Mengapa Nafus Makan Saya Hilang Setelah Putus Cinta

Mengapa Nafus Makan Saya Hilang Setelah Putus Cinta?

Mengapa Nafsu Makan Saya Hilang Setelah Putus Cinta?

Putus cinta memang menyakitkan entah hubungan telah terjalin lama ataupun seumur jagung. Berakhirnya hubungan anda dengan pasangan tentu membuat perasaan seseorang tidak karuan. Entah anda sadari atau tidak, terkadang patah hati membuat seseorang kehilangan nafsu makannya. Namun yang menjadi pertanyaan apakah ada kaitannya antara putus cinta dengan nafsu makan? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Mengapa Nafus Makan Saya Hilang Setelah Putus Cinta

Sumber : Freepik

Putus cinta membuat seseorang kehilangan nafsu makan

Putus cinta umumnya menjadi salah satu penyebab paling umum seseorang merasa stres. Saat tubuh merespon sinyal stres, maka denyut janung anda akan meningkat, pernapasan menjadi lebih cepat, otot tubuh menegang, serta tekanan darah melonjak naik. Reaksi semua itu disebabkan oleh hormon stres (adrenalin, kortisol, dan norepinefrin) dilepaskan tubuh dalam kadar yang cukup tinggi.

Secara otomatis tubuh akan mematikan fungsi-fungsi yang tidak diperlukan misalnya fungsi pencernaan. Karena sistem perncernaan yang sedang dimatikan, makahormon ghremlin yang memicu perasaan lapar juga ikut berhenti dan digantikan oleh hormon leptin dan corticotropin yang menekan nafsu makan. Apalagi, peningkatan hormon stres kortisol turut menimbulkan efek penurunan motivasi seseorang sehingga ia menjadi malas untuk bergerak dan melakukan apapun termasuk makan.

Stres karena putus cinta juga menghambat fungsi otak untuk menjaga diri tetap fokus demi memecahkan masalah. Hal inilah mengapa berbaring seharian di kamar dan menangisi mantan kekasih akan terasa lebih mudah dan masuk akan untuk dilakukan. dibanding harus melakukan sesuatu yang menguras pikiran dan tenaga untuk move on atau mencari makan.

Tubuh sakit saat hati anda terasa sakit

Dikutip dari YourTango, Marina Pearson dan Debra Smouse menjelaskan jika perpisahan bukan hanya menimbulkan luka emosional namun juga rasa menyakitkan bagi tubuh seseorang. Hal ini disebabkan patah hati membuat penurunan reseptor endogen opioid dalam otak yang membuat anda merasa tidak nyaman dan nyeri fisik. Inilah yang menjadi alasan mengapa anda bisa merasa sakit perut atau sesak dada saat sedang patah hati. Berbagai keluhan sakit fisik inilah yang akhirnya membuat seseorang kehilangan nafsu makannya.

Kombinasi antara reaksi emosional dan fisik dari stres yang menggambarkan kenapa seseorang yang patah hati menjadi tidak nafsu makan.

Bagaimana cara meningkatkan nafsu makan saat seseorang sedang patah hati?

Untuk mengembalikan lagi nafsu makan anda saat sedang galau, ada beberapa tips yang dapat anda lakukan. Namun yang paling penting adalah anda harus mampu mengelola stres tersebut terlebih dahulu. Perasaan berkabung dan sedih sebenarnya sah-sah saja, yang membahayakan jika anda terlalu larut dalam emosi tersebut atau lari dari kenyataan yang ada.

Meskipun masih merasa bersedih dan belum dapat move on, namun cobalah melakukan aktivitas sederhana yang dapat memperbaiki mood anda. Misalnya menderngarkan musik, curhat ke sahabat atau orang terdekat, menonton film komedi, pergi ke salin dan melakukan pijat relaksasi, berjalan-jalan ke taman hiburan agar pikiran anda teralihkan dari luka.

Lakukan berbagai aktivitas yang membuat anda sibuk sehingga pikiran tentang mantan kekasih pun akan hilang. Percayalah jika setiap badai yang datang pasti ada cara untuk melewatinya, ambilah sisi positif dari kandasnya hubungan cinta anda.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *