Posts

Saat Lamaran Anda Ditolak Oleh Pujaan Hati, Apa Yang Harus Dilakukan

Saat Lamaran Anda Ditolak Oleh Pujaan Hati, Apa Yang Harus Dilakukan?

Saat Lamaran Anda Ditolak Oleh Pujaan Hati, Apa Yang Harus Dilakukan?

Alasan mengapa banyak pasangan yang menjalani hubungan asmara adalah untuk lebih mengenal satu salam lain dan pada akhirnya melanjutkan ke jenjang yang lebih serius atau pernikahan. Namun untuk melangkah sampai jenjang pernikahan tentu membutuhkan proses yang panjang, banyak hal yang perlu disiapkan baik dari pihak wanita maupun pria. Selain melalui proses pacaran, ada pun satu proses penentu apakah hubungan anda dapat berlanjut ke pelaminan atau tidak. Ya, proses itu adalah lamaran. Proses lamaran kerap menjadi proses yang menegangkan khususnya bagi kalangan pria.Saat Lamaran Anda Ditolak Oleh Pujaan Hati, Apa Yang Harus Dilakukan

Tak selamanya jalinan asmara yang panjang menjamin lamaran akan diterima, menikah tentu tidak hanya membutuhkan kasih sayang saja. perlu adanya restu dari orangtua kedua pasangan. tak sedikit pria yang mengalami kegagalan karena tak mendapatkan restu dari orangtua wanita.

Lamaran ditolak tentu sebuah berita buruk bagi anda, hati rasanya hancur berkeping-keping. Sakit, kecewa, bahkan benci menyatu jadi satu dalam hati anda. Namun ingat hal ini bukan berarti akhir dari kehidupan anda. Ingatlah betapa berharganya diri anda, jangan terlalu lama anda terpuruk apalagi melakukan hal-hal yang menyimpang. Anda dapat masih memiliki kesempatan untuk menjalani hidup normal kembali. Berikut ini ada beberapa hal yang dapat dilakukan setelah lamaran anda ditolak antara lain:

1.      Tenangkan diri anda dan hargai keputusan yang telah dibuat oleh keluarga pasangan

Hal pertama yang dilakukan adalah tetap tenang, sakit memang saat anda harus menghadapi kenyataan jika lamaran ditolak oleh keluarga atau pasangan anda sendiri. namun sikap ini justru menunjukan betapa dewasanya anda. Meskipun berbagai reaksi emosional muncul dalam diri anda, namun cobalah untuk bersikap tenang dan menghargai apa yang telah diputuskan mereka. Rasa sedih itu pasti, namun cobalah untuk tetap menghadapi kenyataan yang pahit dengan lebih mengontrol diri anda.

2.      Cobalah untuk intropeksi diri

Entah apa yang menjadi penyebab lamaran anda ditolak, apakah karena orangtua pasangan anda tidak suka, pasangan merasa tidak ada kecocokan, atau hal lainnya. Dibalik alasan tersebut yang terpenting adalah intropeksi diri. karena bisa saja kesalahan yang pernah anda buat menyumbang penolakan tersebut. cobalah untuk berdiam diri sejenak dan lakukan intropeksi diri. kalau memang jelas anda tidak melakukan kesalahan maka ikhlaslah, mungkin benar jika dia bukanlah pasangan yang tepat, dia mungkin tidak bisa membuat anda merasa bahagia. Atau akan ada banyak masalah yang dihadapi jika anda dan dia terus bersama.

3.      Kalau dirasa anda cukup pantang mendampingi pasangan cobalah buktikan hal itu

Dengan sikap tenang yang anda miliki anda bisa membuktikan pada pasangan dan orangtuanya jika anda adalah sosok pasangan yang berkualitas dan sudah pantas untuk menjalani hubungan pernikahan bersama dia. Selain itu, anda juga buktikan jika anda akan membuat pasangan merasa bahagia. Jangan menyerah dengan mudah, apabilah niat dalam hati anda sudah kuat maka tak ada salahnya untuk berjuang lagi.

4.      Lepaskan pasangan, dan membuka hati untuk orang lain

Jika memang tak ada kesempatan anda untuk bersama pasangan, maka ikhlaskan. Mungkin kisah anda harus berakhir sekarang. Jangan terlalu larut dalam kesedihan, anggap saja dia bukan jodohnya. Setelah anda mampu mengikhlaskan pasangan, maka bukalah hati anda dan mulailah menjalin hubungan baru dengan orang lain yang lebih baik.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Apakah Benar Jika Anak Korban Dari Keluarga Broken Home Takut Untuk Menikah?

Apakah Benar Jika Anak Korban Dari Keluarga Broken Home Takut Untuk Menikah?

Apakah Benar Jika Anak Korban Dari Keluarga Broken Home Takut Untuk Menikah?

Banyak isu yang membahas mengenai anak dari keluarga broken home, salah satunya adalah mereka merasa takut untuk menjalin hubungan yang serius seperti pernikahan. mereka yang menjadi korban broken home menyaksikan secara langsung orangtua mereka berpisah. Atau orangtua yang terus bertahan namun hubungan mereka tak lagi sehat. Kondisi pernikahan yang sering diwarnai dengan pertengkaran bahkan kekerasan fisik dan verbal terkadang menjadi hal yang menakutkan. Jika anda bukan anak keluarga broken home mungkin akan kesulitan memahami perasaan mereka.Apakah Benar Jika Anak Korban Dari Keluarga Broken Home Takut Untuk Menikah?

Berbagai percekcokan, penghianatan, saling diam, membentak, pisah ranjang  hingga percerian menimbulkan rasa traumatik pada mereka. Sehingga hal tersebut membuat mereka membentuk benteng pertahanan di hatinya yang sulit untuk dibuka. Hal ini bukan karena mereka tak ingin merasakan jatuh cinta atau percaya dengan orang lain. Atau bukan tanda jika mereka takut pacaran, takut berkomitmen, atau bahkan takut menikah. Sebenarny ada sesuatu yang telah menyabotase hati mereka sehingga adalah sebuah kesalahan jika mereka melakukan hal yeng serupa seperti kedua orangtuanya termasuk memberi kepercayaan, jatuh cinta atau menikah.

Anak broken home memandang sebuah penikahan

Bila ditanya bagaimana kesiapan seorang anak broken home mengenai pernikahan, banyak diantaranya berdiam diri. pernikahan merupakan sebuah momen yang sakral dan tidak boleh dilakukan sembarangan, mereka harus melakukan pertimbangan bahkan rasa ragu terkadang turut ambil bagian. Bahkan ada beberapa yang memilih menghindar, tidak ingin menikah atau menundanya.

Sebenarnya anak broken home cenderung takut pada hal-hal yang tidak diinginkan dalam pernikahan, sekalipun hal itu tidak terjadi. Sehingga, meskipun sekarang mereka berstatus lajang, ataupun telah memiliki kekasih namun pikiran tersebut tetap menghantui mereka.

Perasaan gelisah terhadap nasib yang serupa seperti orangtuanya sering kali muncul. Mereka merasa cemas bila mengalami situasi yang tidak menyenangkan seperti terluka, gagal membina rumah tangga, kehilangan orang yang disayangi, ditelantarkan, diperlakukan berbeda, diselingkuhi, dan lain sebagainya. Mereka merasa takut jika apa yang dicemaskan menjadi kenyataan.

Anak broken home juga dapat menjalani hubungan dengan baik

Akan tetapi tak selamanya anak keluarga broken home bersikap seperti demikian. Jika mereka mampu mengelola dan memahami apa yang terjadi pada orangtuanya sebagai bekal untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Hal ini justru akan berdampak baik terhadap hubungan.

Mereka dapat belajar bagaimana seorang istri/suami bertindak, bagaimana menjadi orangtua yang baik untuk anaknya, bagaimana menghadapi sebuah konflik atau pertengkaran dengan pasangan, bagaimana perasaan anak-anak saat orangtuanya bertengkar, dan lain sebagainya.

Sehingga mereka dapat menjadi pasangan yang setia, penyayang, mampu berkomunikasi dengan baik, jujur, berusaha keras untuk mempertahankan hubungan, dan memiliki respect yang baik. Namun hal ini tentu tidak bisa diperoleh secara instan. Peran pasangan sebagai sosok yang mendukung sangatlah penting.

Pernikahan merupakan keputusan yang penting bagi setiap orang

Bukan hanya bagi anak borken home saja, namun setiap orang tentu akan mempertimbangkan baik-baik hubungan mereka sebelum melanjutkan ke jenjang pernikahan. meyakinkan pasangan yang pernah mengalami trauma akibat dari hancurnya pernikahan orangtua tentu bukan hal yang mudah. Perlu adanya kesabaran dan dukungan agar mereka lebih berani menjalin hubungan yang serius. Namun percayalah, setiap niat baiktentu akanmendapatkan jalan, biarkan pasangan yang menilai keseriusan anda, jika anda benar-benar mencintainya cobalah untuk lebih memahami perasaannya. Jangan terlalu cepat menyerah atau mengeluh. Semakin besar usaha anda maka semakin besar pula keberanian pasangan untuk menikah.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Tanda Jika Anda Belum Siap Menjalani Hubungan Asmara Dengan Seorang Single Parent

Tanda Jika Anda Belum Siap Menjalani Hubungan Asmara Dengan Seorang Single Parent

Tanda Jika Anda Belum Siap Menjalani Hubungan Asmara Dengan Seorang Single Parent

Saat menjalin hubungan asmara dengan seorang single paren, tandanya anda harus siap dengan apa yang melekat pada mereka. Mulai dari anak, isu pernikahan sampai mantan pasangannya. Meskipun cinta tak mengenal latar belakang pasangannya, namun terkadang ada beberapa orang yang terlihat belum siap untuk menjalani hubungan asmara dengan seorang single parent. Agar anda semakin yakin lagi berikut ini adalah beberapa tanda yang ditunjukkan.Tanda Jika Anda Belum Siap Menjalani Hubungan Asmara Dengan Seorang Single Parent

Apakah anda siap menjalin hubungan dengan seorang single parent?

Bagi mereka yang menjalani hubungan asmara dengan seorang janda atau duda tentu menjadi tantangan tersendiri. Tantangan ini tidak sama dengan saat anda memiliki hubungan asmara dengan orang yang belum memiliki anak. jika anda belum siap sebaiknya pikirkan terlebih dahulu sebelum hubungan berlanjut ke jenjang yang lebih serius. Untuk itu ada beberapa tanda jika anda belum siap menjalani hubungan asmara dengan seorang single parent antara lain:

1.      Merasa cemburu dengan anak-anak

Cemburu adalah hal yang wajar dalam hubungan asmara ketika pasangan terlihat lebih dekat dengan orang lain selain diri sendiri. Namun pada kasus seperti ini, mungkin pasangan anda akan lebih banyak waktu yang dihabiskan bersama anak-anaknya. Terkadang hal ini memicu kecemburuan pada diri anda.

Apabila kecemburuan anda membuat anda bersikap tidak menyenangkan kepada anak dari pasangan anda, dan mencoba merebut perhatiannya maka hal ini adalah tanda jika anda belum siap menjalani hubungan dengan seorang single parent.

Menurut seorang profesor antropologi bernama Peter Gray dari University of Nevada mengungkapkan pendapat anak tentang pasangan baru orangtuanya merupakah hal yang sangat penting. Untuk itu rasa cemburu terhadap anak pasangan anda justru akan merusak hubungan. Ada baikny anda mendekatkan diri dengan mereka dan berusaha untuk menyayanginya pula.

2.      Menyampaikan kritikan mengenai pola asuh yang diterapkan pasangan

Jika anda telah mengenal dekat anak pasangan anda, dan melihat pola asuh yang diterapkan pada mereka. Mungkin saja muncul keinginan untuk mengkritik cara pasangan mendidiknya. Akan tetapi cobalah untuk menahannya, ingat pasangan anda telah mengasuh anda sejak mereka lahir. Mengkritik pola asuh yang ia terapkan justru akan menyinggung perasaannya.

Cobalah untuk masuk dengan perlahan, jangan ucapkan rasa tidak setuju anda pada tahap awal pendekatan.

3.      Merasa berhak untuk mengatur jadwal dan waktu pasangan

Saat anda memiliki hubungan dengan seorang singleparent sebaiknya anda harus lebih menghargai waktu selama proses hubungan anda. Contohnya lebih bersabar dengan waktu pasangan akan memperkenalkan anda dengan anak-anaknya. Umumnya masalah yang sering diperdebatkan dalam hubungan asmara yang seperti ini adalah menunjukan rasa sayangnya di depan anak pasangan anda.

Apakah pantas jika anda memegang tangan, menyentuh bagian tubuh atau mencium pasangan di depan anak-anaknya dan bagaimana reaksi mereka nantinya. Jika anda tidak mempedulikan hal itu, tandaknya anda tidak dapat menghargai pasangan, dan anda belum siap menjalani hubungan dengan seorang single parent.

4.      Mencari spontanitas

Dikutip dari American Psychological Association, ada beberapa faktor stres yang sering menyerang seorang single parent yaitu:

  • Adanya masalah dalam keluarga besar
  • Waktu kunjungan anak
  • Efek dari masalah yang terus berlanjut antara orangtua

Sehingga sulit bagi mereka menemukan waktu yang tepat untuk menjalani hubungan asmara dengan orang lain, untuk mempertahankan hubungan asmara anda terkadang anda berinisiatif untuk melakukan hal yang spontan. Sehingga meminta pasangan untuk meluangkan waktu agar rencana anda terealisasikan. Akan tetapi ia tidak dapat menyanggupinya.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Menikah Karena Dijodohkan Oleh Orangtua Apakah Anda Akan Bahagia

Menikah Karena Dijodohkan Oleh Orangtua? Apakah Anda Akan Bahagia?

Menikah Karena Dijodohkan Oleh Orangtua? Apakah Anda Akan Bahagia?

Masih ingat dengan cerita Siti Nurbaya? Cerita rakyat berasal dari kota padang yang mengisahkan seorang wanita yang terpaksa dinikahkan oleh orangtuanya karena tidak mampu membayar hutang pada Datuk Maringgih. Meskipun populer beberapa tahun silam, saat ini ternyata masih banyak orang yang menikah karena dipaksa atau dijodohkan oleh kedua orangtuanya.Menikah Karena Dijodohkan Oleh Orangtua Apakah Anda Akan Bahagia

Apakah pernikahan yang dijodohkan selalu bahagia?

Saat anda memutuskan untuk menikah dengan seseorang tentu anda berharap jika pernikahan yang dijalani akan berakhir bahagia. Baik kalangan pria maupun wanita, pasti menginginkan pasangan hodup yang tulus, jujur dan setia menemani suka maupun duka. Membahas mengenai pernikahan, sebenarnya bukan hanya menyatukan kedua pasangan saja, namun kedua keluarga pun turut disatukan. Sehingga diharapkan dari kedua pihak akan dapat saling terikat dan mendukung satu sama lainnya. Pernikahan memang perlu banyak persiapan, bukan hanya dari segi materil namun emosional, fisik, dan psikologis pun turut dipersiapkan.

Untuk itu ada baiknya tidak ada paksaan atau melakukannya dengan tegesa-gesa. Jika pun pepatah mengatakan siapa cepat ia yang dapat, maka hal ini tentu tidak berlaku dalam pernikahan. seperti yang dibilang menikah memerlukan banyak persiapan secara lahir dan batin. Jika dirasa anda belum siap untuk menikah, maka tak ada salahnya untuk menundanya dan hal ini tidak akan mengurangi perasaan bahagia menikmati hidup. Namun, jika kondisinya orangtua mulai gelisah dan memaksa anda untuk segera menikah karena usia yang telah matang. Bahkan mereka merencanakan  perjodohan untuk anda, akan tetapi apakah semua itu menjamin anda bahagia?

Dari beberapa pasangan yang menikah dengan cara dijodohkan oleh kedua orangtuanya, merasa hal ini bukan sebuah masalah. Apalagi rasa cinta dapat dibangun bersama dalam sebuah pernikahan serta kedekatan keduanya dapat terjadi seusai resmi menjadi suami istri. Bagi mereka, pernikahan dengan cara ini justru akan mendatangkan kebahagiaan.

Namun, ada beberapa pasangan lain yang mengatakan perjodohan yang dilalui justru menjadi hal yang menyakitkan. Dalam berberapa kasus bahkan mereka terpaksa berpura-pura bahagia atas pernikahannya demi menyenangkan hati kedua orangtua dan mertua mereka. Menikah karena dijodohkan terkadang menjadi luka bagi suami atau istri karena harus berpura-pura menyayangi pasangan dan harus melakukan kewajiban masing-masing dengan setengah hati.

Apa yang harus dilakukan? Menolak atau jalani?

Memaksakan diri untuk menikah karena usia yang telah matang dengan cara perjodohan, dimana anda belum mengenal baik calon pasangan anda sebelumnya. Tentu ini bukan hal yang mudah untuk anda terima begitu saja. apalagi, diawal perjodohan anda tak bisa merasakan kenyamanan, perasaan tenang dan bahagia.

Menikah karena kondisi seperti ini tentu dampak pada diri anda, di satu sisi nama keluarga akan terjaga baik. Namun di sisi lain perjodohan terkadang menjadi luka, saat pasangan yang dijodohkan dengan anda tidak sesuai dengan yang diharapkan. Meskipun demikian tak selamanya perjodohan berakhir pada kesengsaraan. Selama kedua pasangan saling membangun cinta dan saling menerima satu sama lain dengan ikhlas. Pernikahan tersebut bisa dapat mendatangkan kebahagiaan yang luar biasa. Namun jika dari awal anda dan calon pasangan merasa tidak ada kecocokan dan merasa ragu jika perjodohan tersebut. maka tak ada salahnya untuk menolak perjodohan dan menunda pernikahan. Melangsungkan pernikahan memerlukan hati yang besar dan persiapan lahir batin. Maka dari itu yakinkan diri anda sebelum mantap menikahi dia.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Kesalah Pengantin Baru Saat Berhubungan Seks Di Malam Pertama

Kesalahan Pengantin Baru Saat Berhubungan Seks Di Malam Pertama

Kesalahan Pengantin Baru Saat Berhubungan Seks Di Malam PertamaKesalah Pengantin Baru Saat Berhubungan Seks Di Malam Pertama

Malam pertama merupakan salah satu momen yang ditunggu-tunggu oleh kedua mempelai pengantin. Pada saat ini, pengantin baru bisa menghabiskan waktu bedua di kamar dan sudah diperbolehkan untuk melakukan berbagai aktivitas berdua termasuk dalam berhubungan intim. Akan tetapi ternyata banyak beredar mitor masyarakat yang menyebabkan perasaan kedua pengantin baru berkecamuk karena tidak sesuai dengan ekspetasi mereka, salah satunya adalah rasa nyeri yang dirasakan oleh wanita saat sedang berhubungan intim pertama kali.

Rasa nyeri yang muncul saat anda berhubungan intim pada malam pertama dapat dilihat dari dua sisi, yaitu sisi psikologis serta sisi medis. Misalnya adanya infeksi pada bagian intin atau penyakit lainnya yang membuat hubungan seks anda menjadi tidak nyaman. Namun ada beberapa faktor lain yang menyebabkan malam pertama terasa menyakitkan sehingga tak jarang beberapa wanita mengaku sedikit trauma. Untuk lebih jelasnya anda dapat menyimak pembahasan di bawah ini.

1.      Perasaan gugup dan stres

Seks adalah interaksi paling intim yang terjadi antara dua manusia, seks mengkombinasikan kenikmatan fisik serta hubungan emosional kedua pasangan. akan tetapi bagi pengantin baru, seks merupakan hal yang baru. Adalah hal yang wajar jika kedua mempelai merasa gugup ataupun khawatir saat sedang melakukannya.

Pada dasarnya hubungan intim membutuhkan pikiran yang rileks saat melakukannya. Jika pikiran seseorang telah stres karena reaksi pasangan ataupun ketakutan tidak dapat memuaskan gairah seksual yang dirinya atau pasangan miliki, maka hubungan seks menjadi tidak nyaman.

2.      Memaksakan diri untuk melakukan hubungan seks di malam pertama

Ungkapan ‘malam pertama’ sangat erat dengan hubungan seksual yang dilakukan pada malam pertama setelah resmi menjadi pasangan suami istri. maka tak sedikit pengantin baru yang berpikir hubungan seksual perlu dilakukan pada malam setelah mereka menikah. Padahal, bisa saja anda dan pasangan, sama-sama kelelahan setelah menyelenggarakan perta resepsi sehingga tidak mampu melakukan aktivitas seks. Jika harus memiliki, mungkin ada baiknya anda memilih beristirahat atau tidur.

Saat kondisi fisik dan psikos anda lelah maka hubungan seks menjadi tidak maksimal. Jika memang tubuh anda belum siap, sebaiknya jangan paksakan tak ada salahnya bila anda menunda ‘malam pertama.’ Apabila anda dan pasangan memaksakan diri hubungan seks akan berujung pada rasa sakit.

3.      Tidak tahu harus memulai hubungan seks

Banyak pasangan pengantin baru yang tak memiliki bekal pengetahuan yang cukup mengenai seks. Terkadang mereka enggan mencari tahu sendiri bagaimana cara untuk memulai hubungan intim. Sehingga saat malam pertama mereka hanya saling berdiam diri dan merasa kikuk karena tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Untuk itu sambil menyiapkan pernikahan tak ada salahnya anda mencari informasi mengenai foreplay, intercourse dan after play baik melalui media atau bertanya langsung kepada ahli. Sehingga hubungan seks anda terasa lebih rileks, menyenangkan, dan meminimalisir rasa sakit.

4.      Malu untuk berinisiatif

Saat sudah resmi menjadi pasangan suami istri, seharusnya tidak ada hal yang diragukan untuk dibicarakan bersama, salah satunya adalah hubungan intim yang dapat meningkatkan keharmonisan. Namun, jika anda dan pasangan belum terbiasa membicarakan hubungan seks atau masih bingung menghadapi pasangan saat di ranjang, maka keinginan untuk berinisiatif hanya bisa dipendam. Padahal inisiatif mengenai seperti apa sentuhan tubuh yang anda sukai akan mempermudah hubungan seks.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Kapan Saatnya Pasangan Pengantin Baru Untuk Melakukan Hubungan Seks Pertama Kali?

Kapan Saatnya Pasangan Pengantin Baru Untuk Melakukan Hubungan Seks Pertama Kali?

Kapan Saatnya Pasangan Pengantin Baru Untuk Melakukan Hubungan Seks Pertama Kali?Kapan Saatnya Pasangan Pengantin Baru Untuk Melakukan Hubungan Seks Pertama Kali?

Malam pertama merupakan waktu pertama kalinya pasangan suami istri berbuhungan seks. Namun tak sedikit pasangan suami istri yang terkadang melewatkannya, masih banyak diantara mereka yang kebingungan waktu yang ideal bagi mereka untuk melakukan hubungan seks. Meskipun beberapa pasangan memilih untuk menunda malam pertamanya, namun ada pasangan yang langsung melakukan hubungan seks usai pesta pernikahan.

Apakah malam pertama adalah waktu ideal untuk bercinta?

Terkadang menyelenggarakan pesta pernikahan terkadang membuat kedua pasangan merasa lelah dan tidak bergairah untuk melakukan aktivitas di atas ranjang, apalagi jika pesta tersebut dilakukan di malam hari. Meskipun melakukan hubungan seks, pada akhirnya kedua pasangan tidak dapat menikmatinya. Sehingga seks terasa tidak nyaman dan menyakitkan.

Menurut pakar kesehatan seksual Dr. Andri Wanananda M.S dalam situs health detik mengungkapkan saat pasangan suami istri ingin melakukan hubungan seks di malam pertamanya, maka yang harus diperhatikan adalah kedua pasangan dalam keadaan bugar, baik secara fisik ataupun psikis. Jika dirasa masih letik untuk melakukan hubungan seks di malam pertama, maka sebaiknya tidak usah dipaksakan.

Fakta dan mitos mengenai malam pertama

Bila memaksakan malam pertama maka pasangan pengantin baru tidak dapat mencapai hubungan seks yang ideal dan sehat. Aspek kesehatan yang dimaksudkan adalah tidak ada rasa nyeri, kedua pasangan dapat mencapai kenikmatan seksual atau orgasme, serta hubungan seks harus diakhiri dengan wellness atau kasih sayang.

Akan tetapi menurut Dr. Andri sebagai pasangan suami istri yang baru resmi menikahperlu memahami 3 fungsi dalam berhubungan seksual. 3 fungsi tersebut adalah fungsi reproduksi (menghasilkan keturunan), fungsi rekreasi (mencapai kenikmatan seksual atau orgasme) yang terakhir kasih sayang.

Berbagai fantasi liar yang terkadang mengiringi malam pertama sering dialami pasangan pengantin baru. Mulai dari membuat moment romantis, seperti memenuhi kamar dengan lilin-lilin atau taburan bunga. Bukan hanya itu saja, terdapat mitos yang dipercayai oleh masyarakat mengenai darah yang keluar dari vagina wanita saat pertama kali berhubungan seks.

Dilangsir dari laman She Knows, mitos lain yang berkembang mengenai malam pertama adalah mengalami orgasme yang berlangsung beberapa kali baik wanita maupun pria. Atau mitos yang mengatakan ukuran penis mempengaruhi orgasme wanita. Berbagai mitos tersebut muncul akibat dari adegan seks yang ditunjukan dalam beberapa film porno.

Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Brand lingerie Bluebella, Inggris telah mematahkan mitos berbagai mitos tersebut. survei tersebut diikuti 1000 orang dewasa. Hasil yang didapatkan lebih dari 52 persen pasangan pengantin baru menghabiskan malam pertamanya tanpa melakukan hubungan seks. para partisipan mengaku pengalaman malam pertama dilewatkan dengan alasan terlalu lelah seusasi pesta pernikahan. apa yang menjadi fantasi pasangan mengenai malam pertama dibentuk dari cerita novel dan pengaruh film.

Malam pertama terkadang menjadi malam yang dinantikan kedua pasangan karena pertama kalinya mereka melakukan aktivitas seksual berdua. Namun malam pertama bukan berarti waktu yang ideal bagi pasangan untuk melakukan hubungan intim tersebut. waktu yang ideal sebenarnya saat kedua pasangan berada dalam kondisi sehat dan tidak keleleahan. Tak ada salahnya sambil menyiapkan pesta pernikahan anda dan pasangan berdiskusi kapan saatnya berhubungan seks, diskuis tersebut akan mempermudah anda merakan kenikmatan seksual.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Apa Yang Harus Dilakukan Saat Cinta Anda Tak Direstui Orangtua?

Apa Yang Harus Dilakukan Saat Cinta Anda Tak Direstui Orangtua?

Apa Yang Harus Dilakukan Saat Cinta Anda Tak Direstui Orangtua?Apa Yang Harus Dilakukan Saat Cinta Anda Tak Direstui Orangtua?

Menjalin hubungan asmara ke jenjang yang lebih serius tentu tidak hanya bermodalkan cinta saja. ada restu orangtua yang harus dilewati pasangan. namun sayangnya, ada beberapa pasangan yang harus berjuang untuk mencapai impian bersama karena hubungan yang tak direstui orangtua. Memang tak mudah untuk mendapatkan restu orangtua, jika dalam situasi ini kira-kira apa yang harus anda lakukan?

Saat hubungan anda tidak direstui orangtua

Membangun pernikahan bukan hanya tentang anda dan pasangan saja, namun ada peran orangtua yang perlu anda pertimbangkan pendapatnya. Terkadang orang yang anda terbaik justru sebaliknya bagi orangtua. Saat cinta anda tidak mendapatkan restu dari orangtua, janganlah terpuruk. Cobalah bersikap lebih tenang dan melakukan beberapa hal berikut ini agar anda dapat mengambil keputusan yang bijak:

1.      Tanyakan pada orangtua apa alasan yang jelas

Tentu orangtua memiliki alasan khusu mengapa mereka tak menyetujui hubungan anda dan pasangan. dibandingkan anda meluapkan emosi dan perdebatan panas dengan mereka, lebih baik tanyakan alasan yang mereka miliki. Tanyakan pada mereka apa yang membuatnya tidak menyukai pasangan apakah karena perbedaan suku, ras, pekerjaan yang kurang mapan, latar belakang keluarganya, sikap dan lain sebainya.

Orangtua sering kali memiliki naluri sendiri saat melihat kekasih sang anak, mereka memiliki penilaian apakah ia pantas atau tidak untuk mendampingi anda. Untuk itu, sebaiknya anda tanyakan secara baik-baik pada pasangan. setelah anda mengetahui alasan yang jelas, maka anda bisa mencari solusi yang tepat.

2.      Bicarakan dengan kepala dingin

Setelah anda tahu alasan orangtua, cobalah bicarakan hal tersebut dengan kepala dingin. Ajaklah orangtua untuk berbicara dari hati ke hati, anda bisa mengungkapkan bagaimana perasaan anda pada pasangan secara pasangan. ceritakan nilai-nilai plus yang dimiliki pasangan menurut anda. Intinya cobalah mendiskusikan masalah ini, karena tidak selamanya pilihan orangtua itu benar dan begitu pula dengan pilihan anda.

3.      Jangan bersikap memihak

Saat hubungan anda tak mendapatkan restu, sebaiknya anda tidak memihak. Meskipun rasanya ingin membela pasangan, namun sebenarnya ini bukan tentang soal mana yang benar dan salah. Akan lebih baik anda berfokus dengan menemukan solusi yang tepat dan menguntungkan kedua belah pihak secara bersama-sama.

4.      Jangan mencoba untuk merahasiakan hubungan anda

Saat hubungan tidak mendapatkan restu, terkadang sebagian orang justru memilih untuk menjalin hubungan backstreet (pacaran diam-diam). Jangan sampai anda mengatakan jika telah putus dengan pasangan, karena merasa takut bila orangtua meminta anda menjauh darinya. Justru ada baiknya anda melibatkan pasangan dalam berbagai acara keluarga. Selain untuk mendekatkan pasangan dengan orangtua, hal ini akan membuat orangtua menilai langsung sikap dan perilaku pasangan anda.

5.      Jangan menutup mata

Saat orangtua melihat dia bukanlah pasangan yang baik bagi anda dengan berbagai kenyataan yang ditunjukan, maka janganlah menutup mata. Jangan sampai anda dibutakan oleh cinta sehingga mengabaikan berbagai kenyataan yang jelas-jelas menunjukan jika pasangan bukan orang yang tepat bagi anda.

Justru ada baiknya anda mendengarkan nasehat orangtua. Anda harus percaya jika mereka menginginkan yang tebaik untuk anda, termasuk dalam hal pasangan hidup. Siapa yang tahu jika hubungan yang tak direstui adalah tanda jika anda dan pasangan belum layak melangkah ke jenjang pernikahan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

3 Cara Mencegah Pertengkaran Dengan Pasangan Menjelang Hari Pernikahan

3 Cara Mencegah Pertengkaran Dengan Pasangan Menjelang Hari Pernikahan

3 Cara Mencegah Pertengkaran Dengan Pasangan Menjelang Hari Pernikahan3 Cara Mencegah Pertengkaran Dengan Pasangan Menjelang Hari Pernikahan

sumber gambar: Freepik

Terkadang banyak pasangan yang justru bertengkar menjelang hari pernikahannya, hal ini biasanya disebabkan oleh perbedaan pendapan dengan pasangan ataupun kedua keluarga. Apalagi, saat sedang kerepotan mengurus hal-hal kecil seperti pesta resepsi dan akad nikah rasanya membuat anda dan pasangan menjadi lebih sensitif dan mudah memperdebatkan apa saja. Eitss…. tenang jangan buru-buru cemas atau merasa takut akan pernikahan, pertengakaran saat menanti hari pernikahan ternyata dapat dicegah, simak pembahasannya di bawah ini.

Mencegar pertengkahan menjelang pernikahan

Menghadapi konflik menjelang pernikahan tampaknya hampir semua pasangan mengalaminya. Terkadang hal ini membuat anda berpikir apakah anda benar-benar siap menikah atau justru anda yang kurang cocok dengan pasangan.

Namun, tenang dulu pertengkaran mendekati hari pernikahan adalah hal yang wajar, bahkan berdampak baik bagi pasangan. dikutip dari Psychology Today, konflik dapat membantu anda mengenal kepribadian pasangan saat menghadapi masalah, begitu pun sebaliknya. Selain itu, anda berdua akan semakin memahami presepsi masing-masing, jika konflik tersebut berhasil ditangani dengna baik, maka kedekatan dan keintiman anda dan pasangan akan meningkat.

Namun ada baiknya jika konflik tersebut dapat anda cegah sebelumnya. Simak beberapa tipsnya berikut ini:

1.      Selalu terbuka terhadap pasangan

Kunci agar anda tidak bertengkar menjelang pernikahan adalah selalu terbuka dengan masalah apapun. Apalagi jika ini terkait keuangan, uang terkadang menjadi salah satu pemicu konflik bagi pasangan. bahkan isu ini bisa semakin berkembang saat anda sudah resmi menikah. Pertengkaran mengenai keuangan umumnya terjadi saat pasangan atau anda kurang terbuka dengan mengenai budget atau angka pasti dari anggaran pernikahan. agar anda dapat terhindar dari konflik pastikan anda dan pasangan sama-sama terbuka dan berdiskusi menengenai hal apapun terutama keuangan.

Bicarakan secara terang-terangan mengenai berapa banyak yang dihabiskan untuk membayar pakaian dan make up pernikahan, dekorasi, katering, cetak undangan, dan lain sebagainya. Dengan demikian maka tak ada pihak yang merasa terbebani oleh pernikahan tersebut.

2.      Pilihlah solusi yang sama-sama menguntungkan

Terkadang merencanaka hal-hal kecil mengenai pernikahan menjadi sebuah perdebatan bagi anda dan pasangan misalnya, konsep resepsi, hidangan untuk tamu, jumlah tamu yang diundang dan lain-lain menjadi sebuah perdebatan bagi calon pengantin. Ditambah lagi jika keluarga memiliki permintaan khusus terkait pernikahan tentu membuat anda dan pasangan semakin pusing.

Cobalah untuk menyatukan pikiran diri anda sendiri, pasangan hingga kedua keluarga. Dengarkan setiap pendapat dan perspektif semua orang, dan kemudian ambillah jalan tengah agar tak merugikan siapa pun. Hindari sikap mau menang sendiri atau merasa pendapat andalah yang paling benar. Cobalah menempatkan diri sendiri sebagai pasangan anda atau orang-orang di sekitas anda, dengan begitu anda akan mempu menerima perbedaan pendapat.

3.      Diskusi dengan tenang

Jika anda mengalami kesulitan dalam mengontrol emosi dan ada potensi konflik dalam hubungan anda, maka cobalah menenangkan diri terlebih dahulu. Hindari pembicaraan menggunakan nada tinggi karena hal ini akan memancing emosi pasangan dan masalah tak akan selesai.

Jika anda merasa perlu menjauh sebentar dari pasangan maka katakan padanya bahwa anda butuh waktu untuk sendiri, namun ingat jangan terlalu lama anda menjauh. Karena hal ini akan memicu kesalahpahaman dan pertengkaran akan semakin besar.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Menjadi Single Parent? 7 Hal Yang Diperhatiakan Saat Mencari Pasangan Baru

Menjadi Single Parent? 7 Hal Yang Diperhatiakan Saat Mencari Pasangan Baru

Menjadi Single Parent? 7 Hal Yang Diperhatiakan Saat Mencari Pasangan BaruMenjadi Single Parent? 7 Hal Yang Diperhatiakan Saat Mencari Pasangan Baru

Menjadi single parent atau orangtua tunggal adalah sebuah perjuangan seseorang yang besar agar seseorang mampu memenuhi segala kebutuhan anaknya. Ada kalanya orangtua tunggal merindukan sosok pendamping untuk menemaninya melalui hari-hari bersama. Memang tidak ada salahnya untuk lebih membuka hati terhadap orang lain. Namun sebelumnya pastikan terlebih dahulu apakah ini hanya keinginan sementara saja atau memang kebutuhan anda.

Langkah awal yang harus dilakukan untuk memulai hubungan baru adalah pastikan hati anda siap menerima sosok pendamping hidup yang baru. Siap untuk melepas hubungan dengan mantan pasangan baik itu keluhan ataupun dendam. Jika hati anda telah netral barulah anda mencari sosok pasangan yang mampu menemani anda menjadi orangtua bagi anak-anak.

Namun memilih seperti ni bukanlah hal yang mudah, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan sebelumnya antara lain:

1.      Carilah pasangan yang mampu memberikan contoh baik pada anak anda

Bagi anda yang berstatus single parent, setelah bercerai sangat penting bagi anda mempertimbangkan banyak hal sebelum memutuskan dengan siapa anda akan merajut cinta kasih. Anak tentu menjadi pertimbangan besar anda, bisa saja anda memilih seseorang atas dasar cinta, namun bagaimana dengan anak? usahakan pilihlah pasangan yang dapat menjadi contoh anak, kelak saat ia sudah dewasa.

2.      Ingatlah jika perilaku orangtua akan selalu dilihat oleh anaknya

Anak tentu membutuhkan kedekatan lebih jika melihat orangtuanya sedang mencari pasangan baru. Terkadang saat anda diselimuti bunga asmara karena pasangan baru anda biasanya muncul perasaan bergejolak, gembira serta gugup. Perasaan senang boleh saja namun coba kendalikan lagi perasaan tersebut untuk tetap menjadi pribadi yang berwibawa, memiliki nilai dan disiplin di depan anak anda. Hal ini sangat penting agar anak anda tetap memiliki respect terhadap apa yang anda lakukan.

3.      Bijak dalam mengatur waktu

Waktu merupakan hal penting yang harus anda pikirkan, jangan sampai waktu mencari pasangan cenderung lebih banyak dibandingkan bermain dengan anak anda atau untuk diri sendiri. coba atur waktu dengan baik terutama untuk anak, jangan tinggalkan momen-momen penting hanya untuk mencari pasangan. Bijak dalam menggunakan waktu agar segala urusan yang anda miliki dapat berjalan dengan baik.

4.      Kenalkan pasangan anda kepada anak jika memang hubungan ini serius

Jangan terlalu cepat anda memperkenalkan dia kepada anak-anak, pastikan pasangan yakin untuk menikah dengan anda dan siap menjadi orangtua bagi anak-anak anda. Jika memang yakin berilah sedikt ruang bagi pasangan dan anak anda untuk saling mengenal satu sama lain. Terlalu banyak perkenalan dengan calon orangtua barunya justru akan memicu rasa kecewadan defensif.

5.      Jangan sampai anak anda mengalami risiko

Kenali lebih dalam lagi mengenai pasangan anda sendiri sebelum berlanjut ke hubungan hubungan yang lebih serius. Carilah informasi dari berbagai media mulai dari google, media sosial, hingga lingkungan keluarga dan pertemanannya. Anda harus tahu bagaimana sikap dan perilaku pasangan anda pada anak-anak. jangan sampai anak menjadi korban pahitnya perjalanan memiliki orangtua baru karena kesalahan anda dalam memilih pasangan. diskusikan ini dengan anak anda, namun jika terlalu dalam anda membahasnya pun juga tidak bagus. Dampaknya anak akan menjadi memahami masalah-masalah orang dewasa padahal belum waktunya mereka memahami itu.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Saat Anda Dijodohkan Oleh Orangtua, Haruskan Menerima Atau Menolak

Saat Anda Dijodohkan Oleh Orangtua, Haruskan Menerima Atau Menolak?

Saat Anda Dijodohkan Oleh Orangtua, Haruskan Menerima Atau Menolak?Saat Anda Dijodohkan Oleh Orangtua, Haruskan Menerima Atau Menolak

Masih mengingat kisah Siti Nurbaya? Cerita rakyat melayu yang mengangkat tema perjodohan. Meskipun saat ini zaman telah modern, namun ternyata masih banyak tradisi perjodohan di beberapa daerah. Memang terkadang banyak orangtua yang sedih melihat nasib anaknya yang tak kunjung mendapatkan jodoh sedangkan usia mereka bertambah tua. Ketakutan orangtua yang terkadang mendorong mereka untuk ikut campur dalam urusan mencari pasangan hidup anaknya. Meskipun banyak orang orang yang menentang dengan sikap orangtua yang menjodoh-jodohkan, namun tak selamanya perjodohan berakhir pada kehidupan pernikahan yang buruk karena tidak didasari oleh perasaan cinta.

Hal yang harus dipertimbangkan

Memang anda perlu mempertimbangkan banyak hal sebelum menerima atau menolak perjodohan tersebut. ada banyak hal yang perlu anda pikirkan secara matang sebelum mengambil keputusan ini. agar semakin memantapkandiri ada beberapa hal yang dapat anda pertimbangkan mengenai pejodohan antara lain.

1.      Cek komitmen pria yang akan dijodohkan dengan anda

Pasangan yang berani mengajak anda ke jenjang pelaminan tentu akan bertanggung jawab di depan orangtua anda setidaknya ia telah menunjukan sisi gantleman, dibandingkan pasangan yang terus bersama anda dalam jangka waktu bertahun-tahun namun hanya menjanjikan sesuatu yang tidak pasti dan tak kunjung berkomitmen dengan anda. Saat perjodohan berlangsung, anda tentu dapat melihat apakah calon pasangan anda bertanggung jawab atau tidak. Anda bisa mengajukan pertanyaan padanya mengenai rencananya yang akan dilakukan setelah melangsungkan pernikahan dengan anda kelak.

Dalam proses perjodohan umumnya anda tidak hanya direkomendasikan satu orang saja. anda akan diberikan beberapa pilihan untuk lebihan lebih logis lagi, manakan calon pasnagan yang lebih bertanggung jawab untuk kehidupan anda di masa mendatang.

2.      Kenali latar belakang pasangan anda dengan baik

Untuk mematangkan keputusan anda cobalah cek latar belakang calon pasangan anda, mulai dari hobinya, riwayat pendidikan, kegiatan yang dilakukan, hingga jenjang karir yang dimiliki. Jika perlu anda juga harus mengecek lingkungan sosial dan pertemanannya. Hal ini akan mempermudah anda untuk mendapatkan gambawan siapa dia sebenarnya.

3.      Tanyakan pada diri sendiri, hubungan apa yang sebenarnya anda inginkan?

Anda tidak boleh pasrah dan menerima begitu saja terhadap perjodohan ini, jika sosok yang dijodohkan dengan anda adalah orang cocok dan mampu berkomitmen serius dengan anda. Tak ada salahnya untuk menerima bukan? Namun yang perlu anda ingat, anda harus memantapkan hati dan perasaan. Terutama dengan hubungan pernikahan yang anda inginkan, selain itu anda pun juga harus memahami apakan anda benar-benar sudah siap menikah atau belum? Yakinkan diri anda mengenai pernikahan tersebut, sebelum mengambil keputusan.

4.      Mintalah saran dari orang-orang yang anda percayai

Sering kali orang-orang menolak perjodohan karena mereka merasa terlalu asing dengan calon pasangan yang dijodohkan. Jika anda merasa takut terhadap isu pernikahan dua orang yang tidak saling mengenal rentan mengalami perceraian. Cobalah mencari orang yang dapat anda ajak bicara, mintalah masukan dan saran darinya. Anda bisa meminta tolong teman di kantor, sahabat, atau saudara anda sendiri. perhitungkan baik dan buruknya perjodohan sambil terus mengenal calon pasangan yang dijodohkan dengan anda.

Jadi harus menerima atau menolak?

Semua keputusan akan kembali pada anda. Andalah yang berhak menentukan dengan siapa anda hidup dan bahagia, bagaimanapun keputusan anda mengenai perjodohan perhitungkan mana yang terbaik untuk diri anda serta keluarga.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!