Hubungan Sering Putus Nyambung? Apakah Tanda Adanya Gangguan Jiwa

Hubungan Sering Putus Nyambung? Apakah Tanda Adanya Gangguan Jiwa

Hubungan Sering Putus Nyambung? Apakah Tanda Adanya Gangguan Jiwa

Selama masa pacaran tentu anda akan menemui lika-liku yang menguji kesetiaan anda dan pasangan. Terkadang muncul momen yang membuat anda ragu dengan hubungan asmara tersebut. Terkadang muncul pertanyaan apakah anda benar-benar mencintai pasangan? Apakah anda yakin bersama dia selamanya. Dari berbagai problematika cinta apakah anda dan pasangan termasuk orang yang suka putus nyambung?

Hubungan Sering Putus Nyambung? Apakah Tanda Adanya Gangguan Jiwa

Sumber : Freepik

Pada batas tertentu, hubungan putus nyambung dianggap hal yang wajar. Akan tetapi bagi orang yang mengidap gangguan obsesif kompulsif (OCD) keraguan dan rasa takut mereka sangat mengaburkan kenyataan sehingga menyebabkan mereka terobsesi pada pasangannya. Mereka terus mempertanyakan apakah pasangan layak untuk mendampinginya atau apakah mereka benar-benar ditakdirkan Tuhan untuk bersama?

Tanda dan dampak dari perilaku OCD dalam hubungan asmara

Perilaku yang terus berulang (kompulsif) sebagai tanda penderita OCD dalam sebuah bungan dapat ditunjukkan dalam beberapa hal. Orang dengan OCD umumnya tidak memikirkan bagaimana ia dapat membangun sebuah hubungan asmara yang sehat dan menjadi pasangan yang baik bagi pasangannya. Mereka cenderung merasa ragu atau memikirkan beberapa hal yang berhubungan dengan pasangnnya, seperti:

  • Apakah dia pandang menjadi pendamping hidupku? (hal ini bukan sebuah kesombongan untuk merendahkan pasangnya, namun perasaan ragu yang luar biasa terhadap pasangannya)
  • Merahukan perasaannya terhadap pasangan
  • Menilai atau membandingkan tingkat kecantikan/ketampanan pasangan
  • Selalu bertanya seberapa besar mereka menginginkan pasangannya sebagai partner seks
  • Selalu mempertanyakan kecocokan dalam jangka panjang
  • Berfokus pada kekurangan atau sisi negatif dari pasangan
  • Membandingkan hubungan sekarang dengan sebelumnya entah lebih baik atau buruk

Secara umum perilaku di atas digolongkan dalam beberapa kelompok antara lain:

Perilaku kompulsif yang ditunjukan kepada pasangan

Hal ini dapat berupa tindakan yang dilakukan berulang kali untuk mengetahui tingkat kekuatan hubungan, gairah seksual hingga kedekatan emosi. Misalnya dengan berhubungan seks, menceritakan jika dia ragu dengan hubungan yang dijalani, sering putus-nyambung, atau menguji perasaan dengan mendekati atau memperhatikan orang lain serta membandingkan perasaannya jika bersama pasangan. Dorongan kompusif pada penderita OCD dapat melibatkan usaha keras seseorang untuk mengecek kesetiaan pasangan, misalnya berulang kali menghubungi pasangan, memeriksa riwayat telepon/pesan, serta menghubungi pasangan berulang kali. Hingga terus mempertanyakan pada pasangan apakah benar-benar mencintainya.

Perilaku menghindar yang berlebihan

Hal ini merupakan perilaku yang bertujuan untuk menjauhkan diri dan perasaan terhadap pasangan entah itu verbal ataupun fisik. Perilaku ini dapat menjauhkan pemicu rasa ragu terhadap pasangan mereka, seperti menghindari orang-orang yang dianggap berpenampilan lebih menarik atau mantan pacr pasangan yang membuat mereka merasa ragu terhadap hubungan yang sedang dijalani saat ini.

Perilaku kompulsif agar mendapatkan dukungan dari orang lain

Hal ini dilakukan dengan cara mengkonfirmasi kecocokan mereka dengan pasangannya. Kepantasan anda dengan pasangan dengan terus mempertanyakan hal tersebut kepada orang sekitar secara terus menerus. Hal ini dilakukan untuk memperkuat keyakinan si penderita OCD terhadap hubungan asmaranya.

Yang penting dilakukan untuk menghindari diri dari pemikiran obsesif merupakan mengganti fokus terhadap hal yang sedang anda pikirkan. Kenali kondisi dimana anda merasa nyaman dan tidak terganggu oleh pikiran obsesif tersebut.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *