menjadi mudah marah atau salah paham terhadap hal-hal sepele. Bisa jadi ini adalah tanda jika pasangan kehilangan rasa percaya dirinya. Entah apa penyebab pastinya. Jika sudah demikian ada baiknya anda membantu pasangan agar ia bersemangat dan rasa percaya dirinya tumbuh kembali. Sebab rasa percaya diri yang rendah perlahan-lahan akan mengikis keintiman hubungan asmara anda.

Dimuat dalam journla of Personality and Social Psychology, rasa minder dapat membuat pasangan merasa takut terhadap hubungan asmaranya. Sehingga ia akan menunjukkan dikap mudah tersinggung, sering berperasangka buruk terhadap pasangannya, hingga gampang terbawa emosi.

Hilangnya rasa percaya diri pasangan anda membuatnya selalu diselimuti oleh pikiran negatif mengenai hubungan atau bahkan diri anda. Apabila dibiarkan dalam jangka waktu yang lama maka keharmonisan hubungan anda dan pasangan akan memudar.

Cara tepat mengembalikan rasa percaya diri pasangan

Sebagai pasangan tentu anda perlu membantu dia untuk mengembalikan rasa percaya diri, bukan hanya menuntut pasangan untuk melakukan sesuatu. Terlalu banyak menuntut justru membuat hubungan kondisi pasangan semakin parah.

1.      Jangan memarahi atau menyalahkan pasangan

Terkadang banyak orang yang justru memarahi, menyalahkan, menghakimi, bahkan menjauhi pasangannya saat menghadapi kondisi seperti ini. akan tetapi, di sisi lain anda tahu jika pasangan sebenarnya membutuhkan dukungan anda untuk bangkit. Ingatlah sejauh mana hubungan anda dan pasangan sekarang ini.

Bagaimana pun kondisi pasangan, hindari sikap memarahi atau menyalahkan atas kegagalan yang menimpanya. Memarahi atau menyalahkan pasangan akan membuat kondisinya semakin buruk dan bisa saja muncul masalah baru.

2.      Ajak bicara dari hati ke hati

Jangan terlalu banyak menuntut pasangan atau memintanya untuk secepat mungkin pulih. Akan lebih baik anda dan dia meluangkan waktu untuk berbicara dari hati ke hati. Jadilah pendengar yang baik saat pasangan ingin berkeluh kesah.

Meskipun anda tak tahu masalahnya namun dengan menjadi pendengar yang baik anda telah mendukung pasangan. bantulah pasangan untuk mengurai berbagai pikiran negatif yang memenuhi otaknya, namun jangan paksa ia untuk segera berpikir positif.

3.      Berikan pujian yang tulus atas usaha yang telah dilakukan

Cobalah puji pasangan dengan kalimat positif seperti “aku bangga dengan kamu!”, “Kamu hebat, tidak mudah menyerah dan berani bertanggung jawab.” Kalimat seperti itu akan membantu pasangan meningkatkan rasa percaya dirinya. Jika perlu anda dapat memberikan pelukan ngan dan menepuk pundak pasangan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Bukan Hanya Orang Lain, Terdapat Hal Lain Yang Merusak Hubungan Asmara

Bukan Hanya Orang Lain, Terdapat Hal Lain Yang Merusak Hubungan Asmara

Bukan Hanya Orang Lain, Terdapat Hal Lain Yang Merusak Hubungan Asmara

Entah anda sadari atau tidak, ternyata terdapat beberapa hal yang membuat hubungan anda dan pasangan rusak. Rusaknya hubungan asmara bukan hanya berkaitan indikasi orang ketiga, terdapat beberapa kebiasaan buruk yang sering dilakukan pada hubungan. Bila tidak diperbaiki maka lama kelamaan hubungan anda akan berujung pada perpisahan. lalu apa saja yang membuat hubungan rusak? Simak penjelasannya berikut ini.Bukan Hanya Orang Lain, Terdapat Hal Lain Yang Merusak Hubungan Asmara

Alasan mengapa seseorang dapat merusak hubungannya sendiri

Bersama dengan seseorang yang sama dalam jangka waktu yang tak sebentar menunjukkan jika adanya komitmen dalam hubungan tersebut. namun, seiring berjalannya waktu anda mungkin membalas pesan telalu singkat, menghindari pembicaraan mengenai hubungan dengan pasangan, hingga membatalkan kencan secara sepihak.

Tentu hal itu yang membuat pasangan anda merasa kecewa dan marah hingga memutuskan untuk putus dengan anda. Apabila anda mengalami berbagai kondisi di atas. Maka kemungkinan besar jika hubungan anda rusak karena perbuatan anda sendiri. simak alasan lebih jelasnya berikut ini.

1.      Menghindari rasa sakit

Bagi beberapa orang, merusak hubungan yang tengah dijalani dengan pasangannya sering kali dilakukan karena ingin menghindari rasa sakit. Suka atau tidak suka, hampir sebagaian besar orang menganggap jika cinta hanya meninggalkan luka yang dalam pada dirinya. Terlebih jika anda ditnggal saat sedang merasa begitu jatuh cinta dengan pasangan. tentu rasanya sangat menyakitkan.

Untuk itu menurut sebuah artikel yang dimuat di Psych Alive, kebanyakan orang tanpa disadari telah menyabotase hubungannya sendiri. hal ini dikarenakan mereka takut merasakan sakit dari hubungan asmara yang dijalani.

2.      Melindungi diri sendiri

Mungkin sebagian orang akan memilih untuk melindungi dirinya sendiri meskipun harus mengorbankan hubungan asmara yang saat ini masih terjalin. Membangun benteng pertahanan agar tak merasa terluka mungkin menjadi salah satu alasan meskipun hubungan tersebut harus kandas di tengah jalan.

Misalnya, saat pasangan berniat untuk mengajak anda ke jenjang pernikahan, akan tetapi anda tidak merasa yakin dengan pasangan, dan belum siap untuk menikah. Atas dasar itulah hubungan anda menjadi diujung tanduk. Pasangan anda mungkin merasa bingung antara bertahan atau berpisah. Akan tetapi, saat anda telah menaruh harapan yang besar padanya, pasangan justru merasa ragu dengan keseriusan anda dan meninggalkan anda.

Contoh di atas bisa dikarenakan mungkin pernah merasakan sakit yang luar biasan di masa lalu. Sehingga anda merasa takut dan akhirnya membuat benteng pertahanan yang justru merusak hubungan asmara anda.

Tanda jika hubungan rusah karena perbuatan anda sendiri

Sebenarnya ada beberapa tanda yang menunjukkan jika andalah yang merusak hubungan dengan pasangan. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan di bawah ini.

  1. Menghindari pembicaraan tentang komitmen. Anda sering kali menghindari topik pembicaraan ini dengan pasangan. Hal ini karena anda telah dipenuhi dengan berbagai pikiran buruk mengenai komitmen.
  2. Sering menyangkal perasaan pasangan. anda sengaja menyangkal hal yang sebenarnya kesalahan anda namun dilimpahkan pada pasangan. Situasi ini disebuat dengan gaslighting.
  3. Sering cemburu dan dihantui perasaan takut yang berlebihan. Rasa cemburu ternyata dapat menjadi pemicu hubungan asmara yang rusak. Perasaan cemburu yang berlebihan terhadap pasangan membuatnya merasa risih. Tak heran jika cemburu buta menjadi pemicu kecemburuan.

Jika anda menyimpan banyak pertanyaan atau mungkin masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di psikolognusantara.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

 

Cara Mudah Agar Suami Lebih Peka Dengan Pekerjaan Rumah Yang Menumpuk

Cara Mudah Agar Suami Lebih Peka Dengan Pekerjaan Rumah Yang Menumpuk

Cara Mudah Agar Suami Lebih Peka Dengan Pekerjaan Rumah Yang MenumpukCara Mudah Agar Suami Lebih Peka Dengan Pekerjaan Rumah Yang Menumpuk

Pekerjaan rumah tangga sering kali membuat anda kerepotan mulai dari memasak, mencuci, membersihkan rumah, hingga mengurus anak. apalagi jika pasangan termasuk orang yang tidak peka untuk membantu anda menyelesaikan tugas-tugas rumah tersebut. Terkadang hal inilah yang menjadi penyebab kedua pasangan bertengkar.

Apabila selama ini anda berusaha membuat pasangan lebih peka, namun selalu gagal maka ada baiknya anda mencoba beberapa tips untuk membuat pasangan lebih peka dalam membantu berbagai pekerjaan rumah berikut ini.

1.      Buatlah suasana yang nyaman antara anda dan pasangan

Langkah pertama yang perlu ada lakukan sebelum mengingatkan pasangan adalah membuat suasana nyaman antara anda berdua. Pilihlah tempat, suasana dan waktu yang tepat pastikan suasana hati anda sedang dalam kondisi yang baik.

Hal ini karena banyak pasangan yang meminta tolong membersihkan rumah saat kondisi keduanya sedang panas. Tak jarang banyak suami yang merasa enggan bahkan berbalik menyerang saat sang istri meminta bantuan mengerjakan tugas rumah. Untuk itu, sebaiknya mintalah bantuan di saat kondisi anda berdua sedang baik, dan lakukan dengan cara yang baik pula. Dengan demikian pasangan akan merespon baik permintaan anda.

2.      Berikan pujian pada pasangan karena mau membantu anda

Saat pasangan mulai mengerjakan tugas rumah, maka berikan ia pujian atas usaha yang telah dilakukan namun jangan terlalu berlebihan. Jika anda dan pasangan jarang memuji satu sama lain, mungkin pujian tersebut terkesan sedikit aneh. Akan tetapi, ternyata pujian dapat menyalurkan energi positif kepada orang yang menerimanya. Tentu hal ini akan berdampak baik pada hubungan anda dan suami.

Untuk itu jangan sampai anda hanya memperhatikan setiap kesalahan yang dilakukan oleh pasangan. Berikan sedikit pujian pada pasangan atas kerja kerasnya, maka ia akan memberikan hal yang sama pada anda.

3.      Maklumi jika hasilnya tidak terlalu bersih

Standar kebersihan antara anda dan pasangan tentu tidak bisa disamakan begitu saja. apalagi jika pasangan belum pernah membersihkan rumah sebelumnya. Berikan waktu pasangan untuk belajar membersihkan rumah dengan baik. Lama-kelamaan pasangan akan terbiasa dan hasil pekerjaan rumah yang dilakukan pun akan lebih bersih. Untuk itu anda harus memaklumi dan mengapresiasi setiap usaha yang dilakukan pasangan.

4.      Selalu berpikir positif jika pasangan tidak mengerjakan tugasnya

Lupa untuk mengerjakan tugas tentu hal yang wajar bukan? Saat pasangan anda tidak mengerjakan tugas bukan berarti mereka tidak ingin membantu anda. Bisa jadi mereka lupa atau ada urusan mendadak yang memaknya untuk meninggalkan tugas rumah.

Untuk itu bangun pikiran positif, dibandingkan harus mengomel ada baiknya anda mengingatkan pasangan. Bicarakan dengan lembut namun tegas saat anda mengingatkan pasangan, hal ini bertujuan agar anda berdua terhindar dari konflik.

5.      Bila suami menolak, maka curhat adalah senjata anda

Saat pasangan menolak anda untuk membantu, jangan langung memarahinya. Ajaklah ia berbicara dan ceritakan segala keluh kesah anda mengenai beratnya pekerjaan rumah. Curahan hati anda akan didengar oleh pasangan, sehingga mereka akan mempertimbangkan kembali apakah ingin membantu anda atau tidak.

Namun yang perlu diingat jangan pakai kalimat yang bersifat menghakimi atau menyudutkan pasangan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Hal Yang Perlu Dihindari Oleh Pasangan Suami Istri Saat Bertengkar

Hal Yang Perlu Dihindari Oleh Pasangan Suami Istri Saat Bertengkar

Hal Yang Perlu Dihindari Oleh Pasangan Suami Istri Saat Bertengkar

Bertengkar tentu hal yang wajar dalam hubungan pernikahan, ada banyak alasan mengapa pasangan suami istri menjadi bertengkar. Perbedaan pendapat atau pandangan seringkali menjadi sumber pertengkaran. Meskipun pertengkaran tak bisa dihindari, jangan sampai masalah yang dihadapi berlarut-larut hingga berdampak buruk pada kualitas hubungan anda berdua.Hal Yang Perlu Dihindari Oleh Pasangan Suami Istri Saat Bertengkar

Jika pertengkaran telah terjadi ada baiknya pasangan menjaga perasaan satu sama lain. Dikutip dari The Asian Parent ternyata ada beberapa tindakan yang sebaiknya dihindari saat anda dan pasangan sedang bertengkar. Apa saja? simak penjelasannya di bawah ini.

1.      Jangan menutup diri atau ‘mendinginkan’ pasangan

Sebenarnya tidak masalah jika anda membutuhkan waktu sendiri setelah bertengkar dengan pasangan. asalkan anda mengatakannya pada pasangan terlebih dahulu. Menurut seorang psikoterapi dan pakar hubungan bernama Rachel A. Sussman menjelaskan salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh kebanyakan orang setelah bertengkar ialah menutup diri. Apalagi, jika tidak memberi tahu alasan mengapa mereka perlu sendiri kepada pasangannya.

Jika anda mengabaikan pasangan, maka mereka akan menganggap jika dia tengah dihukum. Hal inilah yang membuat kedua pasangan berkemungkinan saling menahan diri untuk mengungkapkan apa yang sedang mereka rasakan di kemudian hari.

Untuk itu cobalah katakan pada pasangan jika anda butuh ruang untuk sendiri, sampaikan pula kira-kira berapa lama waktu yang anda butuhkan.

2.      Jangan mengungkit masalah kembali

Segala hal yang terjadi saat sedang bertengkar biarkanlah berlalu begitu saja. jangan lagi anda mengungkit kesalahan ataupun masalah tersebut setelah pertengkaran usai. Jika anda mengatakan sesuatu yang membuat pasangan tidak nyaman saat sedang bertengkar lagi. Maka katakan padanya jika anda juga tidak menyukai hal tersebut.

Jika beberapa hari perasaan anda masih terganggu oleh masalah tersebut, maka tak ada salahnya untuk menyendiri sebentar. Hal ini lebih baik dibanding anda mengungkapkan kesalahan yang dapat memicu konflik baru.

3.      Jangan meninggalkan pasangan

Meninggalkan pasangan tanpa alasan yang jelas dan dalam waktu yang cukup lama merupakan kebiasaan buruk pasangan suami istri. Seusai bertengkar ada baiknya anda dan pasangan saling menjauh sementara waktu, hal ini bertujuan agar anda berdua dapat menenangkan diri. Setelah anda berdua tenang maka buatlah diskusi untuk menyelesaikan masalah dengan terbukan dan kepala yang dingin.

4.      Jangan melakukan hubungan seks jika memang tidak ingin

Tak sedikit pria yang ingin langsung melakukan hubungan seks setelah bertengkar dengan pasanganya. Hal ini karena mereka ingin merasa lebih dekat, namun bila anda enggan melakukannya maka katakanlah dengan jujur. Menolak hubungan seks bukan berarti anda tak mencintainya.

Katakanlah dengan lembut namun tegas, misalnya “Terima kasih karena kamu ingin kita membaik lagi, namun aku tak ingin melakukan hal itu dulu.” Untuk meredakan pertengkaran anda bisa melakukan sentuhan fisik seperti memeluk erat pasangan atau mencium.

5.      Jangan hanya fokus pada penyebab masalah

Dibanding membuang tenaga, waktu dan pikiran untuk memperdebatkan penyebab masalah lebih baik anda dan pasangan berdiskusi bagaimana jalan keluar terbaik bagi anda berdua. Bahkan untuk membedakan pertengkaran yang buruk dan baik dapat dilihat dari kemampuan anda dan pasangan dapat mencari solusi.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Lelah Menghadapi Pasangan Yang Emosional? Simak Tipsnya Berikut Ini

Lelah Menghadapi Pasangan Yang Emosional? Simak Tipsnya Berikut Ini

Lelah Menghadapi Pasangan Yang Emosional? Simak Tipsnya Berikut Ini

Tak ada kisah asmara yang berjalan mulu, tentu setiap pasangan akan menghadapi masa dimana mereka memperdebatkan sesuatu. Meskipun sama-sama menjalani hubungan atas dasar cinta namun tentu anda dan pasangan memiliki kebutuhan, keinginan, dan pendapat yang berbeda.

Tak jarang terkadang hal itulah yang memicu pertengkaran, ada sebagian pasangan yang mampu mengatasi masalah dengan kepala dingin. Akan tetapi tak sedikit pula pasangan yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan solusi masalahnya. Apalagi jika pasangan adalah orang yang emosional.

Tentu sangat menguras tenaga dan waktu anda bukan jika terlalu sering dengan pasangan mengenai masalah meski sekecil apapun. Rasanya menghadapi pasangan yang emosional sering membuat anda merasa frustasi. Bahkan tak jarang anda pun ikut terpancing emosi dan hubungan menjadi semakin buruk.Lelah Menghadapi Pasangan Yang Emosional? Simak Tipsnya Berikut Ini

Namun jangan buru-buru memutuskan untuk berpisah dengannya, menghadapi pasangan yang emosional tentu bukan hal yang mudah. Perlu strategi yang baik dan tepat, berikut ini adalah langkah-langkahnya, antara lain:

1.      Jangan sampai anda ikut emosional

Memahami pasangan yang emosional memang perlu kesabaran dan pelan-pelan. Ingat terbawa emosi bukan jalan keluar yang tepat, hal ini justru membuat masalah menjadi semakin rumit. Ada baiknya anda membiarkan pasangan meluapkan kemarahannya terlebih dahulu. Tunggulah ia sampai tenang sehingga akan lebih mudah bagi anda untuk mengajaknya diskusi dengan kepala dingin. Jika anda bersikap tenang, maka pasangan akan turut bersikap sama sehingga masalah pun akan lebih cepat terselesaikan.

2.      Cobalah hargai usaha pasangan

Salah satu cara menghadapi pasangan yang emosional adalah dengan menghargai setiap usaha yang telah dilakukan. Setelah amarah pasangan mereda, maka hindari membahas kesalahan yang dilakukannya. Hal ini akan menyulut emosi pasangan kembali.

Cobalah untuk menghargai segala yang telah dilakukan oleh pasangan untuk mencari jalan keluar masalah. Dengan demikian, anda dapat mengajak pasangan berdiskusi mengenai penyebab pertengkaran dengan suasana yang lebih tenang.

3.      Bangun komunikasi dengan baik

Hubungan yang sehat berasal dari komunikasi yang baik antara kedua pihak. Tentu beberapa pasangan akan merasa marah jika apa yang mereka ucapkan tidak didengarkan oleh orang lain. Untuk mengantisipasi hal tersebut ada baiknya anda mendengarkan setiap keluh kesah pasangan dengan baik. Cobalah pahami apa yang sebenarnya ia butuhkan. Jadilah pendengar baik baginya, bukan hanya sekadar menunggu giliran untuk bicara.

Setelah pasangan selesai menyampaikan apa yang ia keluhkan, sampaikanlah pendapat anda secara objekif. Namun usahakan anda tetap dalam kondisi tenang dan tidak menyudutkan pasangan. strategi ini sangat akan mencegah berbagai asumsi yang salah yang berujung pada kesalahan pahaman masing-masing.

4.      Intropeksi diri dan pahami apa penyebabnya

Ada hal lain yang tak kalah pentingnya selain meredam amarah pasangan. Ya, ada baiknya anda melakukan introspeksi diri dan memahami sumber masalah yang sebenarnya. Mungkin saja anda melakukan kebiasaan buruk atau kesalahan yang berulang-ulang sehingga pasangan menjadi geram dan emosional. Atau mungkin saja emosi tersebut merupakan watak pasangan.

Semakin anda menyadari sumber masalah, maka akan semakin mudah bagi anda untuk menghadapi pasangan. hal ini karena anda telah mengetahui dan mengkaui kesalahan yang dilakukan, sehingga menjadi bahan evaluasi bersama.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Kenapa Seseorang Mampu Memaafkan Pasangannya Setelah Ketahuan Berselingkuh?

Kenapa Seseorang Mampu Memaafkan Pasangannya Setelah Ketahuan Berselingkuh?

Kenapa Seseorang Mampu Memaafkan Pasangannya Setelah Ketahuan Berselingkuh?

Setiap orang tentu tidak suka bila cintanya dikhianati oleh pasangan. Banyak orang yang merasa marah dan kesal dengan tindakan pasangan yang berani berselingkuh di belakangnya. Hal inilah yang membuat sebagian orang ingin mengakhiri hubungannya dengan pasangan, bahkan mereka sulit untuk percaya kembali padanya. Akan tetapi ternyata tak sedikit orang yang memilih untuk memaafkan pasangan yang ketahuan berselingkuh. Meskipun terdengar mustahil namun ternyata ada beberapa alasan yang mendasari keputusan mereka.Kenapa Seseorang Mampu Memaafkan Pasangannya Setelah Ketahuan Berselingkuh?

Mengapa orang dapat memaafkan pasangannya yang berselingkuh?

Dalam jurnal Personalitu and Social Psychology Bulletin, memaafkan pasangan setelah berselingkuh ternyata dapat berpengaruh buruk terhadap hubungan. Pasangan yang berselingkuh dapat mengulangi perbuatannya lagi dikemudian hari, bahkan risiko kekerasan fisik dan psikologis jauh lebih besar.

Berikut ini merupakan alasan mengapa banyak orang yang memilih untuk memaafkan pasanannya setelah beselingkuh antara lain:

1.      Rasa nyaman dan cinta

Saat anda tahu pasangan berselingkuh, tentu perasaan anda akan berperan pada tindakan apa yang akan anda ambil selanjutnya. Hal ini wajar saja terjadi, mengingat kedekatan anda berdua telah mengikat emosional dan rasa nyaman yang kuat. Beberapa orang yang memilih untuk memaafkan pasangan merasa kesalahan tersebut tak sebesar rasa cinta yang telah lama dibangun.

Mereka ingin segera menyelesaikan konflik yang menjadi penyebab mengapa pasangan berselingkuh, untuk mencegah hal ini terulang lagi di kemudian hari. Jadi mereka cenderung melihat akar masalah, mereka sadar jika perkara utama sebenarnya bukanlah perselingkuhan melainkan hal lain.

2.      Tergantung terhadap kondisi finansial

Alasan lain mengapa banyak orang yang memilih untuk memaafkan pasangan adalah rasa bergantung terhadap pasangannya secara finansial. Bisa saja mereka terpaksa harus bertahan dan tak bisa memaafkan pasangan sepenuh hati, namun mereka berusaha menerima kesalah tersbeut karena tak ada pilihan lain.

Bukan hanya dalam perkara perselingkuhan, bahkan alasan yang sama terjadi pada hubungan yang diwarnai kekerasan. Setiap korban tak memiliki penghasilan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup. Mereka tak mampu hidup dengan mandiri, hingga akhirnya mereka mengabaikan kebahagiaannya sendiri.

3.      Pasangan benar-benar merasa bersalah

Banyak orang yang justru merasa bersalah atas tindakan pasangan yang berselingkuh. Rasa bersalah yang muncul merupakan tanda jika mereka masih menginginkan hubungan asmaranya bertahan.

Hal inilah yang menyebabkan mengapa sebagian orang memilih untuk memaafkan tindakan pasangan yang berselingkuh. Kedua pasangan untuk berdamai dan saling intropeksi diri. apalagi jika pasangan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan ini lagi. Meskipun hubungan tak berakhir pada perpisahan, namun proses pemulihan tetap membutuhkan waktu.

4.      Rela bertahan demi anak-anak

Salah satu alasan mengapa beberapa orang memutuskan untuk memaafkan pasangannya setelah berselingkuh adalah anak. Masalah anak tentu menjadi pertimbangan yang sangat besar, bagi kedua pasangan apakah harus bertahan atau berpisah. Seberapa besar keinginan anda untuk berpisah dari pasangan, yang perlu anda ingat adalah segala keputusan anda tentu akan berdampa pada anak-anak.

Anak mungkin saja memiliki kedua orangtuanya secara utuh dirumah, namun jika mereka mengetahui perselingkuhan yang dilakukan oleh pasangan anda, tentu akan muncul gejolak emosi negatif. Sehingga, tak jarang banyak orangtua yang memilih untuk berdamai.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Strategi Efektif Untuk Menabung Bersama Bagi Pengantin Baru

Strategi Efektif Untuk Menabung Bersama Bagi Pengantin Baru

Strategi Efektif Untuk Menabung Bersama Bagi Pengantin Baru

Mungkin banyak pasangan merasa puas karena telah berhasil menabung untuk biaya pernikahan. namun janganlah berpuas hati, karena ada banyak kebutuhan serta kewajiban yang perlu dipenuhi selepas anda dan pasangan resmi menikah. Baik anda maupun pasangan harus sama-sama pintar dalam mengelola keuangan bersama.Strategi Efektif Untuk Menabung Bersama Bagi Pengantin Baru

Pada awal pernikahan terkadang gejolak asmaran penganting baru masih membara, akan tetapi dibalik itu semua jangan sampai anda berdua terlena. Ada baiknya untuk mempersiapkan rancangan keuangan bagi masa depat keluarga secara matang. Bila anda dan pasangan masih merasa kebingungan berikut ini ada strategi yang dapat diterapkan antara lain:

1.      Selalu terbuka satu sama lain

Sebagai pengantin baru segala urusan rumah tangga ada baiknya dibicarakan dan diputuskan bersama termasuk perihal finansial. Apalagi jika anda berdua memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap setiap bulan. Hal ini dilakukan agar timbangan keuangan keduanya stabil, sehingga tidak lagi terjadi masa-masa krisis di akhir bulan.

Untuk itu hal pertama yang perlu anda lakukan bersama pasangan adalah terbuka satu sama lain. Cobalah untuk meluangkan waktu sejenak untuk membicarakan hal ini dengan pasangan secara empat mata. Kejujuran mengenai pendapatan bersih perbulan dan hutang yang dimiliki, harus dibicarakan sejak awal, sehingga pertengkaran mengenai masalah uang dapat anda hindari sedari dini.

2.      Buatlah anggaran rumah tangga

Kebutuhan yang anda miliki saat masih berstatus lajang tentu berbeda dibandingkan setelah menikah. Kini anda memiliki kewajiban untuk mengisi makan dua orang setiap hari, bukan hanya itu bahkan keperluan lain dalam rumah tangga seperti tagihan listrik, air, internet, tagihan kendaran, cicilan rumah yang perlu dibayarkan setiap bulan tentu tak boleh diabaikan.

Agar pengeluaran anda tidak membengkan, usahakan untuk menyusun anggaran rumah tangga secara sistematis dan terstruktur baik. Susunlah anggaran tersebut secara harian, mingguan, hingga bulanan. Pilihlah metode menyusun anggaran yang sesuai dengan keingin kedua belah pihak.

3.      Selalu mencatat

Hal ini sangatlah penting, jangan lupa untuk melakukan pembukuan sederhan yang berisikan uang masuk, uang keluar serta sisa saldo yang dimiliki sebelumnya. Catat setiap bentuk pengeluaran dan pemasukan meski bernilai kecil. Hal ini sering kali diabaikan oleh pengantin baru jika berniat untuk menabung bersama.

Padahal adanya pembukuan akan membantu anda untuk menghitung dan melihat apa saja pengeluaran yang sebenarnya dibutuhkan dan tidak dibutuhkan. Cara ini pun lebih efektif melatih anda berdua untuk disiplin dalam mengelola uang. Namun seiring berkembangnya teknologi, saat ini sudah banyak aplikasi pencatat keuangan dalam bentuk digital dan online. Sehingga lebih mudah bagi anda dan pasangan untuk mengaksesnya.

4.      Putuskan siapa yang akan menjadi juru bayar diantara anda berdua

Umumnya urusan keuangan selalu berada pada kekuasaan istri, namun tak menutup kemungkinan jika suami yang melakukan hal demikian. Namun ada pula pasangan pengantin yang memilih untuk memegang keuangannya masing-masing.

Untuk itu, sebelum menyusun anggaran rumah tangga sebaiknya sepakati terlebih dahulu siapa yang berhak menjadi juru bayar. Jika anda dan pasangan sepakat untuk memegang uang sendiri-sendiri, maka sebaiknya tetap ada pembagian tugas dalam urusan membayar atau pengeluaran rumah tangga.

Misalnya anda bertugas membayar segala perlengkapan dapur dan perawatan diri, mulai dari sembako, sabun, sampo dan lain sebagainya. Sedangkan pasangan membayar tagihan bulanan seperti listrik, air, internet, atau cicilan rumah.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Suami Ketahuan Berselingkuh, Apakah Harus Bercerai Atau Bertahan Demi Keutuhan Keluarga?

Suami Ketahuan Berselingkuh, Apakah Harus Bercerai Atau Bertahan Demi Keutuhan Keluarga?

Suami Ketahuan Berselingkuh, Apakah Harus Bercerai Atau Bertahan Demi Keutuhan Keluarga?

Perselingkuhan bisa dikatakan sebuah konflik besar dalam sebuah hubungan baik berstatus pacaran atau sudah menikah. Bahkan perselingkuhan sering kali dijadikan sebuah konflik besar yang seolah tertanam dalam benak korban sehingga menimbulkan trauma yang dalam. Bahkan sudah banyak kasus perselingkuhan rumah tangga yang berakhir pada perceraian.Suami Ketahuan Berselingkuh, Apakah Harus Bercerai Atau Bertahan Demi Keutuhan Keluarga?

Hal ini dikarenakan banyak orang yang sulit memaafkan pelaku perselingkuhan, bahkan banyak kasus perselingkuhan yang akhirnya tak dapat membangun kepercayaan lagi dalam hubungan mereka. Tentu hal ini akan menjadi boomerang bagi kedua pasangan terlebih jika rumah tangga mereka telah dikaruniai anak, entah berusia masih anak-anak ataupun sudah menginjak dewasa.

Tanda jika pasangan berselingkuh

Perselingkuhan tentu dapat berpengaruh buruk terhadap pernikahan. meskipun ada banyak kasus perselingkuhan yang berakhir pada perpisahan, namun ternyata tak sedikit dari pasangan yang memutuskan untuk tetap bertahan dan memperbaiki kesalahan satu sama lain.

Meskipun demikian, tentu perselingkuhan menjadi malapetakan dalam pernikahan. Apalagi saat ini mudah bagi setiap orang untuk menemukan bukti kecurigaan jika pasangan sedang berselingkuh. Seperti riwayat chat atau telpon yang mengandung unsur menggoda atau berselingkuh dengan lawan jenis.

Selain itu menurut situs Men’s Health yang dikutip dari kompas ada beberapa tanda jika pasangan berselingkuh antara lain:

1.      Kasih sayang tak biasa cenderung berlebihan

Dalam sebuah penelitian menunjukan saat seseorang berselingkuh, maka ia akan mmulai melakukan upaya yang jelas untuk meningkatkan kepuasaan pasangan terhadap hubungannya. Menurut hasil penelitian yang dimuat dalam Personalitu and Social Psychology Bulletin dijelaskan gejala lain yang menjadi tanda saat pasangan berselingkuh adalah mengatakan hal-hal yang bersifat merendahkan mengenai orang yang diduga berselingkuh dengannya.

Hal ini merupakan taktik salah arah untuk mengurangi kecurigaan anda terhadap pasangan atas dugaan perselingkuhan.

2.      Masih berkomunikasi dengan mantan kekasih

Tanda ini merupakan hal yang biasanya terjadi, terkadang anda merasa khawatir saat pasangan berkomunikasi dengna mantan kekasih secara diam-diam. Akan tetapi, penting untuk dipahami perselingkuhan dapat terjadi jika tidak ada keterbukaan antara kedua pasangan.

Seorang psikoterapis bernama Jackie Jaye Brandt M.F.T dari Universal City, California menyarankan saat anda memiliki masalah dengan hubungan, cobalah untuk memberitahu apa yang sebenarnya terjadi pada pasagan anda.

3.      Memutar tuduhan

Menurut psikolog Susan Heitler Ph.D sering kali saat seseorang menuduh memiliki perasaan romantis atau terlibat dalam hubungan dengan orang lain yang belawan jenis, maka mereka justru membalikkan tuduhan tersebut pada pasangannya.

4.      Tidak dapat lepas dari handphone

Anda patut curiga ketika perilaku pasangan saat bermain ponsel sudah tidak biasa, misalnya mengangkap telpon dengan sembunyi-sembunyi dan berbisik, menyembunyikan layar hp dari tatapan anda, mengganti kata sandi, tidak bisa lepas dari ponsel meskipun sebentar. Jika pasangan menunjukan perilaku demikian maka anda patut curiga bisa jadi dia berselingkuh.

Lalu mana yang harus dipilih bertahan atau bercerai?

Tentu ini bukan persoalan yang mudah, ada banyak pertimbangan yang harus anda pikirkan matang-matang. Jangan mengambil keputusan berdasarkan emosi saja, sikap reaktif sering membuat anda mengambil keputusan yang salah. Menurut psikolog Irma Gustiana Andirani M.Psi mengatakan sepahit apapun kenyataan baik suami maupun istri tetap harus mencoba berkomunikasi kembali dan rekonsiliasi. Jika kondisi anda telah tenang maka barulah mengajak pasangan berbicara, jangan ragu untuk mengajak pihak ketiga jika tidak menemukan jalan tengah. Usahakan pihak ketiga yang anda ajak adalah seorang konsultan pernikahan karena dapat bersikap objektif dan netral.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!