Apakah Wajar Jika Saya Terus Melajang Dan Tak Mencari Pasangan?

Apakah Wajar Jika Saya Terus Melajang Dan Tak Mencari Pasangan?

Apakah Wajar Jika Saya Terus Melajang Dan Tak Mencari Pasangan?

Hidup di lingkungan masyarakat yang sangat memuja hidup bersama pasangan dan menjalani kehidupan romantis layaknya cerita-cerita di film dan novel romance. Namun ternyata tak sedikit pula orang yang masih berstatus lajang meskipun usia mereka sudah matang.

Apakah Wajar Jika Saya Terus Melajang Dan Tak Mencari Pasangan?

Sumber : Freepik

Terkadang cap-cap negatif menyelimuti mereka yang masih hidup sendiri pada pasangan, misalnya memiliki standar yang terlalu tinggi, terlalu menutup diri terhadap kehadiran orang baru, belum bisa move on dari mantan, dan lain sebagainya. Padahal sebagian dari mereka sengaja melajang, keputusan untuk hidup sendiri terkadang menjadi hal yang tabu bagi sebagaian masyarakat. Bahkan banyak orangtua yang khawatir jika anaknya akan terus sendiri hingga akhir hayatnya. Namun pilihan untuk terus melajang apakah normal? Simak penjelasannya di bawah ini.

Normalkan jika seseorang sengaja melajang?

Sebenarnya hal ini bukan masalah, karena setiap keputusan kembali ke masing-masing orang. Andalah yang paling mengerti dan memahami apa yang dibutuhkan diri sendiri. jika anda telah merasa nyaman untuk sendiri dan bisa menerima diri sendiri dengan apa adanya, maka hal ini tidak masalah. Jangan terlalu mempedulikan komentar orang lain tentang hidup anda. Dikutip dari shape, dalam sebuah penelitian yang dimuat dalam journal Social Psychological and Personality Scince, menyimpulkan jika apa yang menentukan kebahagiaan seseorang bukan dari status hubungannya melainkan dari tujuan hidup diri sendiri.

Dalam sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 4.000 mahasiswa yang diwawancarai satu per satu. Peneliti kemudian membagi para mahasiswa tersebut dalam dua kelompok, yakni mereka yang sangat ingin berkomitmen dalam hubungan menikah (baik itu pacaran ataupun menikah) serta mereka yang ingin menghindar masalah dan drama. Sang kepala peneliti bernama Yuthika Girme Ph.D, sekaligus seorang profesor psikologi di University of Auckland Salandia Baru, menjelaskan jika secara alami orang-orang memang lebih condong pada satu sisi. Girme juga meyakini jika seseorang tidak dapat memaksakan dirinya untuk berubah ke sisi lain jika hal itu bukan keinginan merek.

Dari penelitian tersebut dapat menunjukkan jika kemanapun tujuan anda sebenarnya semua tidak masalah yang penting anda tetap setia pada hal yang diinginkan.

Hidup melajang namun tetap membahagiakan

Sampai saat ini orang yang sengaja melajang selalu memperoleh stigma negatif dari masyarakat. Padahal, dari sebuah penelitian menyebutkan jika hidup sendiri tak selalu identik dengan perasaan kesepian atau hal menyedihkan lainnya. orang yang melajang juga bisa menjalani hidup dengan bahagia dan memuaskan.

Bahkan dalam sebuah penelitian terbaru lainnya menjelaskan jika orang yang memilih untuk hidup sendiri cenderung lebih merasa bahagia dan sejahtera dibandingkan dengan orang yang menikah. Berkomitmen untuk melajang artinya anda lebih fokus pada diri sendiri, aspirasi dan tujuan hidup sendiri, sambil tetap memiliki dan menjaga relasi penting dengan orang lain. mulai dari keluarga, teman dan lingkungan sosial lainnya.

Bukan hanya itu, orang yang melajang cenderung lebih aktif berpartisipasi dalam kelompok-kelompok di masyarakat serta kegiatan umum lainnya. sedangkan orang yang menikah jusru cenderung tak memikirkan dunia luar, bahkan saat mereka belum memiliki momongan sekalipun.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *