Posts

Cara Mengasuh Anak Setelah Pasangan Resmi Bercerai

Cara Mengasuh Anak Setelah Pasangan Resmi Bercerai

Cara Mengasuh Anak Setelah Pasangan Resmi Bercerai

Cara Mengasuh Anak Setelah Pasangan Resmi Bercerai

Pada dasarnya setiap pasangan pasti tidak menginginkan perceraian terjadi dalam pernikahan mereka. Namun apabila baik suami maupun istri merasa tidak ada kecocokan, bahkan merasa jika pernikahan yang dipertahankan malah menyakiti keduanya. Mungkin perceraian yang menjadi solsusi yang tepat bagi mereka.

Perceraian mungkin akan menjadi luka bagi keduanya, namun bukan hanya mereka saja. perceraian yang terjadi sering memberi luka bagi anak. Bahkan banyak kasus perceraian, terjadi perubahan perilaku pada anak seperti mereka tidak lagi menghormati kedua orang tuanya, mengalami trauma, terjebak dalam kenakalan remaja, hingga mengalami depresi dan gangguan mental lainnya. Setiap orang tua pasti tidak ingin melukai anaknya. Meskipun status pernikahan telah hilang namun bukan berarti status mereka sebagai orang tua bernasib serupa.

Menjaga anak setelah percerian bukanlah yang mudah untuk dilakukan, kedua pihak harus berkerja sama agar anak tak kehilangan sosok kedua orang tuanya. Memang harus ada pembagian yang adil antara ayah dan ibu. Misalnya saja sebulan anak tinggal di rumah ayah dan sebulan kemudian tinggal di tempat ibu. Dengan pembagian seperti itu dapat mencegah pemikiran buruk anak terhadap salah satu orang tua. Selain itu penanaman komunikasi pada anak adalah bentuk kecil yang bisa membuktikan jika kedua orang tua masih sama-sama sayang dan tetap mengurus mereka.

Tips mengasuh anak setelah perceraian bersama mantan pasangan

1.      Jangan putus asa, terimalah

Saat resmi bercerai banyak orang tua yang khawatir jika hidup anak mereka akan hancur. Anak-anak mungkin akan bersedih melihat kedua orang tuanya bercerai. Tapi jangan sampai hal tersebut membuat mereka semakin marah ketika kedua orang tua tak mampu memenuhi kebutuhannya. Agar anak tetap tumbuh dengan baik maka cukupi semua kebutuhan mereka baik dasar, stabilitas, kehadiaran orang tua, serta cinta. Jika perlu berikan kalimat-kalimat baik atau pujian mengenai mantan pasangan anda misalnya “kamu sangat beruntung memiliki Ayah yang sangat sayang denganmu”. Dengan begitu dapat menimimalisir kebencian anak terhadap kedua orang tuanya.

2.      Terus berkomunikasi

Jika anda telah resmi berpisah dengan pasangan, maka hal yang dilakukan untuk mengurus anak bersama adalah menjaga komunikasi. Bila perlu buatlah jadwal anak agar dapat bertemu dengan kedua orang tuanya. Bicarakan persoalan anak dengan cara baik-baik, tanpa ada emosi yang berlebihan. Pastikan anak dapat bertemu dengan Ayah atau Ibu.

Jika perlu libatkan anak dalam membuat jadwal tersebut, dengan begitu anak akan lebih setuju dan berkenan untuk melakukannya.

3.      Atasi kesepian

Meskipun jadwal telah dibuat dan dilakukan oleh anak, namun terkadang ada kalanya anak merasa kesepian akan salah satu orang tua. Mungkin saat bersama Ayah anak rindu dengan ibunya di rumah. Jangan biarkan anak larut akan kesedihannya, cobalah melakukan banyak kegiatan seperti bermain, berolahraga, atau melakukan hal yang disukai anak. Dengan dapat mengajarkan anda jika ada beberapa  hal yang tidak dapat anda lakukan untuk menggantikan posisi mantan pasangan.

4.      Kendalikan amarah

Jangan menghubungi mantan pasangan dengan perasaan penuh amarah baik melalui pesan singkat maupun telepon. karena itu akan membuat anda bertambah marah. Buatlah daftar topik yang akan dibicarakan berdua. Jika ada kesempatan untuk bertemu maka lakukan saja. jangan memperkeruh keadaan dengan kemarahan yang anda pendam.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Konsultasi Untuk Mengurangi Potensi Perceraian Dalam Hubungan Rumah Tangga

Konsultasi Untuk Mengurangi Potensi Perceraian Dalam Hubungan Rumah Tangga

Konsultasi Untuk Mengurangi Potensi Perceraian Dalam Hubungan Rumah TanggaKonsultasi Untuk Mengurangi Potensi Perceraian Dalam Hubungan Rumah Tangga

Setiap pasangan pasti menginginkan pernikahan yang harmonis dan awet. Baik suami maupun istri pasti  berusaha untuk mempertahankan pernikahan mereka agar tidak tidak berakhir pada perceraian. Namun yang disayangkan adanya kehidupan tak selalu berjalan mulus. Ada saja konflik yang terjadi dalam pernikahan, sehingga membuat hubungan terancam pada perpisahan.

Pengajuan perceraian tidak memandang suami atau istri, kedua pihak berhak mengajukan perpisahan. Meskipun banyak berita perceraian yang diajukan oleh istri, sebenarnya kasus suami yang mengajukan perceraian pun sama banyaknya.  Namun terkadang banyak orang yang bertanya apa yang menjadi penyebab seorang suami/istri mengajukan perceraian?

Permasalahan rumah tangga yang berujung pada perceraian

Bicara mengenai konflik rumah tangga, sebenarnya banyak faktor pemicu yang menjadi sumber permasalahan utama. Mulai dari komunikasi yang terjalin kurang baik, kurangnya gairah seks, atau masalah keuangan hingga adanya orang ketiga.

Jika masalah tersebut terus dibiarkan tanpa ada penangan dari kedua pasangan, maka bisa saja pernikahan berakhir pada perceraian. Menurut seorang psikolog dan konsultan pernikahan bernama Antonio Borrello mengungkapkan “lama kelamaan masalah rumah tangga akan menjadi periode ketidakbahagiaan yang lama, komunikasi menjadi semakin lemah, dan konflik menimbulkan kemarahan serta kebencian”.

Tanda saat pasangan menginginkan perceraian dalam rumah tangga

Namun sebenarnya ada beberapa tanda-tanda dimana pasangan menginginkan perpisahan. Untuk itu berikut ini adalah tanda-tandanya :

1.      Komunikasi pasangan berubah

Jika beberapa waktu terakhir tidak ada lagi pillow talk setelah melakukan hubungan seks. Atau cerita lucu, keluh kesah dan obrolan lainnya yang dibicarakan. Maka itu bisa menjadi sebuah tanda jika ada masalah dalam hubungan pernikahan anda.

2.      Perilaku finansial dan percekapan mengenai uang menjadi berubah

Saat pasangan menyembunyikan tagihan kartu kredit, atau membuka rekening baru, mengubah pin ATM dan kartu kredit. Perubahan pada perilaku finansial bisa diartikan pasangan memikirkan masa depan bersama, atau justru mengurusi masalah keuangan tanpa melibatkan anda.

Waspadai pula dengan jatah belanja atau keluhan lainnya yang berhubungan dengan riwayat karier dan peforma kerja yang baik.

3.      Perubahan emosi yang signifikan

Cobalah perhatikan sifat pasangan belakangan ini, apakah mereka kerap marah? Jika sebelumnya mereka berperilaku baik. Kini semua itu tak lagi terjadi, terlebih saat semua apa yang anda lakukan selalu dinilai salah olehnya. Saat pasangan memarahi anda tanpatahu penyebabnya, memberikan kritikan pedas, atau terus menyalahkan anda. Sebaiknya anda berhati-hati itu bisa jadi tanda jika ia ingin berpisah.

4.      Pasangan sangat tertarik dengan hal-hal lain kecuali anda

Setiap orang pasti memiliki hobi,termasuk pasangan anda. Namun saat pasangan mulai menyukai hal baru tanpa melibatkan anda. Saat mereka cenderung lebih senang bergaul dengan teman-temannya atau pergi sendiri, dan tidak mengharapkan kehadiran anda. Itu bisa jadi tanda jika pasangan ingin bercerai.

Perceraian bisa dicegah

Jika tanda-tanda tersebut anda alami maka ada baiknya anda melakukan tindakan pencegaha. Anda bisa menghubungi seorang konsultan pernikahan untuk mengatur jadwal konsultasi. Anda bisa datang sendiri atau jika ingin lebih baik datanglah bersama pasangan. konsultasi pernikahan terbukti dapat mencegah perceraian dalam rumah tangga, bila masalah yang dihadapi ditangani oleh tenaga yang berkompeten. Ingatlah setiap pernikahan pasti rentan akan perceraian namun yang terpenting adalah bagaimana cara anda mencegahnya?

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Langkah Sederhana Memulihkan Diri Setelah Perceraian

Langkah Sederhana Memulihkan Diri Setelah Perceraian

Langkah Sederhana Memulihkan Diri Setelah PerceraianLangkah Sederhana Memulihkan Diri Setelah Perceraian

Apapun alasan setiap pasangan untuk bercerai, tentu bukanlah hal yang mudah bagi semua pihak saat mengetahui pernikahan mereka berakhir pada perceraian. Perceraian memang selalu meninggalkan luka dan sakit hati baik sisi suami maupun istri. sangat wajar jika paska berpisah keduanya mengalami tekanan mental dan emosional, mengingat setelah berpisah banyak perubahan yang terjadi dalam kehidupan masing-masing. Stress dan kesedihan adalah perasaan yang sering muncul.

Namun yang menjadi pertanyaan bagiamana seseorang dapat mengembalikan perasaan mereka? Apa yang harus dilakukan agar rasa sakit berangsung-angsur menghilang? Tentu harus ada usaha dan kemauan dari dalam diri sendiri untuk terus melangkah serta dukungan dari sekitar juga sangat dibutuhkan.

Cara agar sembuh dari rasa sakit akibat perceraian

Menurut sebuah survey dari 4000 orang yang telah bercerai mereka membutuhkan waktu sekitar 1,5 tahun untuk sembuh dari kesedihannya akibat pernikahan yang gagal.

Bagi sebagian orang waktu tersebut tidaklah cukup untuk menyembuhkan mereka dari sakit hati dan memulai kembali kehidupan baru. Bahkan tak jarang mereka mengurung diri dari lingkungan sosial dan takut untuk menata kembali masa depannya.

Seorang Konsultan Psikiater dari Fortis Hospital, Kaylan mengatakan jika perceraian bukanlah akhir dari kehidupan. Sebenarnya ada beberapa cara yang dapat dilakukan korban perceraian untuk memperbarui harapan dan menjalani hidup dengan otimis setelah bercerai.

Berikut ini adalah langkah agar anda dapat pulih setelah perceraian :

1.      Visi makro

Cobalah anda untuk melihat gambaran yang lebih besar dari kehidupan yang dijalani selama ini, terlepas dari kondisi anda yang telah bercerai. Dengan demikian anda akan melihat banyak hal yang sebaiknya disyukuri, dibandingkan terpuruk dalam kesedihan setelah hubungan cinta anda hancur.

2.      Carilah bantuan professional

Sembuh dari perceraian bukanlah hal yang mudah, apalagi jika anda memiliki trauma psikologi yang berat paska bercerai. Untuk itu jangan ragu untuk melakukan konsultasi dengan seorang professional. Jika anda menghadapinya sendiri tentu anda akan kewalahan dan kondisi mental akan semakin buruk. Jika tidak segera diatasi dapat berdampak buruk pada diri anda, ancaman bunuh diri, menganggap diri tidak berdaya, penuh keputusasaan, tidak berharga dan perasaan bersalah akan menyelimut korban perceraian.

3.      Melatih energi

Perubahan yang berkaitan dengan suasana hati, pikiran yang depresif, regu dengan diri sendiri, merasa kesepian, mudah terpancing emosi, adalah bentuk emosi negatif yang pelahan akan menghancurkan diri anda sendiri. anda akan sangat rentan mengelami gangguan kesehatanbaik fisik maupun psikis. Untuk itu cobalah alihkan pikiran anda dalam bentuk aktivitas positif, seperti olahraga. Berikan energi positif anda untuk membangun tingkat kekebalan anda baik fisik maupun psikis, saat pikiran anda segar maka tubuh anda pun juga lebih bugar.

4.      Meningkatkan pemahaman spiritual yang dimiliki

Anda harus percaya jika setiap kejadian yang anda alami terdapat hikmah yang Tuhan sembunyikan. Untuk itu salah satu cara memulihkan diri adalah dengan berserah dengan ketentuan Tuhan. Tingkatkan kemampuan spiritual anda melalui ilmu agama, atau berguru dengan tokoh agama. Dengan begitu anda akan merasa lebih sabar, tenang, damai, dan tidak kehilangan harapan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di https://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Simak Alasan Perceraian Yang Terjadi Saat Ini

Simak Alasan Perceraian Yang Terjadi Saat Ini

Simak Alasan Perceraian Yang Terjadi Saat IniSimak Alasan Perceraian Yang Terjadi Saat Ini

Membangun pernikahan bukanlah hal yang mudah perlu adanya pertimbangan serta persiapan yang harus dilakukan oleh kedua pasangan. pernikahan sebenarnya bukan hanya mengikat satu orang saja namun juga seluruh anggota keluarga besar. Tak jarang terkadang banyak pasangan yang masih menikah muda mengaku mengalami berbagai konflik.

Perceraian pada pasangan baru menikah

Konflik yang terjadi dalam pernikahan sebenarnya adalah cara agar hubungan pernikahan tersebut menjadi lebih dewasa namun tak sedikit orang pasangan baru menikah merasa kewalahan dengan konflik yang terjadi. Apakah anda masih ingat dengan Aktor Korea Song Joong Ki yang menikahi Song Hye Kyo. Tercatat pernikahan yang terjalin kurang lebih 2 tahun tersebut harus berakhir pada perceraian.

Alasan hubungan berakhir pada perceraian

Perceraian saat ini sudah menyerang pasangan muda, banyak alasan yang menyebabkan kenapa pasangan memilih untuk bercerai. Untuk itu dibawah ini merupakan alasan yang menyebabkan pasangan bercerai :

1.      Terburu-buru untuk menikah

Terkadang pernikahan berlangsung karena banyaknya tuntutan seperti usia, finansial, atau takut jika pasangan menikah dengan orang lain. Atas tuntutan tersebut terakadang membuat beberapa orang mengambil keputusan untuk segera menikah. Padahal banyak diantara mereka yang merasa jika sebenarnya sejak awal mereka mengetahui bahwa ada masalah yang terjadi. Mereka menganggap jika masalah tersebut akan dapat terselesaikan seingin berjalannya waktu dan perubahan status hubungan.

2.      Kehilangan identitas

Jika anda merasa terlalu bergantung pada pasangan atau mungkin sebalinya. Anda sangat enggan untuk melakukan apapun jika tidak ada dirinya, itu adalah tanda bahwa anda telah kehilangan jati diri anda sendiri. hal itu akan mengakibatkan anda akan kesulitan untuk memposisikan diri anda yang sebenarnya. Anda dan pasangan akan mengalami kesulitan untuk mengutarakan apa yang sebenarnya diinginkan, sehingga sulit bagi pernikahan untuk bertahan. Karena kedua pasangan memendang keinginannya masing-masing

3.      Terlalu sibuk dengan tanggung jawab sebagai orang tua

Setelah menikah tanpa sadar menjadi seorang yang tak lagi menghabiskan waktu untuk bermain dengan kawan dan mementingkan kepentingan suami. Sama halnya saat anak anda lahir, anda menjadi seorang yang fokus untuk membesarkan anak dan mendidiknya. Sehingga kamu lupa untuk mengurus dan memprioritaskan pasangan.

4.      Memiliki visi yang berbeda

Terkadang banyak pasangan yang baru menyadari jika mereka masih mementingkan tujuan masing-masing. Misalnya suami ingin mengembangkan karier atau usaha yang dimiliki sedangkan istri ingin menghabiskan waktunya untuk bersama anak. Hal ini terjadi pada pasangan yang tidak melakukan konsultasi pra nikah, karena mereka akan kehilangan arah dan tak mendiskusikan hal tersebut sebelumnya.

5.      Pasangan kurang mesra

Kemesraan adalah sebuah bumbu yang mempererat sebuah pasangan. kemesraan bisa ditunjukan melalui berbagai perilaku penuh cinta yang anda tunjukan pada pasangan. namun jika anda bersikap biasa terhadap pasangan maka sama saja anda memberikan jarak yang membuat hubungan menjadi canggung dan hambar.

6.      Tidak melakukan konsultasi

Konsultasi sangat disarankan bagi pasangan yang hendak menikah, sudah menikah atau pasangan yang sedang merencanakan untuk berpisah. Terkadang dengan berkonsultasi pasangan dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi berdua. Dengan penyelesaian masalah yang baik tentu saja perceraian dapat dihindari.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di https://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Hindari Hal Ini Pada Anak Paska Perceraian

Hindari Hal Ini Pada Anak Paska Perceraian

Hindari Hal Ini Pada Anak Paska PerceraianHindari Hal Ini Pada Anak Paska Perceraian

Kabar perceraian dalam pernikahan tentu membawa luka bukan hanya bagi kedua pasangan saja, namun anak dan seluruh keluarga besar mungkin merasakan hal yang sama. Dari seluruh anggota keluarga mungkin anak adalah pihak yang paling terluka.

Perceraian yang dilakukan oleh kedua pasangan tentu saja bukan sebuah keputusan yang sembarangan. Tentu ada banyak pertimbangan yang didiskusikan sebelumnya. Pertikaian yang sulit diselesaikan dan berbagai cara dilakukan agar kedua pasangan dapat bersatu kembali namun tidak ada hasil. Mungkin itu menjadi alasan kenapa perceraian menjadi solusi yang terakhir.

Hal yang harus dihindari kedua pasangan

Namun yang menjadi PR besar kedua pasangan paska bercerai adalah bagaimana dengan anak mereka? Mengasuh anak bersama saat kondisi keduanya resmi berpisah  bukanlah hal yang mudah. Ada beberapa hal yang harus dihindari kedua pihak, diantaranya sebagai berikut :

1.      Jangan jadikan anak sebagai jembatan komunikasi anda dan mantan pasangan

Paska perceraian terkadang sulit bagi kedua pihak untuk menjalin komunikasi yang baik. Sering kali keduanya merasa canggung dan enggan memulai obrolan. Yang pada akhirnya anak harus terlibat dalam masalah tersebut. kedua pasangan menjadikan anak sebagai jembatan penghubung komunikasi, namun menurut seorang konselor keluarga perceraian bernama M. Gary Neuman menyatakan bahwa menjadikan anak sebagai jembatan komunikasi kedua pasangan yang telah bercerai bukanlah hal yang bijak.

Untuk itu, cobalah untuk mencari media komunikasi lain, jika anda merasa kesulitan untuk berbicara secara langsung cobalah berkomunikasi dengan pesan singkat. Meskipun dalam benak anda malas untuk menjalin hubungan kembali namun ingatlah jika dia juga orang tua dari anak anda.

2.      Jangan meminta anak untuk membuat sebuah pilihan

Saat perceraian terjadi bukan berarti anda menuntut anak untuk membuat sebuah piliha dengan siapa dia akan hidup. Meskipun saat ini anda dan pasangan tak lagi satu rumah namun  jangan biarkan anak kehilangan “tempat” yang membuat hatinya nyaman. Bagaimanapun anak tetap diberikan ruang dimana dia bisa mengobrol atau bertemu dengan mantan pasangan anda. Jangan biarkan anak merasa kehilangan salah satu peran orang tuanya sehingga membuatnya kesepian.

Meskipun hak asuh berada di salah satu pihak, nnamun bukan berarti dia memiliki kekuasaan dan mengambil hak asuh sepenuhnya terhadap anak. Berilah akses kapanpun saat anak ingin bertemu mantan pasangan anda.

3.      Jangan mendorong anak untuk membicarakan perceraian

Perceraian yang anda lakukan mungkin merupakan aib bagi sang anak. Bisa saja ketika orang sekitarnya mengetahui itu, sangat memungkinkan jika anak menjadi bahan lolucon baik dalam hubungan pertemanan atau lingkungan sosial lainnya. Saat anak mengeluhkan apa yang mereka alami, biasanyan orang tua meminta anak untuk mengatakan kondisi yang sebenarnya. Padahal hal tersebut adalah tindakan yang keliru, anak akan semakin terpuruk dengan perpisahan yang terjadi. Berikanlah anak ruang untuk menenangkan diri, karena memaksa mereka untuk menerima hal yang tidak diinginkan akan menumbuhkan kebencia pada orangtuanya.

4.      Jangan ragu untuk berkonsultasi

Mengasuh anak setelah perceraian bukanlah hal yang mudah, kedua pihak harus saling bekerja sama. Selain itu untuk menghilangkan rasa traumatis dan kebecian pada anak sebaiknya anda coba untuk melakukan konsultasi. Selain belajar tetap menjadi orang tua yang baik demi anak, dengan konsultasi anak bisa menemukan berbagai strategi membesarkan anak tanpa menyakitinya dengan kondisi anda yang telah bercerai dengan pasangan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di https://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

4 Hal Penting Yang Dikonsultasikan Sebelum Anda Mengajukan Perceraian Pada Pasangan

4 Hal Penting Yang Dikonsultasikan Sebelum Mengajukan Perceraian Pada Pasangan

4 Hal Penting Yang Dikonsultasikan Sebelum Mengajukan Perceraian Pada Pasangan

 4 Hal Penting Yang Dikonsultasikan Sebelum Anda Mengajukan Perceraian Pada Pasangan

Saat ini publik sedang digemparkan dengan berbagai berita perceraian yang terjadi pada tokoh publik. Mulai dari kalangan entertaint seperti artis, penyanyi, dan pelaku seni lainnya. Percerian bukan hanya dari pasangan yang bekerja dalam dunia entertaint, tokoh politik pun juga bisa terancam bercerai dengan pasangannya.

Siapa yang tak mengenal mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tokoh yang dikenal public sebagai gubernur yang bijak dan tegas ini menjadi sorotan bukan karena kepemimpinannya saja. namun kasus perceraiannya dengan sang istri beberapa bulan yang lalu. Perceraian dalam pernikahan memang tidak diinginkan setiap pasangan.

Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan sebeum kedua pasangan mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama. Oleh karena itu berikut ini merupakan 4 hal penting yang harus anda pertimbangkan bersama pasangan.

1.      Anak

Bagi orang tua anak adalah segalanya, banyak orang tua yang mengusahakan apapun demi kebahagiaan sang buah hati tercinta. Terkadang beberapa pasangan rela mempertahankan hubungannya demi melihat kebahagiaan sang anak. Semua orang sudah mengetahui jika anak mengalami gangguan psikologis setelah melihat kedua orangtuanya bercerai. Karena itu banyak pasangan yang mengorbankan perasaan mereka demia tumbuh kembang anak mereka.

Selain hal itu terkadang paska perceraian banyak pasangan yang merebutkan hak asuh anak, salah satu ketakutan yang dialami oleh orang tua setelah bercerai adalah tak dapat melihat anak mereka kembali.

2.      Terlalu menyayangi saudara ipar dan mertua

Banyak orang yang rela mempertahankan hubungan pernikahan mereka karena sudah terlanjur sayang dengan keluarga pasangan. perasaan yang terjalin dengan saudara ipar atau mertua menimbulkan ketakutan pada diri seseorang. Seseorang takut jika tidak dapat melihat atau menghubungi mereka paska bercerai dari pasangan.  sehingga mereka rela bertahan dalam hubungan pernikahan yang tidak sehat.

3.      Keuangan

Jika sepasang suami istri memutuskan untuk berpisah maka mereka harus siap untuk mandiri. Seseorang tidak lagi bertanggung jawab atas segala kebutuhan pasangan. terkadang hal tersebut membuat seseorang enggan untuk berpisah, karena takut jika mereka tak mampu membiayai hidupnya sendiri dan anak-anak. Apalagi semakin hari keperluan semakin mahal dan banyak.

Dan pada akhirnya tak sedikit pasangan yang tidak mau bercerai dan masih tinggal satu atap dengan status menikah yang melepat. Padahal keduanya telah lama tidak menjali hubungan. Hal itu dilakukan demi keuntungan pribadi yang didapatkan melalui pernikahan, selain cinta dari pasangan.

4.      Kehancuran emosional

Perceraian dapat menghancurkan emosional seseorang. Perceraian memaksa anda untuk membunuh harapan-harapan saat pertama kali menikah. Perceraian juga memisahkan kita dengan seseorang yang sangat anda cintai dan percayai selama ini. rasa sakit akibat perpisahan memang sulit untuk disembuhkan. Semakin seseorang menyangkal sakit hatinya, rasa sakit akan semakin dalam terasa. Perceraian adalah kematian untuk cinta dan harapan anda terhadap pasangan.

Untuk mencegah perceraian ada baiknya anda sadar akan pentingnya konsultasi, perceraian memang tak kenal siapa? Namun masih ada cara untuk mengantisipasi itu terjadi dalam rumah tangga. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli. Karena dengan strategi penyelesain yang baik maka memperkecil potensi perceraian terjadi antara anda dan pasangan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di https://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

Tempat Rekomen Untuk Melakukan Konsultasi Perceraian Di Kota Semarang

Tempat Rekomen Untuk Melakukan Konsultasi Perceraian Di Kota Semarang

Semarang adalah ibukota dari provinsi Jawa Tengah, Semarang selalu menjadi pusat perhatian bagi para pelancong di berbagai daerah di Indonesia. Semarang memang memiliki banyak tempat menarik, mulai dari wisata sejarah dikota lama atau mengunjungi objek wisata lawang sewu sebagai ikon kota semarang. Suasana kota semarang memang sedikit panas, namun anda tak perlu khawatir karena di Semarang juga wisata pegunungan yang terletak di kecamatan bandungan. Anda bisa berlibur bersama pasangan dan anak dengan mengunjungi objek wisata kedung songo. Jika anda ingin menginap disana juga banyak guest house, hotel, serta villa yang bisa anda sewa.

Kota Semarang memang menyimpan banyak hal yang menarik bukan hanya sekedar destinasi wisata untuk berlibur keluarga. Namun juga bisa menjadi pilihan anda untuk berbulan madu. Meskipun kota ini tidak sebesar Jakarta, Bandung, ataupun Surabaya. Akan tetapi keramahan warga, serta tempat wisata dan kulinernya akan membius anda untuk datang kembali.

Tempat Rekomen Untuk Melakukan Konsultasi Perceraian Di Kota Semarang

Perceraian di kota Semarang

Meskipun destinasi bulan madu untuk pengantin baru, bukan berarti Semarang adalah kota yang minim akan isu pernikahan. Menurut Kementerian Agama Reprublik Indonesia terdapat 3 kota besar yang menjadi sumbangsih angka perceraian terbesar di Indonesia, yaitu :

Berdasarkan data statistik yang dilangsir oleh BPS menunjukan 3 ibukota provinsi yang memiliki angka gugatan cerai dan talak tertinggi, dipegang oleh Jawa timur dengan total kasus 87.475 gugatan, selanjutnya provinsi Jawa Barat dengan total kasus 79.047 gugatan, dan yang terakhir adalah Jawa Tengah dengan total kasus 69.857 gugatan. Data tersebut didapatkan sepanjang tahun 2017 lalu.

Mengingat banyaknya total kasus perceraian di berbagai provinsi di Indonesia termasuk kota Semarang tentu menjadi kekhawatiran. Termasuk anda yang telah menjalin hubungan pernikahan bersama pasangan. untuk itu anda pasti berusaha keras agar pernikahan yang anda jalani tidak berujung pada jurang perceraian.

Alasan kenapa rumah tangga berakhir pada perceraian

Sebenarnya banyak faktor pemicu kenapa pasangan memutuskan untuk bercerai, seperti yang telah diketahui faktor utama adalah konflik yang berkepanjangan dan tak mampu diselesaikan. Selain munculnya konflik besar terdapat faktor lain yang memicu perceraian diantarany adalah :

  1. Pasangan terburu-buru untuk menikah : memutuskan untuk secepatnya menikah bukanlah hal bijak bagi seseorang. Apalagi jika orang tersebut tak memiliki kesiapan apapun, jika sudah demikian maka tak heran ancaman perceraian semakin besar.
  2. Kehilangan identitas : jika anda terlalu bergantung pada pasangan dan tak ingin melakukan apapun maka bisa saja hubungan anda akan semakin rusak dan berakhir pada perceraian
  3. Memiliki visi yang berbeda : saat menikah anda harus sadar jika anda memiliki tujuan dan visi yang sama dengan pasangan, jika masing-masing masih mementingkan ego dan tujuannya pribadi maka sangat besar kemungkinan anda untuk berpisah.

Tempat rekomendasi konsultasi perceraian

Perceraian sebenarnya bukanlah sebuah akhir, meskipun membawa luka yang mendalam namun ada baiknya anda untuk melakukan konsultasi bersama pasangan jika sedang merencanakan atau sudah terjadi perceraian. Berikut ini adalah rekomendasi tempat konsultasi perceraian di kota Semarang :

  1. Maharani Konsultasi
  2. Fidel Hr Consultant
  3. Prime konsultasi
  4. Maragama Konsultasi

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di https://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

Menjadi Orang Tua Bagi Anak Meskipun Telah Resmi Perceraian

Menjadi Orang Tua Bagi Anak Meskipun Telah Resmi Perceraian

Menjadi Orang Tua Bagi Anak Meskipun Telah Resmi PerceraianMenjadi Orang Tua Bagi Anak Meskipun Telah Resmi Perceraian

Perceraian kedua pasangan bukan akhir dari sebuah hubungan pernikahan, kebanyakan orang memilih untuk memutuskan hubungan mereka setelah surat perceraian disahkan oleh pengadilan. Lalu bagaimana jika pasangan memiliki anak? Bagaimanapun kedua pasangan masih memiliki tanggung jawab yang sama terhadap anak mereka. Bagi anak perpisahan orang tua adalah kabar buruk bagi mereka, tak jarang banyak anak yang mulai mengalami perubahan pada perilaku atau bahkan mengalami trauma psikologis.

Tentu semua orang tua pasti menginginkan yang terbaik bagi anaknya, meskipun mereka berpisah namun ada baiknya kedua orang tua berdiskusi mengenai bagaimana membesarkan anak bersama. Perpisahan memang sudah terjadi namun anak tetaplah membutuhkan orang tua yang utuh.

Untuk itu cobalah beberapa tips dibawah ini agar anak tak lagi menjadi korban perceraian orang tua berikut penjelasannya :

1.      Jangan merasa putus asa, terimalah apapun yang terjadi

Paris seorang konselor pernikahan mengatakan jika saat resmi bercerai, banyak pasangan yang mengkhawatirkan hal tersebut dapat menghancurkan hidup anak-anak mereka. Setiap anak mungkin merasakan kesedihan ketika kedua orang tuanya bercerai. Tapi jangan membuat hidup yang mereka jalani semakin menjengkelkan karena anda dan pasangan tak mampu memenuhi kebutuhan mereka.

Jika seandainya anak ingin pergi bersama sang Ayah, sebaiknya berilah izin dan pengertian padanya bukan  melarang ataupun memarahinya. “katakana juga bahwa dia beruntung memiliki seorang yang bisa menjadi teman untuk bersenang-senang” ucap Paris.

2.      Utamakan kualitas, bukan kuantitas

Kedekatan yang terjalin dengan anak dibangun bukan karena berapa lama anda dan anak bersama. Usahakan ketika anda resmi bercerai anak masih merasakan kasih sayang kedua orang tuanya tanpa ada pengurangan pada porsinya.

Contohnya ketika resmi bercerai sebaiknya berikan ruang bagi anak untuk tetap bertemu dan bersama sang Ayah. Misalnya sebelum berangkat kerja mantan suami anda tetap melakukan aktivitas rutin mengantar anak ke sekolah, sama seperti saat masih bersama. Jangan ragu untuk melakukan makan bersama beberapa kali.

Meskipun sudah tidak tinggal dalam satu atap, dengan begitu anak akan tetap memiliki Quality time bersama Ayahnya.

3.      Tetap berkomunikasi

Bagi sebagian pasangan banyak yang menolak ketika mantan pasangannya menjalin hubungan kembali. Sebagian orang masih merasa sakit hati terhadap perlakuan sang mantan. Sebaiknya hal itu harus anda hindari, cobalah untuk menurunkan ego, pikirkan bagaimana perasaan anak ketika kedua orangnya saling membenci satu sama lain.

Cobalah untuk memperbaiki komunikasi anda dengan mantan pasangan, kalau perlu bentuklah jadwal untuk mengasuh anak yang harus ditaati kedua pasangan. pastikan anak dapat bertemu ibu dan ayahnya tanpa ada larangan dari pihak manapun.

4.      Belajar bekerja sama dengan mantan pasangan

Jangan anggap mantan pasangan anda sebagai musuh, sehingga membuat anda tidak ingin bertemu atau bekerja sama dengannya. Anggaplah mantan pasangan anda adalah patner kerja, yang bekerja sama agar membahagiakan anak.

5.      Lakukan konsultasi dengan professional

Untuk melakukan hal itu semua terkadang banyak pasangan yang merasa keberatan. Untuk itu sebaiknya anda dan dia melakukan konsultasi bersama-sama, dengan bertemua konselor anda anda akan diberikan berbagai cara bagaimana anak tak mengalami trauma, dan mengasuh anak bersama meskipun saat ini anda dan pasangan telah resmi bercerai.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

Jangan Ragu Mengajak Pasangan Konseling Untuk Menyelesaikan Masalah Pernikahan

Jangan Ragu Mengajak Pasangan Konseling Untuk Menyelesaikan Masalah Pernikahan

Jangan Ragu Mengajak Pasangan Konseling Untuk Menyelesaikan Masalah PernikahanJangan Ragu Mengajak Pasangan Konseling Untuk Menyelesaikan Masalah Pernikahan

Komunikasi yang buruk, pasangan mulai tidak menghargai anda, merasa diri diabaikan, saling menyalahkan satu sama lain, tidak ada yang ingin mengalah, selalu terjadi percecokan, hingga pisah ranjang dalam jangka waktu beberapa hari hingga bulanan. Semua yang telah disebutkan merupakan ciri-ciri jika hubungan pernikahan sudah tidak lagi sehat. Namun meskipun banyak pertengkaran bukan berarti hubungan yang dijalani harus berakhir. Kedua pasangan masih memiliki kesempatan untuk saling memperbaiki sikapnya.

Mengatasi konflik dalam hubungan pernikahan

Konflik yang terjadi dalam pernikahan dapat berasal dari pihak wanita, pria ataupun keduanya. Konflik yang terjadi dalam sebuah hubungan tidak memandang apakah pernikahan itu telah bertahan lama atau masih baru. Sulit bagi pasangan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Kebanyakan pasangan berusaha menyelesaikan masalah namun yang terjadi malah masalah semakin besar. Hal itu bisa terjadi karena keduanya masih dalam kondisi marah. Masalah tak mungkin selesai jika emosi berada dalam puncaknya, diperlukan kepala dingin untuk menyelesaikannya.

Selain itu untuk menyelesaikan sebuah pernikahan terkadang kedua pasangan memerlukan pihak ketiga sebagai mediator. Salah satu cara yang bisa anda lakukan untuk menyelesaikan masalah dengan bantuan mediator adalah melakukan konsultasi pernikahan.

Konsultasi pernikahan yang dilakukan oleh seorang yang berkompeten dapat membantu hubungan kedua pasangan yang hubungan mereka berada di ujung tanduk. Seorang konselor pernikahan merupakan seseorang yang berwawasan, memiliki banyak pengalaman, cakap, dan berkarakter dalam membantu kliennya. Selain itu konselor professional akan bersikap sabar, tidak menghakimi, serta memahami betul kondisi yang dialami oleh pasiennya.

Tahapan konseling pernikahan

Jika anda berminat melakukan konseling jangan harap hasilnya bisa anda dapatkan dalam satu kali pertemuan. Pada dasarnya koseling pernikahan layaknya konseling psikologi, dimana seorang konselor akan mempertanyakan masalah anda. Kemudian konselor akan menyampaikan pendapatnya dan memberikan beberapa tips dan solusi untuk menyelesaikan hal tersebut. berikut ini merupakan tahapan konseling pernikahan adalah sebagai berikut :

1.      Konseling awal

Pada awal pertemuan dengan konselor, biasanya anda dan pasangan akan diajukan beberapa pertanyaan. Pertanyaan yang diajukan biasanya berkaitan dengan hubungan pernikahan anda, contohnya : sudah berapa lama usia pernikahan anda? Kapan terakhir kali anda melakukan hubungan seks dengan pasangan? apa saja masalah yang terjadi dalam pernikahan anda yang tak kunjung selesai?

2.      Pemahaman mengenai latar belakang pernikahan

Setelah mendengarkan keluh kesah anda mengenai masalah yang sedang dihadapi, seorang konselor akan mengatakan pendapatnya mengenai masalah yang terjadi. Selain itu dia akan membantu anda untuk merencanakan penanganan anda dan pasangan terhadap masalah tersebut.

3.      Merasakan hasilnya

Untuk dapat merasakan hasil dari konseling umunya anda perlu melakukan konseling minimal 5 kali pertemuan. Pada saat itu anda akan mampu merasakan perbedaan seperti komunikasi dengan pasangan jauh lebih membaik, dan masalah yang dihadapi kemarin berangsur mereda.

Jika dalam sebuah hubungan pernikahan kedua pasangan masih saling mencintai namun kondisi yang dialami adalah masa sulit. Banyak masalah yang sedang dihadapi, serta komunikasi dan sikap kedua pasangan mulai merenggang dan merasakan kecanggungan. Maka segeralah bertindak, banyak pasangan yang akhirnya menyesal telah berpisah karena tak mampu menyelesaikan masalah, masalah yang datang dalam pernikahan adalah cara agar membuat pernikahan anda semakin kuat. Maka dari itu jangan anda dan pasangan kalah karena hanya mendapatkan masalah.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di https://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!

 

 

Cara Agar Menjaga Pernikahannya Jauh Dari Perceraian, Mari Konsultasikan

Cara Agar Menjaga Pernikahannya Jauh Dari Perceraian, Mari Konsultasikan

Cara Agar Menjaga Pernikahannya Jauh Dari Perceraian, Mari KonsultasikanCara Agar Menjaga Pernikahannya Jauh Dari Perceraian, Mari Konsultasikan

Reaksi apa yang anda tunjukan saat mendengar best couple kalian berpisah? Banyak orang yang mencintai drama Korea. Salah satu serial drama korea yang terkenal dikalangan kaum milenial adalah Descendants of The Sun. penampilan Song Hye Kyo dan Song Joong Ki terbukti memikat penonton agar merasakan romansa manisnya percintaan antara dokter dan tentara itu. Bukan hanya dalam serial drama saja, kemesraan antara mereka berdua juga terjadi dalam kehidupan nyata. Akhirnya mereka menikah dan dinobatkan sebagai best couple 2018 oleh pecinta drakor. Namun pada kenyataannya pernikahan yang berlangsung kurang lebih 2 tahun ini harus berakhir di meja persidangan pada juni 2019 lalu.

Sebenarnya masih banyak public figure yang menyandang sebagai best couple oleh masyarakat, namun pada akhirnya berakhir pada perceraian. Perceraian memang bisa dialami oleh siapa saja, baik itu seorang public figure, seorang kolongmerat, hingga masyarakat biasa. Tak ada pernikahan yang rentan akan perceraian. Untuk itu kedua pasangan harus berkerja sama menjaga hubungan dan kepercayaan satu sama lain.

Selain itu berikut ini merupakan cara-cara sederhana yang bisa membantu anda menjauhkan pernikahan dari ancaman perceraian, simak penjelasannya berikut ini :

1.      Pelan-pelan

Seorang konsultan pernikahan yang berasal dari pusat skylight, David Klow menjelaskan jika janganlah terlalu buru-buru untuk meminta bercerai dari pasangan ketika sedang menghadapi sebuah masalah yang besar dan sulit untuk dihadapi. Cobalah luangkan waktu sebentar untuk menyelesaikan masalah secara bersama-sama, karena semua itu akan membantu anda untuk menyelamatkan pernikahan.

2.      Bicara soal kita

Seorang psikoterapis dan konsultan yang berasal dari New York Mark Sichel mengutarakan jika  pasangan untuk mempertahankan sebuah pernikahan keduanya harus berhenti untuk memikirkan dirinya sendiri. ketika mereka mulai berfokus pada “kita”, hubungan pernikahan akan menjadi keutamaan bagi pasangan. dengan demikian pasangan dapat menghentikan segala bentuk perdebatan dan menciptakan kemenangan bersama. Dimana keduanya berhasil mengalahakan ego masing-masing.

3.      Kenali pasangan lebih dalam

Seorang psikolog bernama Agnes Oh mengatakan bahwa, banyak pasangan pengantin yang belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai pasangannya. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mendekatkan diri dengan pasangan adalah memiliki rasa ingin tahu satu sama lain. Nyatanya masih banyak pasangan yang belum berinisiatid untuk lebih mengenal pasangannya. Anda bisa memanfaatkan waktu bersama, dengan saling mengenal konflik yang muncul dari ketidaktahuan akan berujung pada salahpaham.

4.      Belajar memperbaiki

John Taylor seorang konselor dan psikoterapis, mengatakan perbaikan adalah tindakan yang harus dilakukan setelah pasangan melalui sebuah pertengkaran. Namun memperbaiki kesalahan bukanlah hal yang mudah, untuk itu simak langkah-langkahnya berikut ini :

  • Buatlah daftar perasaan yang anda rasakan selama bertengkar
  • Bicaralah dengan pasangan
  • Dengakan pasangan untuk mengerti dan menanggapi
  • Jelaskan alasan anda apa yang menjadi pemicu kemarahan anda
  • Sikap tanggung jawab, jika memang anda yang salah maka minta maaflah
  • Rencana untuk kedepannya.

5.      Konsultasi pernikahan

Jika pasangan menghadapi sebuah masalah kebanyakan dari mereka memilih untuk tidak membahasnya malah terkadang sengaja untuk menghindari. Tindakan seperti itu tidak akan berakibat baik. Lama kelamaan  hubungan anda dan pasangan akan semakin memburuk untuk itu cobalah melakukan konsultasi pernikahan. Tujuannya selain membantu anda untuk menyelesaikan masalah. Konsultasi juga berguna untuk mempererat hubungan anda dan pasangan.

Jika anda masih kebingungan dengan penjelasan di atas anda dapat menghubungi layanan kami melalui website kami di https://maragama.com atau menghubungi kontak WhatsApp kami 081229675588.

Semoga informasi diatas bermanfaat bagi kita semua, salam sehat jiwa!