Posts

Cara Tepat Memaafkan Pasangan Ketika Terlalu Sering Disakiti

Cara Tepat Memaafkan Pasangan Ketika Terlalu Sering Disakiti

Cara Tepat Memaafkan Pasangan Ketika Terlalu Sering Disakiti

Setiap pernikahan tentu tak lepas dari berbagai macam konflik, terkadang kita sendiri tidak dapat menduga hal buruk apa yang terjadi di kemudian hari. Terkadang banyak orang yang dihadapkan dengan pilihan pahit mengenai bagaimana cara memaafkan pasangannya setelah sering kali disakiti atau apakah harus berpisah karena kesalahan yang dilakukan tak lagi dapat dimaafkan.Cara Tepat Memaafkan Pasangan Ketika Terlalu Sering Disakiti

Rasa sakit hati atas perlakuan suami terkadang disebabkan oleh banyak hal seperti perselingkuhan, pengabaian, kritik yang bersifat merendahkan, kekerasan fisik emosional verbal dan seksual, hingga permasalahan dengan keluarga pasangan dan lain sebagainya.

Anak dan konsekuensi jangka panjang yang akan diterima setelah berpisah menjadi alasan mengapa banyak orang yang memilih untuk bertahan. Apalagi saat pasangan telah berjanji jika tidak akan mengulangi kesalahannya lagi.

Banyak orang yang menyarankan saat seseorang menyesali apa yang telah diperbuat ada baiknya kita memaafkan dan melupakan. Namun tentu hal itu tak semudah diucapkan. Anda bisa memaafkan pasangan apabila ia telah berkomitmen akan menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Dikutip dari the Asian Parent Berikut ini adalah tips mudah agar dapat memaafkan pasangan yang sering kali menyakiti anda:

1.      Sepakati kapan saatnya harus membicarakan perasaan anda dengan baik-baik

Mungkin saja, pengkhianatan pasangan serta berbagai perlakuan buruk yang dilakukannya membuat anda merasa trauma. Luka dan rasa sakit terus menghantui anda setiap saat, menyadari jika pasangan telah menyesal atas perbuatan yang dilakukan sebelumnya tentu tak semudah itu membuat rasa takut anda hilang begitu saja.

Anda perlu membicarakannya. Akan tetapi sebaiknya tidak meluapkan semua rasa fustasi yang dirasakan kepada pasangan secara sembarangan. Jika perlu, buatlah waktu yang tepat dengannya agar ada kesepakatan jika hal ini berupaya untuk menyembuhkan luka hati bukan malah menghakimi pasangan.

2.      Gunakan prinsip menunda reaksi

Orang bijak ialah orang yang dapat menunda reaksinya dengan mempertimbangkan di dalam pikiran. Sebaliknya orang reaktif membuat emosinya berhamburan begitu saja tanpa ada kontrol.

Setiap kenangan buruk muncul mungkin rasanya anda ingin berteriak, menangis dan putus asa. Namun ada baiknya anda mengatur napas dan berlatih relaksasi. Mungkin awalnya terasa sesak di dada. Akan tetapi, jika membiasakan dan berkata dengan diri sendiri untuk tetap tenang, maka emosi yang meledak akan luluh dengan kesabaran anda.

3.      Mementingkan keutuhan rumah tangga lebih dari segalanya

Ingatlah mengapa anda bisa mencintai dia dan mengapa anda memilihnya menjadi pendamping hidup. Jika hal tersebut kurang menguatkan anda, maka mulailah pertimbangkan apa saja kebahagiaan yang patut anda syukuri dalam hidup.

Ingatlah kenangan indah di masa lalu, serta ajak pasangan untuk berbulan madu kembali. Atau anda bisa mengajak pasangan untuk makan malam romantis berdua agar rasa cinta dan percaya dapat kembali.

4.      Memaafkan pasangan untuk diri anda sendiri

Banyak orang yang keliru jika memaafkan adalah soal memaafkan pasangan. padahal memaafkan merupakan persoalan berdamai degngan diri sendiri lebih dari orang lain (termasuk pasangan).

Jika anda memaafkan pasangan demi dirinya, maka bisa jadi anda akan lebih goya saat menghadapi masalah rumah tangga yang lebih besar. Namun jika anda memilih memaafkan pasangan untuk kedamaian diri sendiri, maka seberapa besar masalah yang akan dihadapi kondisi jiwa anda akan tetap stabil.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

Sumber: https://id.theasianparent.com/cara-memaafkan-suami-setelah-disakiti

Bukan Hanya Perceraian, Ada Masalah Lain Yang Menyebabkan Fungsi  Keluarga Hancur

Bukan Hanya Perceraian, Ada Masalah Lain Yang Menyebabkan Fungsi  Keluarga Hancur

Bukan Hanya Perceraian, Ada Masalah Lain Yang Menyebabkan Fungsi  Keluarga Hancur

Menurut anda adakah fungsi lain dari keluarga selain memenuhi kebutuhan biologis atau memperbanyak keturunan? Tentu ada banyak fungsi lainnya. Namun semua orang tentu berharap jika fungsi keluarga akan memberikan dampak positif bagi seluruh anggota keluarga. Namun bagaimana jika emosi negatif cenderung lebih banyak dirasakan saat bersama keluarga? Apakah fungsi itu gagal?Bukan Hanya Perceraian, Ada Masalah Lain Yang Menyebabkan Fungsi  Keluarga Hancur

Perubahan dalam keluarga membuat kondisi menjadi tidak menyenangkan sehingga hal ini mengacaukan fungsi keluarga tersebut. kondisi inilah yang disebut dengna disorganisasi keluarga, perasaan-perasaan yang dialami oleh anak dalam keluarga. Banyak orang yang mengira jika fungsi keluarga rusak akibat dari perceraian orangtua, namun ternyata ada berbagai penyebab lain yang menimbulkan disorganisasi keluarga. Apa saja? simak lebih jelas berikut ini.

Penyebab dari disorganisasi keluarga

1.      Konflik antar anggota keluarga yang berkepanjangan

Dalam keluarga tentu akan muncul berbagai masalah mulai dari masalah kecil atau besar sekalipun. Perilaku seperti adu mulut antara istri yang tidak setuju dengan pendapat suami, atau kebiasaan buruk suami yang tidak dapat menyimpan barang dengan baik. Mungkin terdengar terlihat sederhana, namun konflik yang tak kunjung menemukan titik terang dapat membahayakan kondisi keluarga.

Bayangkan bagaimana reaksi anak saat mereka sering mendengar orangtuanya berdebat. Suara ayah yang membentak atau nada tinggi sang ibu, akan membuat mereka merasa takut berada di rumah. Jika sudah demikian bagaimana anak-anak dapat merasakan kasih sayang orangtua.

2.      Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)

Kekerasan dalam keluarga tentu menjadi sumber rasa tidak nyaman yang paling mudah dikenali. Anggota keluarga yang menjadi target kekerasan akan merasa terancam saat berada di rumah, ia akan mencari cara agar dapat terhindar dari rumahnya sendiri.

Bahkan dalam beberapa kasus, korban kekerasan merasa tidak berdaya dan berpikir untuk lari dari rumah. Yang lebih menyedihkan hal ini justru memancing kemarahan pelaku kekerasan sehingga nekat berbuat hal yang lebih buruk pada korban.

3.      Kematian anggota keluarga

Setelah kehilangan salah satu anggota keluarga umumnya seseorang akan berusaha berdamai dengan keadaan. Namun pada kondisi ini tentu akan sulit untuk mengganti sosok yang telah melekap pada dirinya, seperti seorang anak yang tak rela dengan kepergian kakaknya, karena selama hidup kakaknya lah yang senantiasa membantunya di saat susah dan terus mengajaknya bermain.

Anak tersebut akan merasa kesulitan menerima keadaan jika perhatian yang diberikan oleh sang kakak telah hilang selepas kematian.

Bagaimana cara untuk mengatasi disorganisasi keluarga?

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi disorganisasi keluarga antara lain:

  • Penyesuaian satu sama lain antar anggota keluarga, cobalah untuk lebih mengenal pasangan, anak, orangtua, ataupun saudara anda. Selayaknya saat sesi ‘get to know each other’
  • Jangan ragu untuk melibatkan peran komunitas yang lebih luas. Ada berbagai program pelatihan yang dapat menjadi salah satu cara untuk mengatasi disorder keluarga. Misalnya untuk mengatasi permasalahan keuangan rumah tangga, tak ada salahnya anda mengikuti pelatihan wirausaha yang diadakan pemerintah atau swasta.
  • Dukungan pemerintah, jika masalah yang ada dalam keluarga anda menimbulkan kerugian yang besar contoh kekerasan fisik dan seksual. Maka jangan ragu untuk melaporkan pelaku korban KDRT telah dilindungi oleh undang-undang pemerintah.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

3 Hal Yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Bertemu Konsultan Pernikahan

3 Hal Yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Bertemu Konsultan Pernikahan

3 Hal Yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Bertemu Konsultan Pernikahan

Saat ini sudah banyak pasangan suami istri yang tak ragu untuk meminta bantuan seorang konsultan pernikahan. berkonsultasi dengan seorang konselor pernikahan dianggap salah satu cara yang efien untuk memperbaiki dan mempetahankan pernikahan. namun meminta bantuan seorang konsultan pernikahan tentu tak boleh asal-asalan, ada beberapa hal yang sebaiknya anda perhatikan terlebih dahulu. Konselor pernikahan umumnya akan memberikan saran bagi anda dan pasangan namun kontribusi anda pun turut mempengaruhi hasil konsultasi.

Untuk itu berikut ini merupakan hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum bertemu konsultan pernikahan antara lain.3 Hal Yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Bertemu Konsultan Pernikahan

1.      Cara tahu informasi konsultan pernikahan sejelas mungkin

Sebelum memutuskan untuk pergi dan berkonsultasi, ada baiknya anda menggali lebih dalam mengenai lokasi dan siapa yang akan anda mintai bantuan. Saat ini memang tak sulit mencari informasi mengenai praktek konsultasi pernikahan yang dapat anda percaya. Anda bisa mencari informasi melalui internet, media sosial, atau bertanya dengan teman dan kerabat yang pernah konsultasi sebelumnya. Jika perlu anda bisa membuat list daftar konsultan yang akan dimintai bantuan berdasarkan lokasi tempat, range harga, review atau rating, dan daftar kasus yang pernah ditangani.

Pastikan konsultan yang anda pilih memiliki review yang baik jika perlu memiliki sertifikat yang mendukung. Tidak masalah jika anda ingin mengunjungi 3 atau 4 tempat konsultasi yang berbeda agar dapat menemukan konselor yang dapat dipercayai.

2.      Temukan konselor yang memiliki visi dan misi sama

Temukan konselor yang memiliki cara pandang yang sama dengan cara pandang anda. Tujuan konsultasi anda bisa gagal jika konselor yang dipilih memiliki visi dan misi yang tidak sejalan dengan anda dan pasangan. misalnya anda memandang perselingkuhan sebagai sebuah kesalahan yang fatal. Namun konselor anda justru menganggap bahwa itu adalah isu yang wajar. Jika sampai di sini saja sudah berbeda, tentu anda merasa berat untuk bahkan tidak dapat menerima berbagai saran yang disampaikan oleh sang konselor. Sehingga konseling dan masalah pernikahan pun tidak berhasil diselesaikan dengan baik.

Seusai menemukan konsultan yang tepat jangan lupa pastikan baik anda dan pasangan merasa sama-sama nyaman dengan konselor. Begitu kepercayaan mulai terbentuk, maka komunikasi untuk mencari jalan keluar pun akan lebih mudah ditemuh.

3.      Jelaskan tujuan konsultasi anda kepada konselor

Sebelum datang dan mencurahkan segala beban pikiran dan hari mengenai masalah pernikahan yang dialami berdua. Ada baiknya anda dan pasangan menyampaikan tujuan konsultasi secara spesifik terlebih dahulu. Contoh, melalui konsultasi anda dan pasnagan berharap dapat memperbaiki komunikasi sehingga rumah tangga dapat betahan lebih awet dan hubungan menjadi lebih mesra.

Beri tahu konselor anda sejak awal apa yang menjadi tujuan konsultasi. Sehingga konselor akan membantu menilai apakah tujuan tersebut dapat dicapai atau tidak. Konselor yang baik umumnya tidakmemaksakan sesuatu pada hubungan pernikahan anda. Mereka justru mencoba menemukan jalan keluar dari masalah yang dihadapi.

Jika anda merasa telah menemukan konselor yang cocok, dan lokasi praktek mudah diakses. Serta konselor memiliki cara pandang yang sama, sekaligus tujuan yang anda berdua miliki jelas. Maka langkah selanjutnya segera jadwalkan konsultasi, sehingga anda tak menunda masalah terlalu lama.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Cara Mudah Membuat Pasangan Tersenyum Setelah Menghadapi Masalah Hebat

Cara Mudah Membuat Pasangan Tersenyum Setelah Menghadapi Masalah Hebat

Cara Mudah Membuat Pasangan Tersenyum Setelah Menghadapi Masalah Hebat

Setiap pasangan tentu pernah melakukan sebuah kesalahan entah disengaja maupun tidak, terkadang kesalahan yang dibuat menimbulkan sebuah konflik yang besar dalam pernikahan. konflik yang terjadi terkadang mengakibatkan perdebatan yang besar. Meskipun perdebatan dalam hubungan adalah hal wajar, namun yang menjadi masalah terkadang banyak pasangan yang memilih untuk saling menghindar  atau saling berdiam diri seusai perdebatan tersebut.Cara Mudah Membuat Pasangan Tersenyum Setelah Menghadapi Masalah Hebat

Rasanya begitu canggung untuk kembali mesra, namun sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengembalikan kemesraan seusai bertengkar. Agar hubungan anda dan pasangan tidak semakin merenggang berikut ini adalah tips untuk membuat pasangan tersenyum kembali setelah menghadapi masalah antara lain:

1.      Berikan pasangan pelukan hangat

Pelukan adalah bahasa tubuh yang paling disukai, pelukan dibutuhkan saat seseorang merasa sedih, tak berdaya, atau melepas kerinduan. Ternyata pelukan juga dapat anda lakukan untuk mengembalikan senyum pasangan setelah bertengkar. Meskipun sederhana namun memiliki banyak pengaruh terhadap orang yang anda peluk. Sebuah pelukan menunjukkan bahwa anda sangat peduli, serta pasangan merasa jika dirinya dicintai dan diterima. bahkan banyak penelitian yang membuktikan jika pelukan dapat melepaskan hormon oksitosin (hormon yang mengatur suasana hati) sehingga seseorang yang dipeluk merasa lebih rileks dan dapat melepaskan stres. Untuk itu tak ada salahnya memberikan pelukan hangat dan lembut pada pasangan.

2.      Biarkan pasangan mengungkapkan emosinya

Daripada terus berdiam diri dan saling memendam keinginan masing-masing, lebih baik ajaklah berbicara. Tanyakan pada pasangan tentang apa yang telah terjadi dan dengarkan cerita pasangan baik-baik. Jika sudah carilah solusi bersama untuk masalah yang sedang dihadapi. Bahkan hanya dengan menjadi pendengar yang baik untuk pasangan dapat membuatnya merasa lebih lega. Ingatlah jangan mencoba untuk mengomentari, menghakimi atau berbicara dengan nada yang tinggi dengan pasangan.

3.      Masaklah makanan yang enak untuk pasangan

Terkadang emosi akan mereda setelah seseorang makan. Emosi yang dialami dapat dipicu oleh berbagai hal, bukan hanya karena ada masalah. Namun bisa saja karena perut yang kelaparan. Untuk itu, tak ada salahnya untuk memasak makanan yang enak sesuai kesukaan pasangan, selain itu hal ini bisa menjadi salah satu tanda cinta yang sederhana namun berharga bagi pasangan.

4.      Beri pujian pada pasangan

Ingatlah untuk selalu menghargai apapun usaha pasangan anda, jangan ragu untuk memberinya pujian. Pujian yang sederhana dari orang yang dicintai tentu membuat pasangan anda sedang. Anda dapat menggunakan pujian seperti “terima kasih kamu telah bekerja keras.” Atau kalimat lainnya. Meskipun sederhana terkadang justru penghargaan seperti inilah yang lebih dibutuhkan pasangan, dengan saling menghargai dan mengakui hubungan anda berdua akan lebih kuat.

5.      Beri pijatan santai pada pasangan

Tak ada salahnya untuk memijat bagian bahu pasangan, pijatlah dengan lembut karena dapat membuat otot rileks dan melepaskan stres. Pijat tubuh pasangan sambil bersantai menonton serial TV atau sambil bercanda di atas kasur. Buatlah suasana yang santai sehingga pasangan dapat melupakan masalahnya sejenak.

Dengan berbagai cara yang telah dijelaskan bukan hanya masalah yang dihadapi lebih mudah selesai, hubungan anda dan pasangan pun akan lebih erat. Bahkan tidak menutup kemungkinan jika dilakukan terus menerus hubungan akan langgeng.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Menghindari Konflik Saat Gaji Istri Lebih Besar Dari Anda

Menghindari Konflik Saat Gaji Istri Lebih Besar Dari Anda

Menghindari Konflik Saat Gaji Istri Lebih Besar Dari Anda

Saat ini zaman telah berubah, bukan hanya dari perilaku masyarakat namun juga pola pikir yang dimiliki. Salah satunya adaah batasan suami sebagai pencari nafkan dan istri sebagai pengurus rumah tangga, yang kini telah bergeser.Menghindari Konflik Saat Gaji Istri Lebih Besar Dari Anda

Banyak kasus pernikahan yang ditemui jika jenjang karir seorang istri lebih tinggi dan mendapatkan gaji yang lebih besar dibanding sang suami. Tak heran hal ini terkadang menjadi persoalan baru dalam kehidupan rumah tangga. Bahkan tak sedikit pula pertengkaran yang disebabkan oleh masalah finansial seperti ini yang berujung pada perceraian.

Tentu perlu usaha yang besar dari kedua pasangan untuk mempertahankan pernikahan jika anda mengalami kondisi tersebut. lalu adakah cara yang bisa dilakukan untuk meniminalisir kemungkinan terjadinya konflik saat gaji istri lebih tinggi dibanding suami? Simak penjelasannya di bawah ini.

1.      Menjaga peran masing-masing dalam pernikahan

Dimuat dalam liveolive, seorang psikolog keluarga bernama Alissa Wahid melihat permasalah yang umumnya muncul sebenarnya dari kebutuhan dasar laki-laki untuk dihormati. Hal ini pun dibuktikan dalam sebuah riset yang diikuti oleh 400 suami di Amerika Serikat. Nafka yang cukup sering diasosiasikan sebagai faktor agar suami dianggap sebagai orang yang berharga dan dihormati oleh anggota keluarga. Hal inilah yang menjadi pemicu kedua pasangan umumnya bukan mengenai uang, melainkan perilaku pasangan dalam menyakipi hal ini.

Seorang pria tentu ingin menjadi sosok pahlawan bagi orang-orang di sekitarnya terutama anak dan istri. jika suami tetapmerasa dihormati dan dianggap sebagai pahlawan keluarga maka masalah seperti ini tidak akan terjadi.

Tentu sebagai istri, anda pun tetap harus menghormati suami sebagai kepala keluarga. Bukan hanya rasa hormat rasa keterbukaan juga diperlukan, suami juga berhak mengetahui pekerjaan apa saja yang anda lakukan.

Selain itu anda bisa saja anda membagi tugas dalam masalah keuangan misalnya, gaji anda digunakan untuk membayar tagihan bulanan dan gaji pasangan untuk membeli kebutuhan bulanan.

2.      Mendiskusikan hal-hal kecil

Menurut Alissa bukan hanya soal gaji saja, segala kemungkinan perkembangan karir atau promosi jabatan hingga penempatan tugas ke luar kota dari kantor pun perlu didiskusikan bersama pasangan anda. Bicarakan dengan santai tanpa perlu merasa kaku atau canggung, suasana yang santai justru membuat anda lebih mudah membahas hal-hal yang bersikap sensitif seperti karir atau pekerjaan.

Selain itu, jangan lupa untuk bersikap terbuka pada pasangan, meskipun terkesan sulit awalnya, namun hal ini akan mempermudah anda dan pasangan di kemudian hari. Jadi tepislah keinginan untuk menyembunyikan bonus tahunan dari kantor hanya untuk kepentingan pribadi. Baik anda maupun pasangan tentu tidak ingin dibohongi bukan?

3.      Jangan terlalu mudah mengkritik pasangan

Dalam kondisi apapun untuk menghindari sikap atau perkataan mengkritik yang sifatnya merendahkan pasangan ada, apalagi di depan orang banyak baik itu teman dekat atau keluarga besar. Simpan kritik anda untuk hal yang lebih fundenmental agar suami tak mudah menceritakan konflik dalam pernikahan anda kepada orang lain.  Walaupun terkadang sikap pasangan berbeda dari keinginan anda, berikan rasa hormat terhadap segala tindakan maupaun keputusan yang dia buat. Kebiasaan memuji kualitas dan kerja keras pasangan akan membuatnya tetap berada posisinya sebagai kepala rumah tangga.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Hal Yang Membuat Pria Menjadi Sosok Suami Takut Istri

Hal Yang Membuat Pria Menjadi Sosok Suami Takut Istri

Hal Yang Membuat Pria Menjadi Sosok Suami Takut Istri

Apakah anda pernah mendengar istilah suami-suami takut istri? topik ini sering diangkap menjadi sitkon di TV atau sebuah film yang ditonton di bioskop. Meskipun digambarkan melalui cerita fiksi namun ternyata hal ini juga terjadi pada dunia nyata. Digambarkan jika suami yang takut dengan istrinya selalu terlihat lemah dan tidak berdaya bahkan mereka sering kalah setiap kali bertengkar.Hal Yang Membuat Pria Menjadi Sosok Suami Takut Istri

Faktor yang meningkatkan risiko pria menjadi suami takut istri

Namun yang menjadi pertanyaan apa yang menjadi penyebab seorang pria merasa takut dengan istrinya. Apakah indikasi bahwa seseorang menjadi suami takut istri dapat dilihat sebelum menikah? Untuk lebih jelas lagi simak beberapa tipe pria yang dapat membuatnya menjadi suami takut istri nanti. Berikut penjelasannya:

1.      Anda memiliki mental yang cukup lemah, sehingga membiarkan istri lebih mendominasi dalam pernikahan nanti

Lelaki memang diciptakan sebagai sosok yang kuat, meskipun bukan berarti ia terbebas dari kerapuhan. Untuk itu, sebagai pria ada baiknya anda menjadi pribadi yang tangguh terhadap segala masalah hidup yang menghadang. Sebagai kepala rumah tangga tentu sudah semestinya anda memimpin. Jangan sampai justru diri anda yang dikontrol oleh istri. karena peran istri yang lebih dominan membuat anda menjadi takut padanya.

2.      Pekerjaan dan penghasilan anda lebih rendah dari pasangan

Salah satu faktor yang menyebabkan seseorang takut dengan istrinya adalah jabatan yang lebih tinggi atau penghasilan yang lebih besar, hal ini bukan hanya menimbulkan rasa takut namun juga malu dan iri. Apalagi bagi masyrakat Indonesia penghasilan seseorang sering dijadikan tolak ukur kepada siapa lingkungan sosial akan memigak. Sehingga tak heran jika sering merasa bersalah saat melakukan sesuatu, meskipun tidak semua keluarga mengiyakan hal ini. Namun sudah banyak kasus pernikahan yang membuktikannya.

3.      Istri berasal dari kasta sosial yang lebih tinggi atau keluarga kaya, sedangkan anda orang biasa

Bagi orang Indonesia silsilah keluarga masih dianggap sebagai hal yang penting. Meskipun istri anda seorang ibu rumah tangga dan hanya berfokus mengurus  anak-anak, bukan berarti menjamin anda terbebas dari risiko suamu takut istri. faktor keuangan dari pihak mertua anda juga memberikan pengaruh. Secara tidak langsung pihak pria merasa minder dan berujung pada suami yang takut istrinya.

4.      Anda terlalu mencintai istri

Salah satu penyebab mengapa seseorang menjadi suami takut istri adalah rasa cinta yang berlebihan. Meskipun cinta adalah landasan dari hubungan anda, namun jika rasa cinta anda terlalu besar kepada pasangan sehingga tidak mempedulikan diri sendiri tentu ini bukan hal yang baik.

Cinta yang terlalu besar membuat anda merasa takut kehilangan sosok pasangan, maka dari itu anda berusaha sekuat tenaga agar tetap disampingnya. Mengusahakan berbagai cara agar tidak terjadi hal-hal buruk dalam hubungan anda. Namun sayangnya, cinta yang berlebihan justru membuat anda merasa takut dengan istri sendiri. untuk itu, ada baiknya ada mencintai pasangan dalam batas sewajarnya.

Beberapa penyebab yang telah disebutkan dapat menyadarkan anda bagaimana harus bersikap selayaknya pemimpin keluarga. Jika anda merasa takut dengan pasangan cobalah bicarakan terlebih dahulu sebelum menikah. Membicarakan perasaan takut anda terhadap pasangan bukan hanya meminimalisir anda menjadi suami yang takut istri, namun pasangan akan lebih mengerti dan hubungan anda akan lebih sehat.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Tanda Jika Mertua Anda Berpengaruh Buruk Pada Pernikahan

Tanda Jika Mertua Anda Berpengaruh Buruk Pada Pernikahan

Tanda Jika Mertua Anda Berpengaruh Buruk Pada Pernikahan

Tnetu tak semua orang dapat dekat dengan mertuanya, apalagi jika sikap mertua membuat pernikahan anda menjadi panas. Sesekali sebagai  anda merasa kesulitan untuk membela diri meskipun sikap mertua yang berlebihan. Bahkan terkadang pasangan anda justru membela ibunya dibandingkan anda pasangan hidupnya. Sebelum pernikahan anda semakin memburuk, berikut ini ada beberapa tanda mertua yang berpengaruh buruk terhadap pernikahan anda. Simak penjelasannya di bawah ini:Tanda Jika Mertua Anda Berpengaruh Buruk Pada Pernikahan

1.      Mengontrol persiapan pernikahan anda dan pasangan

Terkadang mertua menjadi ancaman bagi rumah tangga anda, hal ini dapat dilihat saat anda dan pasangan menyiapkan pernikahan. apabila mertua ikut ambil andil dalam pengambilan keputusan mengenai persiapan pernikahan, maka anda harus sedikit berhati-hati. Cobalah bicarakan hal ini pada pasangan anda, jangan sampai perilaku tersebut akan terus berlanjut hingga anda resmi menikah.

2.      Merasa menjadi teman dekat anda

Sebenarnya bukan masalah jika anda begitu dekat dengan mertua selayaknya teman dekat. Namun yang ditekankan adalah sikap yang  berlebihan agar lebih dekat dengan anda, seperti menelpon tak kenal waktu serta menawarkan nasihat atau kritikan terhadap hal apapun mulai dari memasak, berdandan, cara berpakaian, bahkan mendidik anak.

3.      Berniat untuk ikut bulan madu anda dan pasangan

Bulan madu merupakan momen dimana hanya ada anda dan pasangan. Bulan madu sering dimanfaatkan pasangan untuk merajut kemesraan ditengah gejolak cinta yang membesar. Meskipun demikian ternyata masih banyak mertua yang ingin ikut anaknya berbulan madu bersama pasangan. tentu kehadiran mertua membuat anda merasa tidak nyaman. Mertua tipe ini merasa dia tidak dapat jauh dari anaknya, atau mereka tak ingin anaknya berlibur tanpa kehadirannya.

4.      Menjadi pemicu pertengakaran dalam pernikahan anda

Bertengkar karena sikap mertua sudah menjadi hal yang wajar, namun hal ini tentu menjadi masalah jika anda dan pasangan sering mengalaminya. Apalagi jika mertua terlalu sering menyebabkan anda dan pasangan saling berdebat, maka ini bisa jadi tanda jika mertua anda menjadi ancaman dalam pernikahan. mertua seperti ini bisa jadi sengaja melontarkan topik apa pun yang membuat suasana hati anda dan pasangan memanas, mereka cenderung memanfaatkan kekurangan yang anda berdua miliki.

5.      Membersihkan dan membereskan rumah

Beberapa wanita mungkin merasa senang saat mertua ikut membantunya dalam membersihkan dan membereskan rumah. Beberapa mertua mungkin tulus melakukan hal tersebut karena ingin meringankan pekerjaan anda. Namun ada beberapa mertua yang justru memiliki maksud untuk mempermalukan anda atau mengkritik bagaimana cara anda mengurus rumah.

6.      Sering meminta waktu untuk bersama pasangan anda

Mertua yang sering ikut campur masalah pernikahan anaknya, terkadang tidak menyadari jika anaknya telah menikah dan keluarganya adalah prioritasnya dalam hidup. Namun jika mertua anda selalu menuntut pasangan untuk lebih banyak waktu yang dihabiskan bersama atau menomersatukan dirinya tentu ini adalah tanda jika mertua anda akan berpengaruh buruk pada pernikahan.

7.      Membuat anda terus merasa bersalah

Tanda lain yang ditunjukan jika mertua anda merupakan ancaman pernikahan adalah membuat anda terus merasa bersalah, meskipun anda tak berbuat apa-apa. Rasa bersalah dan tidak berdaya dapat anda rasakan kapan saja.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Menghadapi Berbagai Masalah Pernikahan Yang Berkaitan Dengan Mertua

Menghadapi Berbagai Masalah Pernikahan Yang Berkaitan Dengan Mertua

Menghadapi Berbagai Masalah Pernikahan Yang Berkaitan Dengan Mertua

Setiap pernikahan tentu akan mengalami masalah entah kecil maupun besar. Masalah yang anda hadapi pun, bisa berasal dari dalam pernikahan seperti selisih paham atau komunikasi yang kurang baik. Namun bisa saja masalah yang anda hadapi justru berasal dari luar seperti ibu mertua. Ibu mertua mungkin menjadi sosok ibu kedua bagi anda. Bahkan tak heran terkadang ibu mertua memperlakukan menantunya selayaknya anak kandung. Namun ternyata ada beberapa sikap mertua yang justru menjadi masalah dalam pernikahan anda, apa saja? simak lebih jelasnya berikut ini.Menghadapi Berbagai Masalah Pernikahan Yang Berkaitan Dengan Mertua

Mertua yang terlalu otoriter

Apakah saat ini ibu mertua anda memegang kontrol terhadap pernikahan anda dan pasangan? atau apakah ia sering kali melakukan atau tidak melakukan sesuatu, menentukan tempat tinggal anda, mengkritik pola asuh anda terhadap anak, bahkan ia akan memarahi anda jika tak melakukan sesuai apa yang diperintahkan.

Jika anda mengalami semua kondisi itu, maka itu tandanya mertua anda bersikap otoriter. Tentu hal ini akan menjadi masalah dalam pernikahan anda, di satu sisi anda harus menghormati dia sebagai orangtua. Namun di sisi lain anda pun juga memiliki keputusan untuk melakukan sesuatu terlebih mengenai keluarga anda sendiri. ibu mertua yang terlalu menekan akan membuat anda stres sehingga berpengaruh buruk terhadap hubungan pernikahan.

Untuk mengatasi masalah ini, cobalah gali lebih dalam cari tahu apa yang membuat pasangan tak berdaya bila berhadapan dengan orangtuanya. Apakah memang kebiasaan sedari kecil, atau karena mertua anda takut kehilangan kontrol terhadap anaknya setelah menikah? Saat anda menemukan alasan yang mendasari masalah ini, cobalah diskusikan dengan pasangan. katakan pada pasangan anda berdualah yang lebih berhak mengendalikan pernikahan ini. bersikaplah kompak di depan merdua serta ingatlah anda juga tidak perlu meminta pertujuan mertua untuk membuat sebuah keputusan. Secara perlahan mertua anda akan mengerti

Mertua yang judes

Keinginan dekat dengan mertua tentu anda inginkan, maka tak jarang anda menunjukan keramahan dan sikap terbuka terhadap mereka. Namun terkadang kesan yang anda dapatkan justru sebaliknya, mereka cenderung cuek bahkan judes terhadap anda. Bahkan mereka terang-terangan menunjukan ketidaksukaannya terhadap anda, mulai dari perkataan hingga perilaku. Misalnya mereka sering mengomentari buruk pekerjaan anda di rumah, merendahkan anda di depan teman-temannya, hingga membandingkan diri anda dengan mantan kekasih pasangan anda. Tentu semua tindakan ini membuat anda panas.

Hal yang harus anda lakukan untuk mengatasinya adalah dengan menceritakan perlakuan atau perkataan mertua yang melukai anda. Mintalah asangan untuk lebih berperan dalam menegur orangtuanya. Atau anda bisa menyampaikan rasa keberatan anda terhadap sikap mertua secara langsung, namun sampaikanlah dengan kalimat yang tegas dan tetap sopan tanpa memancing emosi. Ingat jangan sampai anda terpancing amarah, mintalah ibu mertua anda untuk lebih menghargai anda sebagai menantunya.

Anda juga bisa menemukan persamaan dalam dirinya agar anda dan ibu mertua dapat saling mengenal kepribadian masing-masing. Jika masalah ini terlalu sering anda alami, maka cobalah cari area pribadi, sehingga interaksi anda dengan mertua sedikit berkurang. Bagaimana pun anda harus tetap menghormatinya sebagai orang tua. Anda juga tidak perlu memaksakan diri untuk akrab dengannya jika memang sulit dan justru membuat anda semakin tertekan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Menikah Dengan Seorang Single Parent? Tantangan Yang Dihadapi Saat Menjadi Orangtua Tiri

Menikah Dengan Seorang Single Parent? Tantangan Yang Dihadapi Saat Menjadi Orangtua Tiri

Menikah Dengan Seorang Single Parent? Tantangan Yang Dihadapi Saat Menjadi Orangtua Tiri

Menikah dengan seorang single parent sekaligus menjadi orangtua tiri bagi anak-anak tentu bukan hal yang mudah. Jika dalam dongeng-dongeng ibu tiri digambarkan seorang yang jahat dan kejam seperti pada kisah Cinderella, Hansel and Gretel, serta Bawang Merah dan Bawang Putih.Menikah Dengan Seorang Single Parent? Tantangan Yang Dihadapi Saat Menjadi Orangtua Tiri

Tentu hal ini tidak berlaku lagi, nyatanya masih ada orangtua tiri yang memberikan kasih sayang kepada anak-anak serta anggota keluarga besar pasangan. meskipun demikian setelah anda resmi menikah dengan pasangan, tandanya anda telah siap dengan apa yang pasangan miliki termasuk anak, isu mengenai pernikahan dengan seorang single parent serta mantan pasangan anda. Menjadi orangtua tiri tentu akan menghadapi tantangan tersendiri. Kedekatan dengan anak adalah salah satu kunci agar hubungan anda dan pasangan berjalan dengan harmonis.

Menghadapi situasi saat menjadi orangtua tiri

Agar anda mampu melalui masa-masa sulit ada beberapa hal yang harus anda perhatikan, agar hubungan orangtua dan anak tetap baik serta pernikahan anda dan pasangan tetap awet dan harmonis. Berikut ini adalah penjelasannya:

1.      Menjadi sahabat bagi anak-anak

Memasuki kehidupan anak-anak yang broken home atau kehilangan salah satu orang tuanya tentu bukan hal mudah dilakukan. Tentu anak-anak akan merasa canggung karena ada orang luar yang masuk dalam kehidupannya. Untuk mengatasi situasi seperti ini, kunci yang harus anda pegang adaah menjadi sahabat untuk anak-anak. Dengan begini anak-anak pun lebih nyaman dan anda akan semakin akrab dengan mereka. Apalagi jika anak menginjak usia remaja, cobalah mengajaknya bercerita mengenai keseharian yang dilakukan. Mulai dari pelajaran di sekolah, teman-teman, atau mungkin orang yang disukai anak.

Atau bisa saja anda sesekali mengajak anak berjalan-jalan, berbelanja atau kegiatan lain yang lebih santai sehingga anda dan anak-anak akan lebih mengenal satu sama lain.

2.      Tunjukan sikap positif pada anak

Ingatlah jika sosok orangtua kandung selamanya tidak dapat tergantikan oleh siapapun sekalipun anda. Entah bagaimana perpisahan yang terjadi pada kedua orangtua kandungnya, anak-anak tetap kan mencintai mereka. Untuk itu, hindari ungkapan negatif mengenai orangtua kandung mereka. Jika ada hal yang menurut anda tidak baik mengenai orangtua kandung anak-anak, maka sampaikan secara langsung pada suami. Atau anda hindari untuk ikut berkomentar negatif jika ada orang lain mengatakan hal buruk pada orangtua kandung anak-anak.

Selain itu, jangan buat anak merasa terhalangi saat harus bertemu dengan orangtua kandungnya karena kehadiran anda. Bahkan bisa saja anda mengantar atau bertemu dengan orangtua kandung anak-anak.

3.      Sayangi anak-anak selayaknya anak kandung anda sendiri

Untuk menjadi sosok ibu baru yang dapat diterima di keluarga, anda harus sanggup menenangkan hati anak-anak. akan ada saatnya mereka membutuhkan bantuan anda. Sehingga anda harus siap menjadi sahabatnya, tunjukan jika anda mencintai mereka dan tunjukan pada mereka jika adanya diri anda bukan berarti kasih sayang pasangan terhadap anak-anak berkurang.

Menjadi orangtua tiri memang cukup komplek dibandingkan dengan orangtua kandung. Apalagi saat ini masih banyak masyarakat yang memandang negatif sosok orangtua tiri. Namun jangan jadikan stigma negatif tersebut membuat anda merasa gagal dan menyerah begitu saja. cinta dan kesabaranlah yang akan membuktikan besarnya cinta anda terhadap keluarga.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Tanda Jika Pasangan Suami Istri Memiliki Komunikasi Yang Buruk

Tanda Jika Pasangan Suami Istri Memiliki Komunikasi Yang Buruk

Tanda Jika Pasangan Suami Istri Memiliki Komunikasi Yang BurukTanda Jika Pasangan Suami Istri Memiliki Komunikasi Yang Buruk

Setiap pasangan suami istri sebaiknya mamiliki komunikasi yang menyenangkan dan nyaman bagi keduanya. Mengingat jika komunikasi merupakan bagian penting dalam pernikahan untuk menentukan kebahagiaan atau kesengsaraan kedua pasangan. jika komunikasi yang terjalin antara kedua pasangan menjadi lancar, nyaman, efektif dan menyenangkan. Maka hari-hari pernikahan mereka akan lebih menyenangkan dan harmonis.

Akan tetapi terkadang kita sering menjumpai pasangan suami istri yang menjalani komunikasi yang kurang baik. Hal ini dikarenakan mereka memiliki pola komunikasi yang buruk. Akumulasi dari berbagai konflik kecil yang dibiarkan tanpa ada penyelesaian yang tepat, sehingga menyebabkan suasana hati diantara keduanya menjadi tegang dan tidak nyaman. Ada suasana sensitif yang terbentuk antara suami dan istri sehingga hal itu menimbulkan banyak hal yang menjadi masalah.

Jika sudah dalam situasi ini, hendaknya kedua pasangan segera mengambil langkan tepat untuk menyelesaikannya. Jangan sampai masalah ini dibiarkan berlarut-larut, sehingga kondisi pernikahan semakin buruk. Namun ada baiknya anda mengenali beberapa tanda-tanda komunikasi yang buruk dalam hubungan suami istri di bawah ini.

1.      Merasa suasana antara kedua pasangan menjadi sensitif

Jika suami dan istri sama-sama merasakan suasana yang sensitif yang terjalin antara keduanya. Seperti muncul perasaan tidak nyaman setiap kali bertemu atau berkomunikasi. Keduanya saling menahan diri dan akhinya komunikasi semakin jarang terjalin.

2.      Mudah terbawa emosi setiap kali membahas sesuatu dengan pasangan

Jika suami atau istri mudah terpancing emosi atau marah, setiap kali berbicara atau bertemu adalah tanda jika komunikasi yang dibangun tidak sehat. Untuk itu, keduanya cenderung menghindari komunikasi agar pasangan tidak marah.

3.      Mudah tersulut konflik, meskipun itu hal kecil

Hanya karena hal kecil, dapat membuat suami dan istri terlibat pertengkaran yang besar. Misalnya suami yang lupa menaruh kunci mobil, sehingga istri pun ikut kerepotan mencarinya sehingga rumah menjadi berantakan. Sebenarnya konflik adalah hal yang wajar terjadi, namun sangat banyak konflik yang tidak produktif dan tidak semestinya terjadi justru dialami oleh kedua pasangan.

4.      Pasangan suami istri sering mengalami kesalahpahaman

Setiap kali mengobrol secara langsung atau berkomunikasi melalui telpon atau pesan singkat selalu berujung pada kesalahpahaman, kedua pasangan justru tidak dapat berakhir pada saling pengertian. Baik kata maupun kalimat yang disampaikan sering tidak dapat dimengerti oleh pasangan. sehingga salah paham sering terjadi.

5.      Tidak ada yang mau mengalah setiap kali berdebat

Setiap muncul tanda konflik atau kedua pasangan saling berdebat, selalu berakhir pada pertengkaran yang sulit untuk dilerai. Hal ini karena kedua pihak tidak ada yang mau mengalah. Mereka justru merasa heran mengapa pasangannya tidak pernah mau mengalah setiap kali bertengkar.

6.      Selalu merasa diri sendiri benar

Suami dan istri selalu menganggap jika dirinya benar, dan pasangan adalah pihak yang salah. Sikap selalu ingin menang sendiri dan menganggap diri benar adalah tanda jika pasangan memiliki komunikasi yang buruk. Rasa heran mengapa pasangan tidak pernah merasa bersalah justru akan membuat kondisi pernikahan semakin buruk.

7.      Menganggap diri sebagai pihak yang selalu mengalah

Tanda lainnya adalah baik suami maupun isri menganggap dirinya adalah pihak yang selalu mengalah apabila terjadi konflik. Bahkan mereka justru menuduh pasangannyalah yang tidak pernah mau mengalah.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!