Posts

Yang Menjadi Penyebab Mengapa Suami Istri Jarang Berhubungan Seks

Yang Menjadi Penyebab Mengapa Suami Istri Jarang Berhubungan Seks

Yang Menjadi Penyebab Mengapa Suami Istri Jarang Berhubungan Seks

Hubungan seks adalah salah satu kunci agar suami istri tetap mesra dan langgeng. Namun pada kenyataannya, beberapa suami istri justru jarang berhubungan intim, sehingga pernikahan pun menjadi hambar. Dalam berbagai studi melaporkan jika pasangan suami istri yang setidaknya berhubungan intim semingggu sekali menunjukkan kepuasan rumah tangga yang mencapai maksimal. Sering kali hubungan intim yang jarang dilakukan kedua pasangan akan menimbulkan masalah yang serius.

Yang Menjadi Penyebab Mengapa Suami Istri Jarang Berhubungan Seks

Sumber : Freepik

Sebenarnya ada beberapa faktor penyebab mengapa seseorang kehilangan gairahnya untuk berhubungan intim dengan pasangannya. Untuk lebih jelasnya berikut ini ada penjelasan dan cara mengatasinya:

1.      Terlalu lelah

Bangun tidur, mengantar anak kesekolah, terjebak dalam kemacetan, membuat laporan, meeting dengan klien atau atasan, pulang ke rumah, mengurus rumah dan anak-anak. Tentu aktivitas tersebut membuat anda merasa lelah. Sehingga saat waktunya tidur, hubungan intim dengan pasangan adalah hal terakhir yang anda pikirkan dan inginkan saat itu.

Sejumlah pemicu stres fisik dan mental dapat menimbulkan penurunan respon hormon yang memengaruhi gairah seks pasangan suami istri. Sehingga hal ini berujung pada rasa sakit saat berhubungan seks. Berhubungan seks yang seharusnya melepas stres dan menggairahkan seks berubah menjadi hal yang melelahkan. Untuk mengatasi hal ini menurut seorang psikolog asal Philadelphia bernama Philip A. Rutter Ph.D menyarankan suami istri berhubungan intim di pagi hari.

2.      Terjebak pada rutinitas sehari-hari

Sebenarnya hal yang wajar bagi anda dan pasangan saat mengalami kebosanan satu sama lain, khususnya apabila anda telah hidup serumah selama bertahun-tahun. Apabila anda tak lagi merasa pasangan tidak semenggairahkan seperti dulu-dulu. Hal ini mungkin disebabkan karena anda dan pasangan terjebak pada rutinitas seks yang itu-itu terus.

Cobalah untuk mengubah kebiasaan berhubungan intim yang basi. Anda dapat mengobarkan kembali gairah seksual dengan melakukan eksplorasi hal-hal baru. Misalnya mencoba mainan seks (sex toys), roleplay BDSM, atau fetish seks lainnya. Selain itu, anda bisa mencoba berbagai gaya seks yang belum pernah dicoba sebelumnya.

3.      Terhipnotis oleh kecanggihan gadget

Mungkin anda dan pasangan saat-saat ini disibukkan oleh gadget. Bermain ponsel sebelum tidur mungkin telah menjadi kebiasaan, entah untuk mengecek email pekerjaan, nonton bola, atau sekadar berselanjar di media sosial. Apabila kecanggihan teknologi ini telah menjajah kamar tidur anda setiap malam, hal inilah yang menjadi alasan mengapa pasangan suami istri menjadi jarang berhubungan intim.

Sebenarnya untuk mengatasi masalah ini perlu inisiatif dari salah satu pasangan. Tak ada salahnya jika anda memulai foreplay demi menuju puncaknya. Selain itu, cobalah mengubah suasana kamar anda agar merasa lebih nyaman untuk beristirahat ataupun berhubungan seks.

4.      Ada duri dalam pernikahan

Pernikahan memang tak selamanya mulus, tentu ada kalanya anda dan pasangan menemui masalah yang memicu pertengkaran. Terkadang pertengkaran kecil dapat menghapung keinginan untuk berhubungan intim. Sehingga, kembali lagi bangunlah komunikasi yang baik antara anda dan pasangan. Sampaikan kepadanya jika ada sesuatu yang sedang mengganjal di hati dan pikiran anda. Sehingga masalah dapat terselesaikan lebih cepat, selain itu anda dan pasangan dapat membangun kembali gairah di ranjang.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Berbagai Tes Kesehatan Sebelum Menikah Yang Harus Dilakukan Wanita

Berbagai Tes Kesehatan Sebelum Menikah Yang Harus Dilakukan Wanita

Berbagai Tes Kesehatan Sebelum Menikah Yang Harus Dilakukan Wanita

Menjelang pernikahan tentu ada banyak hal yang harus disiapkan oleh calon pengantin. Bukan hanya konsep pernikahan, undangan, dan keuangan saja. Menjelang pernikahan ada baiknya anda dan pasangan membekali diri dengan menjalani tes kesehatan. Hal ini tidak dilakukan oleh pria saja, namun kalangan wanita juga harus melakukannya. Untuk penjelasan lebih lanjut, berbagai tes kesehatan yang harus dilakukan oleh wanita.

Berbagai Tes Kesehatan Sebelum Menikah Yang Harus Dilakukan Wanita

Sumber : Freepik

Sepenting apakah tes kesehatan sebelum menikah?

Tes kesehatan sebelum menikah merupakan serangkaian tes yang harus dijalani calon pengantin sebelum resmi menikah. Pemeriksaan ini sebaiknya menjadi salah satu syarat yang harus dilakukan sebelum kedua pasangan resmin menjadi pasangan suami istri. Untuk itu, ada baiknya kedua calon pengantin harus melakukan tes ini.

Akan tetapi, pada kalangan wanita tes kesehatan ini dilakukan untuk menilai kondisi fisik, organ, dan kesehatan tubuh secara keseluruhan guna persiapan kehamilan nanti. Tak semua wanita memiliki kondisi kesehatan yang prima, terkadang ada beberapa masalah kesehatan yang mungkin belum dideteksi sebelumnya. Untuk itu, fungsi tes kesehatan pranikah akan membantu menilai kondisi kesehatan anda.

Berbagai rangkaian tes kesehatan pranikah bagi wanita

Pada dasarnya tes kesehatan pranikah yang dilakukan oleh wanita tak berbeda jauh dengan pria. Pemeriksaan ini umumnya dilakukan dalam beberapa bulan sebelum hari pernikahan. berikut ini serangkaian pemeriksaan kesehatan pranikah yang dilakukan oleh wanita antara lain:

1.      Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik mungkin terdengar hal yang sepele, namun bukan berarti anda mengabaikannya. Pemeriksaan fisik akan membantu anda untuk memberikan gambaran mengenai status kesehatan anda saat ini. Tes ini mencakup pengecekan tekanan darah, serta penilaian riwayar kesehatan anda. Sebagai wanita yang akan mengandung anda, adanya tekanan darah tinggitentu akan berisiko pada kehatan janin dan kehamilan anda. Pemeriksaan fisik akan membantu anda dalam merencanakan momongan.

2.      Pemeriksaan penyakit menular seksual

Mengingat jika dalam pernikahan aktivitas seksual sangat mungkin dilakukan. Maka ada baiknya anda melakukan pemeriksaan penyakit menular seksual untuk hasil yang akurat. Dalam pemeriksaan ini diperlukan tes darah dan urine. Pengujian VDRL dan RPR akan membantu anda untuk mendeteksi penyakit menular seksual dengan darah.

Dikutip dari Mayo Clinic, menjelaskan HIV dan sifilis dapat dideteksi melalui dara. Selain itu penyakit seksual menular lainnya yakni herpes, hepatitis, gonore, serta HIV juga dapat dideteksi melalui urine dan tes darah. Yang perlu anda pahami jika beberapa penyakit menular seksual tidak menunjukkan gejala spesifik.

3.      Pemeriksaan darah

Pemeriksaan darah sebelum menikah bertujuan untuk mengetahui kondisi wanita lebih mendalam lagi. Pemeriksaan darah dimulai dari hemoglobin, sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), trombosit, hematokrit, hingga lajut endap darah.

Pemeriksaan darah ini, hasil tersebut bisa menganalisa kemungkinan penyakit kelainan darah yang mungkin anda miliki. Misalnya saja leukimia, anemia, polisitemia vera, dan lain sebagainya. Bukan hanya itu golongan darah serta rhesusnya pun juga ikut diperiksa.

4.      Pemeriksaan organ reproduksi

Pemeriksaan terakhir yang tak boleh anda lewatkan adalah pemeriksaan organ reproduksi, umumnya pemeriksaan ini menggunakan alat ultrasonografi atau USG. Seluruh organ reproduksi wanita yang diperiksa antara lain vagina, leher rahim, rahim,seluran telur, dan indung telur.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Sekeras Apapun Anda, Perpisahan Tetap Terjadi Jika Pasangan Bersikap Buruk

Sekeras Apapun Anda, Perpisahan Tetap Terjadi Jika Pasangan Bersikap Buruk

Sekeras Apapun Anda, Perpisahan Tetap Terjadi Jika Pasangan Bersikap Buruk

Sekeras Apapun Anda, Perpisahan Tetap Terjadi Jika Pasangan Bersikap Buruk

Sumber Freepik

Banyak pasangan yang dalam hubungan yang tidak sehat, karena mereka terlanjur nyaman atau berharap jika hubungannya akan membaik dan cepat atau lambat mereka akan merasa bahagia. tapi, pada kenyataannya hubungan anda dan pasangan semakin buruk.

Setiap hubungan yang sukses tentu membutuhkan usaha yang keras dan seimbang dari anda dan pasangan. setiap kali masalah muncul, tentu hal ini perlu diselesaikan bersama.  Entah dengan mengorbankan sesuatu, berkompromi, komunikasi yang baik dan lain sebagainya. Akan tetapi, bagaimana hal itu telah dilakukan namun tak menghasilkan apapun? Jika mengalami hal ini, maka muncul keinginan untuk berpisah demi kebaikan anda dan pasangan. Untuk mengetahui apakah berpisah satu-satunya jalan keluar berikut ini adalah tandanya.

1.      Tanpa mengetahui penyebabnya, sikap pasangan terhadap diri anda tak sebaik dulu

Saat diawal bersama, anda tidak pernah melihat pasangan bersikap buruk terhadap diri anda. Namun, sekarang begitu melihat siapa jati dirinya yang sebenarnya, anda sadar jika dia tak sebaik yang diharapkan. Dibanding saling mengisi dan memahami satu sama lain, anda justru lebih banyak menghabiskan waktu untuk bersabar dan berharap dia akan berubah suatu saat nanti.

2.      Anda berharap dia akan berubah, namun hati kecil anda tahu perubahan itu tak akan terjadi

Hal tersebut dapat terjadi tanpa anda sadari karena selama ini pasangan ‘melatih’ anda untuk menerima segala perlakuan buruknya terhadap diri anda sampai-sampai anda menganggap apa yang ia lakukan adalah sesuatu yang wajar. Anda hanya bisa berharap dan membangun ekspetasi, namun anda tahu jikas semua itu adalah hal yang mustahil, sehingga anda hanya membohongi diri sendiri.

3.      Setiap kali anda meminta dia untuk bekerja sama atau berkompromi demi kebaikan hubungan. Pasangan justru merespon buruk hal tersebut

Tanda lain yang dapat anda lihat adalah saat anda sedang mengajak pasangan berkompromi atau bekerja sama namun pasangan justru menanggapinya dengan marah, mengelak atau menyalahkan anda. Bagaimanapun cara anda untuk membangun hubungan yang selalu pasangan selalu menolaknya. Mungkin saja pasangan malas untuk ikut berkontribusi terhadap hubungan anda berdua. Padahal untuk mencapai kesuksesan sebuah hubungan, anda dan pasangan harus sama-sama berusaha. Jika hanya anda saja yang berjuang sendiri, maka bisa jadi perpisahan adalah jalan keluarnya. Dengan berpisah anda memiliki kesempatan untuk mencari orang lain yang dapat diajak bersama.

4.      Teman-teman anda justru lebih banyak memberikan kasih sayang dan dukungannya dibanding pasangan

Jika anda merasa sendiri justru lebih membahagiakan dibanding harus bersama pasangan, mungkin ini bisa menjadi tanda jika sebaiknya anda menyudahi hubungan tersebut. Apa yang anda miliki bersama pasangan bukanlah cinta, melainkan parasit yang justru merusak hidup dan kebahagiaan anda. Untuk itu cobalah cari tempat lain yang membuat anda lebih nyaman dan bahagia.

5.      Anda yang selalu berkorban demi pasangan, namun pasangan tak pernah berbuat apa-apa untuk anda

Jika anda merasa pengorbanan anda lebih besar akan membuat pasangan bertahan dan semakin mencintai anda, maka siap-siap saja untuk patah hati. Orang yang lebih sedikit berkorbanlah yang justru memegang kendali. Hal ini karena semakin besar usaha yang andaberikan, maka harapan anda terhadap pasangan pun semakin besar pula. Setulus apapun, anda tetap menyimpan harapan tersebut. sehingga harapan ini yang justru menyakiti anda saat pasangan pergi.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Membangun Hubungan LDR Yang Mulai Terasa Renggang

Membangun Hubungan LDR Yang Mulai Terasa Renggang

Membangun Hubungan LDR Yang Mulai Terasa Renggang

Membangun hubungan long distance relationship (LDR) tentu berbeda saat seseorang menjalin hubungan yang berjarak dekat. Jauhnya jarak yang memisahkan dan tak sering bertemu membuat kedua pasangan sering terlibat percekcokan hingga rasa kepercayaan pun terombang-ambing. Setelah kedua pasangan berjuang sejauh ini, terkadang menyerah menjadi jalan keluar. Namun hati kecil masih ingin bertahan dengan pasangan. untuk menghadapi situasi yang merenggang berikut ini ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk para pejuang LDR. Simak di bawah ini.

Membangun Hubungan LDR Yang Mulai Terasa Renggang

Sumber Freepik

Tips menumbuhkan kepercayaan kembali saat hubungan LDR mulai goyah

Banyak orang yang berpendapat jika jarak bukan penghalang bagi dua insan yang saling mencintai. Akan tetapi, terkadang saat satu masalah muncul justru menjadi batu krikil dalam hubungan LDR anda. Apalagi jarak dan waktu yang memisahkan membuat anda dan pasangan sulit menyelesaikan selisih paham yang terjadi. Sehingga banyak pasangan LDR yang harus lebih banyak bersabar.

Agar anda dapat meyakinkan pasangan untuk tetap bertahan dan terus berjuang bersama selama LDR berikut ini ada beberapa cara yang dapat anda lakukan antara lain:

1.      Selalu bicara dan terbuka terhadap masalah apapun

Kejujuran satu sama lain adalah kunci dari hubungan yang langgeng, apalagi saat ini anda dan pasangan terpisahkan oleh jarak. Hal ini tentu membuat pasangan LDR dihantui perasaan waswas dan curiga pada pasangannya. Seorang ahli hubungan asmara bernama Chris Pleines menyarankan jika pasangan untuk selalu terbuka dalam hal apapun satu sama lain selama LDR. Saat ada masalah atau hal yang mengganjal di pikiran atau hati anda, maka cobalah bicarakan pada pasangan. carilah solusi terbaik dari maslaah yang sedang dialami bersama pasangan anda.

Berani jujur dengan pasangan menunjukkan jika anda tidak menutupi apapun darinya. Dengan adanya pembicaraan bersama dan rasa terbuka satu sama lain maka anda dan pasangan akan semakin yakin dengan hubungan tersebut.

2.      Dengarkan setiap keluh kesah pasangan atas sikap anda

Tak menyentuh pasangan secara fisik bukan berarti tak dapat menunjukkan betapa besarnya perasaan anda terhadap pasangan. Saling mendengarkan setiap keluh kesah satu sama lain adalah salah satu cara untuk menunjukkan jika anda menghargai keberadaan pasangan. siapkanlah telinga untuk menampung ocehan pasangan sebab berbagai unek-unek yang dikeluarkan pasangan dapat menjadi bahan evaluasi diri sendiri. luangkan waktu anda 30 menit untuk mengobrol bersama pasangan melalui telpon atau video call. Mintalah pasangan untuk menyampaikan hak yang mengganjal hatinya. Dengan cara ini diharapkan pasangan akan yakin terhadap anda dan hubungan asmara yang sedang dijalani.

3.      Sempatkan waktu untuk melakukan quality time

Dari sekian banyak pasangan kekasih yang berhasil menjalani LDR, beberapa di antaranya mungkin harus kandang di tengah jalan. Ada beberapa alasan yang mendasari mengapa pasangan tak dapat mempertahankan hubungan jarak jauhnya. Salah satunya adalah karena merasa pasangan terlalu sibuk dengan aktivitasnya masing-masing sehingga kehilangan quality time.

Saat hubungan anda mulai goyah karena menghadapi masalah tertentu, maka quaility time bisa menjadi cara untuk memperbaiki kepercayaan satu sama lain. jika anda dan pasangan sibuk dengan berbagai aktivitas sehari-hari. Cobalah luangkan sedikit waktu untuk bersama pasangan. misalnya, menyempatkan menelpon pasangan sebelum tidur atau sepulang kerja. Atau anda dapat mengambil cuti untuk menemui pasangan secara langsung.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

Masalah Mental Yang Membuat Pasangan Anda Menjadi Posesif

Masalah Mental Yang Membuat Pasangan Anda Menjadi Posesif

Masalah Mental Yang Membuat Pasangan Anda Menjadi Posesif

Posesif sering dikaitkan dengan orang yang sangat terobsesi pada pasangannya. Obahkan orang tersebut menganggap jika dirinya memiliki hak atas pasangannya sendiri, sehingga mereka untuk mengendalikan dan terus berada di dekat pasangannya. Namun, apakah anda tahu jika posesif dapat terjadi karena mengalami masalah kesehatan tertentu.

Masalah Mental Yang Membuat Pasangan Anda Menjadi Posesif

Sumber : Freepik

Sikap pasangan yang sangat posesif tentu akan membuat anda kesal. Mulai dari rasa cemburu yang berlebihan, sering menelpon atau mengirim pesan ribuan kali saat sibuk bekerja. Hingga kesulitan untuk bertemu orang lain karena dilarang oleh pasangan. Ternyata sikap posesif pasangan yang menyebalkan ini bisa disebabkan oleh masalah emosi dan mental. Untuk lebih lanjut simak pembahasan di bawah ini:

1.      Obsessive-Compulsif Disorder (OCD)

OCD merupakan gangguan mental saat seseorang merasa sangat cemas dan terobsesi terhadap sesuatu, sehingga ia melakukan tindakan yang sama berulang kali. Misalnya khawatir jika terdapat kuman di tangannya, sehingga mereka cenderung berulang kali mencuci tangan bahkan hingga tangan terluka.

OCD ternyata dapat menjadi pemicu mengapa seseorang bersikap posesif. Orang dengan gangguan ini umumnya membutuhkan kepastian terus-terusan kepada pasangannya.

2.      Cemburu buta

Pasangan yang posesif umumnya sangat mencurigai orang-orang yang ada di sekitar anda. Kecurigaan tersebut berubahan menjadi cemburu buta, sering kali perasaan itu membuat pasangan menghakimi atau menuduh anda jika berselingkuh dengan orang lain. meskipun anda jelas tak melakukan hal tersebut, rasa cemburu tak pernah hilang dari sifat posesif. Dalam sebuah riset menunjukkan jika salah satu faktor pendukung dari masalah ini adalah alkohol.

3.      Borderline Personality Disorder (BPD)

Borderline Personality Disorder (BPD) atau gangguan kepribadian ambang merupakan gangguan yang sangat serius yang menyerang emosi seseorang. Umumnya, mereka yang mengalami gangguan mental ini sering merasa takut yang berlebihan jika ditinggalkan. Selain itu, emosi menjadi tidak stabil hingga paranoid.

Saat mereka merasa cemas dan depresi, rasa memiliki akan pasangan menjadi memudar. Sehingga rasa cinta terhadap pasangan akan berubah menjadi rasa ingin mengatur kehidupan pasangan. untuk itu salah satu penyebab dari sikap pasangan dapat disebabkan oleh posesif.

4.      Attachment disorder (gangguan kelekatan)

Attachment disorder merupakan salah satu kelainan mental saat seseorang sangat teraikat oleh orang terdekatnya, umumnya hal ini dialami oleh anak-anak terhadap orangtua atau pengasuhnya. Namun hal ini juga dialami oleh orang dewasa terhadap pasangan dan orang terdekatnya. Sehingga mereka mengalami kesulitan untuk berinteraksi dengan orang asing lainnya. orang dengan gangguan kelekatan umumnya mengalami trauma di masa kecil. Pengalaman tersebut membuatnya sulit mempercayai orang dewasa, hal ini justru terbawa hingga mereka dewasa sampai mereka memiliki pasangannya sendiri. Oleh karena itu gangguan kelekatan menjadi penyebab seseorang bersifat posesif.

Setelah anda mengetahui berbagai faktor penyebab mengapa pasangan menjadi posesif, tentu ada hal yang dapat anda lakukan agar sikap posesif pasangan dapat berkurang. Misalnya dengan bicara dari hati ke hati, atau membuat kesepakatan bersama. Namun, jika anda khawatir tak ada salahnya mengajak pasangan untuk berkonsultasi dengan tenaga ahli kesehatan mental entah psikiater maupun psikolog. Selain itu, menghadapi pasangan diperlukan menstabilkan emosi anda sendiri. ingat jangan sampai terbawa oleh emosi.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Rahasia Seks Bergairah Di Usai Yang Tak Lagi Muda

Rahasia Seks Bergairah Di Usai Yang Tak Lagi Muda

Rahasia Seks Bergairah Di Usai Yang Tak Lagi Muda

Di usia yang tak lagi muda, mungkin terdapat beberapa perubahan dalamkehidupan seks bagi para pasangan suami istri yang telah lanjut usia. Meskipun berbeda bukan berarti tak dapat menikmati gejolak asmara. Untuk itu, berikut ini merupakan tips tepat untuk menikmati seks di usia senja.

Rahasia Seks Bergairah Di Usai Yang Tak Lagi Muda

Sumber : Freepik

Perubahan yang harus disadari saat bercinta di usia senja

Seiring bertambahnya usia tentu akan terjadi banyak perubahan pada kondisi tubuh. Kekuatan dan level hormon seks yang dimiliki tentu tak sebanyak dulu saat masih muda. Dalam sebuah penelitian yang dimuat dalam Indian Journal of Psychiatry menyatakan jika aktivitas seksual menurun saat seseorang berusia 60 tahun ke atas.

Misalnya hormon testosteron pada pria dan hormon estrogen pada wanita semakin menurun sehingga berpengaruh pada fungsi seksualnya. Hal ini dapat menimbulkan perubahan saat anda bercinta di usia yang tak lagi muda. Berikut ini ada beberapa perubahan yang perlu anda pahami antara lain:

  • Anda membutuhkan rangsangan lebih untuk mencapai dan menjaga ereksi hingga orgasme
  • Orgasme akan lebih pendek
  • Ejakulasi yang kurang kuat dan cairan pelumas yang lebih sedikit
  • Membutuhkan waktu yang lebih lama untuk kembali ereksi setelah itu ejakulasi

Menikmati seks di usia senja

Anda tak perlu cemas, khawatir atau kehilangan rasa percaya diri. meskipun usia sudah dibilang lanjut namun anda dan pasangan dapat menikmati seks. Berikut ini ada beberapa rahasia berhubungan intim di usia lansia, antara lain:

1.      Tak perlu tergesa-gesa

Kapan terakhir kali anda dan pasangan saling memuji? Agar seks terasa nikmat anda dapat melontarkan pujian atau kata-kata romantis kepada pasangan sebelum memulai hubangan seks. Jangan malu untuk bermesraan kembali dengannya. Kontak fisik saat membaca koran di pagi hari atau mungkin mengajak pasangan berendam air hangat bersama menjadi sangat penting dalam meningkatkan kualitas seks anda. Yang penting anda ingat, sebelum melakukan hubungan seks buatlah suasana rileks untuk membangun emosi yang romantis.

2.      Seks di pagi hari

Mungkin saat masih muda anda dan pasangan sering berhubungan seks di malam hari. Namun, saat ini anda berdua telah berusia lanjut, tak ada salahnya jika hal tersebut dilakukan saat pagi hari. Karena saat bangun tidur, tubuh akan terasa lebih berenergi dan bugar dibandingkan malam hari.

3.      Komunikasikan dengan pasangan

Kunci utama dalam bercinta adalah komunikasi yang sehat dan saling terbuka. Beri tahu pasangan posisi mana yang membuat anda merasa lebih nyaman saat berhubungan seks, begitupun sebaliknya. Jika anda menemui kesulitan saat melangsungkan hubungan seks, cobalah bicarakan satu sama lain. Sengan demikan anda berdua akan menemukan solusia bersama.

4.      Lubrikasi

Pernurunan hormon estrogen yang dialami oleh wanita di usia lanjut, akan membuat vagina menjadi kering. Sehingga hal ini akan menimbulkan rasa sakit, sebagian wanita menolak untuk bercinta karena tak dapat menikmati sensasi seperti dahulu. Akan tetapi, lubrikasi dapat membantu anda untuk menikmatiseks di usia senja. Pilih lubrikasi berbasis air dan pakaian ke vagina sehingga proses penetrasi akan lebih mudah.

5.      Eksplorasi posisi seks

Mungkin ada masalah dengan kesehatan anda, sehingga beberapa posisi seks terasa menyakitkan. Misalny anda merasa sakit karena arthitis. Untuk itu, tak ada salahnya mencoba berbagai posisi seks yang tak terlalu membebani bagian tubuh yang sakit akibat dari arthitis.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Kapan Saatnya Mengajak Pasangan Menikah? Simak Pemilihan Waktu Yang Tepat

Kapan Saatnya Mengajak Pasangan Menikah? Simak Pemilihan Waktu Yang Tepat

Kapan Saatnya Mengajak Pasangan Menikah? Simak Pemilihan Waktu Yang Tepat

Apakah anda telah lama  menjalin hubungan pacaran dengan pasangan, namun belum ada rencana untuk menikah? Namun beberapa teman anda yang baru bertemu dan berhubungan intim justru telah mantap untuk melanjutkan hubungan yang lebih serius. Sebenarnya, lama atau tidaknya hubungan anda tidak menjadi tolak ukur pasangan siap menikah. Pernikahan yang menjadi momen sekali dalam seumur hidup menjadi pertimbangan yang besar. Namun, adakah waktu yang tepat kapan pasangan menikah?

Kapan Saatnya Mengajak Pasangan Menikah? Simak Pemilihan Waktu Yang Tepat

Sumber : Freepik

Waktu yang tepat untuk mengajak pasangan menikah

Masa pacaran sebenarnya menjadi proses awal untuk mengenal satu sama lain lebih dalam lagi. Seiring berjalannya waktu, anda akan mulai mengenal karater satu sama lain. Dalam proses inilah umumnya seseorang mulai menentukan apakah pasangan adalah orang yang tepat untuk dijadikan sebagai pendamping hidup atau tidak.

Menurut seorang asisten dosen psikologi dari California State University, San Bernardino bernama Kelly Campbella Ph.D, umumnya pasangan yang jatuh cinta akan memulai memikirkan keseriusan hubungan dalam jangka waktu 8 bulan hingga 2 tahun ke depan. Akan tetapi tak menutup kemungkinan jika keyakinan untuk menikah akan lebih cepat muncul dari rentang waktu tersebut.

Untuk itu, lamanya masa pacaran kedua pasangan sebenarnya tidak begitu mempengaruhi. Pertimbangan yang paling penting sebelum mengajak pasangan menikah adalah seberapa kenal anda dengan pasangan. cobalah ingat-ingat kembali, apakah selama berpacaran anda merasa sudah mengenal watak dan perilaku pasangan dengan baik? apakah anda sudah tahu kebaikan serta keburukan yang ia miliki?

Seorang dosen lain dari Cornell University bernama Karl Pillemer Ph.D juga berpendapat menyatakan satu prinsip yang wajib anda pahami. Pillemer menyatakan jika jangan berharap pasangan akan berubah setelah anda dan dia resmi menikah. Jika anda telah mengetahui sifat buruknya, kira-kira apakah anda menerima dan mengimbangi pasangan? untuk itu, jangan terburu-buru mengajak pasangan menikah jika anda belum benar-benar mengenalnya serta menerima segala karakter yang dimiliki.

Selanjutnya, pikirkan kembali apakah anda dan pasangan memiliki visi dan nilai yang sama dalam pernikahan nanti?

Memiliki pandangan dan nilai yang sejalan merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir konflik setelah menikah nanti. Untuk itu jadikan masa pacaran sebagai proses mengenal satu sama lain lebih dalam. Jika anda telah memahami dan sejalan dengan pasangan maka ini bisa menjadi tanda jika anda dan pasangan siap untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius.

Tanda anda belum siap melangkah ke jenjang pernikahan

Sebelum memutuskan untuk menikah, cobalah evaluasi diri anda terlebih dahulu. Apakah anda yakin benar-benar siap menikah? Simak tanda jika anda belum siap menikah dengan pasangan, antara lain:

  1. Masih sering menyimpan rahasia dari pasangan. menyembunyikan informasi penting tentang diri anda seperti keuangan, masalah pribadi dan lain-lain adalah tanda anda belum siap menikah. Karena kunci pernikahan yang awet adalah saling terbuka dan jujur.
  2. Selalu menghadapi masalah yang sama berulang kali. Cobalah pikirkan kembali, saat anda menikah tentu anda akan menghadapi berbagai konflik baru dan mungkin lebih besar dari sebelumnya.
  3. Menikah hanya untuk menyenangkan orang lain. hindari pernikahan hanya untuk solusi dari masalah yang anda hadapi. Menikahlah jika anda benar-benar menginginkannya bukan karena ingin membuat orang lain bahagia (sekalipun orangtua)

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Terlalu Takut Berkomitmen Akan Membuat Hubungan Hancur, Simak Cara Mengatasinya

Terlalu Takut Berkomitmen Akan Membuat Hubungan Hancur, Simak Cara Mengatasinya

Terlalu Takut Berkomitmen Akan Membuat Hubungan Hancur, Simak Cara Mengatasinya

Mungkin sebagian dari anda mengalami masalah terhadap komitmen dalam sebuah hubungan. Mereka menganggap komitmen adalah hal yang menakutkan karena harus menepati janji yang disepakati bersama mungkin anda masih kesulitan bagaimana cara menjaga janji tersebut.

Terlalu Takut Berkomitmen Akan Membuat Hubungan Hancur, Simak Cara Mengatasinya

Sumber Freepik

Bagi anda yang mengalami kondisi di atas, cobalah beberapa tips berikut ini untuk menghadapi rasa takut untuk berkomitmen dengan pasangan. simak lebih jelas berikut ini.

Tips membuat komitmen dengan pasangan

Dikutip dari Psych Alive, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi rasa takut untuk berkomitmen dalam sebuah hubungan. Memang hal ini tak akan berubah dalam waktu yang singkat, tentu anda membutuhkan waktu yang lama. Namun, jika anda yakin dan bersabar, maka hubungan anda akan lebih baik lagi. Simak tipsnya di bawah ini:

1.      Berhenti membohongi diri sendiri

Langkah pertama untuk membuat komitmen dengan pasangan adalah berhenti membohongi diri sendiri. cobalah tanyakan pada diri anda sendir, apa makna hubungan tersebut. tak perlu melihat orang lain untuk mencari jawaban karena hal tersebut belum tentu persepsi mereka sama dengan anda.

Dengan demikian, setidaknya anda tahu kualitas seperti apa yang ingin dicari daam sebuah hubungan tanpa dipengaruhi pendapat orang lain. Cara ini dapat mengurangi rasa takut untuk berkomitmen, agar anda menentukan langkah selanjutnya.

2.      Menambahkan kepercayaan diri

Langkah lain yang dapat mengatasi rasa takut berkomitmen adalah meningkatkan rasa percaya diri. namun, perlu diketahui jika anda bisa melakukan hal tersebut tanpa perlu melibatkan perasaan orang lain. artinya, anda dpaat mengerjakan hobi yang disukai tanpa memikirkan komentar orang lain yang sewaktu-waktu dapat mengubah diri sendiri.

Apabila pendapat orang lain merupakan hal yang anda perjuangkan, umumnya perjuangan tersebut hanya akan bertahan sebentar. Maka dari itu, bentuk diri sendiri melalui prinsip yang anda pegang teguh. Dengan demikian, anda dapat lebih menikmati hubungan tanpa memikirkan apa yang dikatakan orang lain.

3.      Memulai hubungan dengan perlahan

Salah satu kunci untuk membuat komitmen dalam hubungan ialah menjalaninya dengan perlahan. Saat anda telah berhasil jujur dengan diri sendiri dan rasa percaya diri telah tumbuh, sudah saatnya untuk kembali menjalin hubungan asmara dengan orang lain. cobalah untuk mengenali pasangan anda selama mungkin untuk tahu siapa dia sebenarnya dan apakah anda memiliki visi yang sama dengannya. Memang pebedaan dalam hubungan tidak buruk. Akan tetapi, jika terlalu berbeda, terutama tentang prinsip hidup, hanya akan menyulitkan hubungan anda dan pasangan.

4.      Berkonsultasi dengan psikolog

Jika ketiga cara di atas tak memberikan anda solusi yang tepat untuk mengatasi rasa takut membuat komitmen, maka tak ada salahnya untuk menemui psikolog atau tenaga profesional lainnya. Dengan meminta bantuan ahli, anda dapat mengenal diri sendiri lebih dalam dan memahami pengalaman di masa lalu. Sehingga anda dapat mengetahui penyebab mengapa rasa takut terhadap komitmen terus ada dan semakin parah.

Pahami jika pengalaman akan membuat anda tumbuh dan berkembang. Jadikan pengalaman dan rasa takut anda menjadi bahan evaluasi untuk mengevaluasi diri. cara terbaik membuat komitmen dengan pasangan dalam sebuah hubungan akan sulit dan membutuhkan waktu yang lama.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Mengapa Pacar Sering Mengancam Putus Terus? Simak Apa Yang Sebenarnya Terjadi

Mengapa Pacar Sering Mengancam Putus Terus? Simak Apa Yang Sebenarnya Terjadi

Mengapa Pacar Sering Mengancam Putus Terus? Simak Apa Yang Sebenarnya Terjadi

Dalam sebuah hubungan asmara pasangan yang  berdebat dan bertengkar adalah hal yang lumrah terjadi. Mengingat anda dan pasangan adalah dua orang yang berbeda kepribadian. Terkadang ada berbagai perbedaan yang membuat anda dan pasangan akhirnya berselisih paham. Meskipun bertengkar adalah hal yang wajar, namun apakah wajar jika setiap bertengkar pasangan mengancam untuk putus? Simak penjelasannya di bawah ini.

Mengapa Pacar Sering Mengancam Putus Terus? Simak Apa Yang Sebenarnya Terjadi

Sumber : Freepik

Alasan mengapa pasangan sering mengancam putus?

Sebenarnya ada beberapa kemungkinan yang terjadi saat pasangan sering mengancam ingin putus dengan anda ketika bertengkar. Menurut kutip dari Psychology Today, pasangan yang sering mengancam putus bisa jadi menganggapnya sebagai taktik atau candaan untuk mengintimidasi perasaan anda. Hal ini menandakan hubungan anda berdua tak cukup berharga bagi pasangan.

Orang yang menghargai hubungan tidak akan menggunakan ancaman berpisah hanya untuk memperoleh apa yang diinginkannya. Dalam situs lain, seperti pada laman University of California Berkeley Health Services menjelaskan ancaman berpisah yang dikatakan pasangan anda dapat dikategorikan dalam manipulasi psikologis. Dapat dikatakan jika pasangan berusaha untuk memanipulasi anda. Pasangan menggunakan ancaman tersebut untuk menepis pendapat dan kekhawatiran anda yang sesungguhnya benar. Selain itu, pasangan juga berusaha untuk mengendalikan pikiran serta tindakan anda. Inilah alasan dibalik pasangan yang sering mengancam putus.

Umumnya, hal seperti ini dilakukan hanya benar-benar sebagai ancaman saja namun tidak pernah terjadi. Setelah pasangan merasa berhasil dengan ancaman anda ia akan bersikap lemah lembut kembali. Sehingga semakin jelas jika pasangan sedang berusaha memanipulasi anda dengan mengancam putus.

Apa yang harus dilakukan saat pasangan terus mengancam putus?

Ketika pasangan selalu mengancam berpisah setiap kali bertengkar, hal yang perlu dilakukan pertama kali adalah jangan panik. Anda perlu berpikir jernih tanpa membawa emosi yang bergejolak. Adapun beberapa hal yang perlu anda hindari antara lain:

  • Jangan menanggapi gertakan berpisah yang disampaikan pasangan, kecuali jika anda benar-benar anda ingin mengakhirinya
  • Jangan langsung menuding pasangan contoh dengan berkata jika dia berbohong karena selalu mengancam anda namun tak pernah dilakukan
  • Jangan meremehkannya hanya karena anda merasa apa yang dikatakan pasangan hanya sekadar ancaman

Meskipun sulit dan anda merasa dimanipulasi oleh sikap pasangan, maka usahakan untuk tetap bersikap tenang. Hal ini karena, tak ada keputusan yang bijaksana jika dibuat saat sedang marah. Setelah itu, tarik napas dalam-dalam dan mintalah pasangan agar memberikan sedikit waktu untuk berpikir jernih sejenak terlebih dahulu.

Kemudian, ajaklah pasangan berbicara dari hati ke hati. Tanyakan padanya apakah memang benar-benar ingin berpisah dengan anda atau tidak. Kemudian, tawarkan pada pasangan untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan kepala dingin. Saat kondisi dirasa stabil, maka anda dapat mengatakan sejujurnya pada pasangan mengancam dengan kata putus. Cobalah untuk jujur dengan diri anda sendiri tentang perasaan yang selama ini dirasakan. Apakah pasangan anda merupakan orang yang anda butuhkan? Jujurlah dengan diri anda, jika anda merasa lelah dengan sikap pasangan maka tak ada salahnya untuk berakhir. Jujurlah dengan pasangan anda sehingga anda dan pasangan dapat menemukan jalan keluar yang tepat berpisah atau bertahan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Prinsip Melakukan Hubungan Seks Yang Aman Yang Wajib Diketahui Pasangan Pengantin

Prinsip Melakukan Hubungan Seks Yang Aman Yang Wajib Diketahui Pasangan Pengantin

Prinsip Melakukan Hubungan Seks Yang Aman Yang Wajib Diketahui Pasangan Pengantin

Apa yang anda pikirkan tentang seks aman? Apakah pemakaian kondom? Atau melakukan hubungan seks dengan satu pasangan? meskipun hal tersebut mencegah risiko penularan penyakit kelamin, berhubungan seks yang amat tidak hanya sebatas dua hal tersebut saja. Ada banyak pertimbangan dan hal-hal lainyang perlu anda persiapkan baik itu fisik maupun mental sebelu melakukan seks yang aman. Untuk lebih jelasnya simak pembahasa berikut ini.

Prinsip Melakukan Hubungan Seks Yang Aman Yang Wajib Diketahui Pasangan Pengantin

Sumber : Freepik

Apa yang dimaksud dengan seks aman?

Semua bentuk kontak seksual tentu memiliki risikonya masing-masing, termasuk berciuman. Ciuman bibir dapat menjadi perantara penyebaran penyakit melalui air liur. Untuk itu ada baiknya kedua pasangan memahami prinsip seks yang aman.

Seks aman adalah segala bentuk akivitas seksual yang dilakukan oleh orang-orang yang melalukan tindakan pencegahan untuk melindungi diri dan pasangan dari berbagai penyakit menular. Misalnya saja HIV, sedangkan hubungan seks termasuk tidak aman jika anda dan pasangan terlibat dalam aktivitas seksual tanpa tindakan pencegahan apapun, terutama tidak memakai kondom. Bukan hanya HIV saja, prinsip seks aman juga dapat melindungi pasangan dari kehamilan yang tidak direncanakan.

Bagaimana agar aktivitas seks anda dan pasangan tetap aman

Untuk pembahasan lebih jelasnya mengenai seks yang aman simak beberapa hal berkut ini:

1.      Pastikan anda dan pasangan sama-sama ingin berhubungan seks

Komunikasi tentu menjadi kunci untuk membangun hubungan seksual yang sehat dan bahagia. dalam melakukan hubungan seks tentu perlu adanya persetujuan dari kedua pasangan. Persetujuan merupakan perjanjian yang disepakati antara semua pihak dalam kondisi sadar untuk terlibat dalam aktivitas seksual dan ini harus ada dalam setiap kesempatan. Memberikan persetujuan untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya atau kontak seksual yang berulang.

Misalnya anda dan pasangan setuju untuk berciuman bukan berarti anda memberinya izin untuk membuka pakaian. Sama-sama setuju dalam berhubungan seks malam ini juga tidak menjamin jika pasangan akan berhubungan seks di keesokan harinya, atau lusa. Untuk itu, konfirmasi merupakan langkah yang perlu anda perhatikan jika ingin mendapatkan pengalaman bercinta yang baik.

2.      Gunakan kondom

Kondom merupakan salah satu jenis pelindung yang wajib dimiliki setiap kali anda dan pasangan memutuskan untuk berhubungan seks. Kondom juga meruapak cara efektif untuk melindungi anda dan pasangan dari penyakit menular seksual dan kehamilan yang tak diinginkan. Jaminan seks aman dengan kondom pun juga tergantung dari bagaimana anda memakainya, kondom mampu menjamin 98% mencegah kehamilan. Cara pakai kondom yang salah dapat merobek bahannya sehingga anda dan pasangan dapat mengalami risiko yang seharusnya dicegah.

3.      Batasi hanya dengan satu orang dalam satu waktu

Seks paling aman adalah dengan tidak bergonta-ganti pasangan seks dalam satu waktu. Semakin sering anda bergonta-ganti pasangan seks, apalagi terlibat dengan banyak aktivitas seksual yang berbeda dengan beberapa orang dalam waktu yang berdekatan. Maka risiko mengalami penyakit menular seksual akan semakin besar.

Untuk itu, ada baiknya anda menghindari cinta satu malam, yang cenderung berhubungan seks tanpa pengaman. Pada dasarnya anda dan pasangan sama-sama tidak tahu kondisi kesehatan satu sama lain secara detail.

4.      Jaga kebersihan organ intim setelah berhubungan seks

Tidak perlu langsung mandi anda cukup mencuci bagian alat kelamin terlebih dahulu. Bersihkan penis dan vagina setelah berhubungan intim untuk mencegah infeksi bakteri atau jamur. Saat sedang berhubungan seks penis dan vagina mungkin terpapar berbagai jenis kuman, bakteri dan kotoran dari tangan, peluman, mainan seks dan mulut. Anda cukup membasuhnya dengan air bersih dan berganti celana dalam yang baru.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!