Tidak Selalu Kekerasan Dalam Pernikahan Berkaitan Dengan Kontak Fisik

Tidak Selalu Kekerasan Dalam Pernikahan Berkaitan Dengan Kontak Fisik

Tidak Selalu Kekerasan Dalam Pernikahan Berkaitan Dengan Kontak FisikTidak Selalu Kekerasan Dalam Pernikahan Berkaitan Dengan Kontak Fisik

Kekerasan dalam rumah tangga atau yang dikenal dengan KDRT kini semakin marak terjadi, bahkan semakin lama semakin ekstrim diberitakan oleh media. Kekerasan dalam pernikahan selalu berkaitan dengan kekerasan fisik seperti memukul, menampar, menendang ataupun tindakan lainnya. Kekerasan dapat berupa kekerasan verbal dan kekerasan emosional. Baik dalam bentuk apapun kekerasan dalam hubungan pernikahan akan selalu merugikan korban secara fisik maupun psikologis anda. Banyak pelaku kekerasan KDRT yang terpaksa menjadikan kekerasan sebagai solusi satu-satinya. Padahal hal tersebut adalah salah besar, kekerasan yang dilakukan justru akan memperkeruh hubungan pernikahan.

Untuk itu berikut ini adalah penjelasan lebih lengkapnya simak artikel berikut ini.

Kekerasan dalam pernikahan

Kekerasan fisik

Kekerasan fisik merupakan bentuk kekerasan yang menggunakan kekuatan fisik dengan tujuan untuk melukai atau membahayakan korban. Kekerasan fisik bukan hanya pemukulan semata, bahkan kekerasan seksual termasuk dalam hal ini. jika anda mengalami kondisi dimana terpaksa melakukan hubungan seks yang tidak diinginkan maka hal itu termasuk dalam kekerasan seksual. Atau ada beberapa kasus hubungan seks yang melibatkan tindakan agresi dan kekerasan.

Kekerasan verbal

Kekerasan verbal tidak hanya berkaitan tentang nada bicara yang tinggi atau salah satu pasangan yang membentak. Kekerasan ini memang tidak memberikan luka yang kasat mata, namun rasa sakit yang dialami korban cenderung lebih lama. Sejumlah penelitian membuktikan kalau korban kekerasan verbal cenderung mengalami trauma psikologis yang serius. Bentuk dari kekerasan verbal bisa berupa merahasiakan sesuatu dari pasangan, membantah, menyangkal, mendominasi percakapan, menuduh dan menyalahkan, meremehkan, memaki atau menghina, mengancam, memerintah, hingga membela diri meskipun terbukti bersalah.

Kekerasan emosional

Kekerasan emosional dalam pernikahan adalah masalah yang cukup besar meskipun tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Pasangan yang menggunakan ancaman kekerasan baik itu fisik maupun verbal akan membuat anda merasa tidak berharga dan bodoh. Jika dalam hubungan pernikahan anda sering mendapatkan perlakuan tidak baik seperti terisolasi, trintimidasi atau mungkin dikendalikan sepenuhnya oleh pasangan adalah tanda jika anda mengalami kekerasan emosional.

Padahal anda harus memahami jika dampak dari kekerasan emosional ini sangatlah buruk, salah satunya adalah korban berencana bunuh diri.

Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi kekerasan dalam pernikahan?

Tentu saja kekerasan dalam pernikahan tidak boleh dibiarkan begitu saja, bagaimana pun hal itu telah merugikan anda. Meskipun pernikahan didasari oleh rasa cinta, namun ketahuilah tak ada cinta yang saling menyakiti.

1.      Mengenali

Terkadang banyak orang yang menganggap jika kekerasan dalam pernikahan selalu berhubungan dengan kontak fisik. cobalah untuk lebih mengenali bentuk kekerasan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

2.      Tidak membiarkan

Jika pasangan mulai mengancam atau melakukan kekerasan maka jangan biarkan. Semakin anda diam maka semakin bertambah buruk kekerasan yang akan dilakukan. Bicarakan masalah dengan baik-baik bersama pasangan. jika pasangan tidak menerima putuskanlah untuk berpisah.

3.      Mencari dukungan

Kasus kekerasan bukan hanya anda saja yang mengalami, banyak orang yang mengalami hal serupa. Jangan ragu untuk meminta dukungan orang lain entah keluarga, sahabat atau orang lain yang senasib dengan anda. Masalah kekerasan seperti ini tidak mudah untuk dihadapi sendiri.

4.      Minta bantuan profesonal

Jika anda mulai menyalahkan diri sendiri atas kegagalan hubungan pernikahan anda, ada baiknya anda berkonsultasi dengan seorang professional. Karena kondisi psikologis yang semakin tertekan akan memperburuk anda dan berpotensi mengalami gangguan mental berat.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *